Chapter I
"Bunny"
Third person Pov :
Malam telah tiba, Sang mentari telah turun dan terlelap, Dan sang rembulan yg naik dan menemani bumi dengan sunyinya dan indahnya malam yg memikat mata, gelap dan sunyi. Menyembunyikan rahasia -rahasia gelap yg terjadi di tiap harinya, Akai baru kembali dari misinya, Dia menetap di sebuah apartemen mewah, Itu normal. Akai Shuichi adalah seorang FBI, Tak punya tempat tinggal yg jelas, bukan gelandangan. Hanya menghapus jejaknya terutama saat misi, Tapi dia selalu menetap di sekitar Osaka, agar selalu bisa menemui seseorang. Yg sangat... Penting.
Akai menatap ke arah poselnya yg tergeletak mati sejak tadi, tidak ia sentuh, karna akai bukan orang yg selalu mengecek ponselnya, dia hanya menunggu notifikasi spesial, Menunggu kabar.. Dari seseorang. Dan tidak ada yg tau tentu saja. Tiba tiba ponsel itu mengeluarkan suara dering yg unik, Seperti suara kelinci tertawa, akai secara reflek langsung mengambil Ponselnya, Membuka Pesan dan menemukan Pesan dari, Seseorang yg ia namai-
"My bunny".
pria yg jarang tersenyum itu, Seorang akai Shuichi. Tersenyum kecil, senyuman senang dan, Murni. Saat membaca pesan singkat penuh dengan emoji tak berguna. Yg justru terlihat konyol tapi berhasil membuat pria itu tersenyum, dan terkekeh kecil, Dia lalu berdiri. Mengambil jaket hitam-nya yg ia gantung.. Lalu Melirik sebentar ke arah laci,dan mengambil pistol kecil, kemudian memasukkannya ke dalam kantong jaketnya yg sedang ia kenakan. Ia bergegas pergi menjemput Kelinci kecil-nya.
Di tengah malam hari yg gelap itu, Mobil Ford Mustang Shelby GT500 berkendara di jalan Osaka yg penuh dengan lampu lampu Jalanan dan bangunan bagai bintang malam yg memikat mata para pejalan kaki dan pengendara, Tapi akai Shuichi hanya fokus berkendara. Tak melirik ke arah manapun,hanya fokus berkendara. dia tak peduli dengan hal apapun. Karna tak akan ada bintang malam yg bisa menggantikan kelincinya. bintang-nya.
Sesampainya di depan sebuah bangunan tinggi, yg di kenal sebagai Osaka University of arts. Di depan gerbang yg sudah tertutup itu, Seorang gadis berambut Raven panjang, Berdiri di depan gerbang Osaka university of arts, lehernya di lilit oleh shawl halus berwarna putih, Dengan pakaiannya yg menggunakan Coat panjang berwarna Mocha, Dan dalaman sebuah baju kaos berwarna Milky white dan Rok panjang berwarna Golden Brown. mata gadis itu menatap ke lantai, Tangannya menggenggam shawlnya untuk menghangatkan diri dari dinginnya malam Osaka, Hati akai seketika meleleh melihat pemandangan itu. Dan berjalan perlahan ke arah gadis itu sambil melepas jaket hitamnya
"Runi.." Panggil akai dengan nada lembut yg begitu asing untuk orang orang di sekitarnya, Gadis bernama runi itu langsung menatap ke arah akai saat mendengar suaranya, Wajah indahnya langsung terukir sebuah tersenyum indah dan manis, ia berlari kecil ke arah sang pria, melempar dirinya kepada sang pria dengan penuh kepercayaan. Akai langsung menangkap runi, memeluk gadis itu dengan erat, Mereka tak berbicara, hanya angin malam yg menyaksikan kedua insan yg kembali bertemu, rembulan menyinari mereka, seakan memberi restu atas pertemuan mereka setelah misi sang pria. Akai lalu memakaikan jaket tebalnya kepada Gadis itu, menjaganya dari angin malam yg dingin
Runi tersenyum, Mendusel dengan manja kepada pria yg lebih tua itu, Merasakan hangat dari jaket yg akai berikan, dan bau khas pria itu. Dia lalu Mencium kedua pipi akai dengan suara 'muah' yg entah begitu lucu dan terlalu manis untuk akai yg di kenal dingin dan keras.. Mereka berpelukan untuk beberapa saat, runi memeluk akai untuk melepaskan rindu setelah di tinggal sang kekasih untuk menjalankan misi-nya. Sementara akai memeluk runi untuk memastikan gadis itu aman, utuh, dan tak terluka. Memastikan bahwa gadis itu benar benar ada di genggamannya, di pelukannya..
"Hehe, maaf ya ganggu waktu kamu malem malemm" Seru runi, Memecahkan suasan sunyi itu dengan cengiran bahagianya. Akai hanya tersenyum, Tetap memeluk gadisnya itu dengan erat. Kemudian menyapu poni rambut runi kesamping, Dan mencium Dahi gadis itu, Runi tentu saja menyukainya. Dan akai kembali mencium kedua pipi, Hidung, dan terakhir bibir Runi, walau hanya sekilas..
"Hmm, tak apa.. Sudah seharusnya aku menjemput kekasihku" Ucap akai, suaranya begitu lembut dan penuh kasih sayang. seperti bisikan cinta yg membuat hati runi semakin berdebar dan ingin meledak rasanya..
Runi terkekeh, perutnya terasa begitu geli.. Seakan ada kupu kupu yg berterbangan di dalam, Yg membuatnya begitu bahagia, Secara emosional menjadi seorang FBI benar benar melelehkan bagi mental Akai Shuichi, yg sekarang terbiasa. Tapi entah, bersandar dan memeluk gadis-nya, selalu memberi rasa aman dan hangat ke tubuhnya. Membuatnya lemas dan lemah, akan perhatian dan kasih sayang yg gadis ini berikan padanya. Tapi tak pernah sekalipun akai Menolak, karna hanya kasih sayang gadis itu yg entah selalu membuatnya merasa aman dan.. Selayaknya manusia
akai kemudian menggendong runi, Mengangkat gadis itu dengan tangannya, Dan runi secara reflek memeluk leher akai dan kakinya juga memeluk pinggang pria itu, tapi runi tak komplain, justru menyandarkan kepalanya di dada Akai, sambil pria itu berjalan kembali ke mobilnya dengan menggendong kekasihnya, akai Melirik sebentar ke arah kantong jaketnya yg ia kenakan kepada Runi, tempat Pistol yg ia bawa berada. Tanpa sepengetahuan runi akai diam diam mengambil pistol itu lagi, Meletakkannya di saku celananya, dan tetap lanjut menggendong Gadis itu ke dalam arah mobilnya
Setelah itu akai membuka pintu mobilnya dengan salah satu tangannya, Dan meletakkan Runi pas di samping kursi mengemudi, berjongko sedikit agar tingginya sama dengan Runi yg duduk di kursi penumpang, memastikan gadis itu nyaman di tempat duduknya, Lalu mengelus pipi runi, sebelum menutup pintu mobil dan berjalan ke arah kursi kemudi, Akai membuka pintu, dan duduk di kursi pengemudi.
Runi sendiri membuka Laci rahasia yg ada di mobil itu, Penuh dengan permen karet dan rokok, Runi lalu mengambil salah satu permen karet itu. Akai tak suka permen karet, Tapi terkadang dia selalu membawa box permen karet kemana mana, karna gadisnya menyukai permen karet..Akai tersenyum kecil melihat runi menikmati permen karet itu, Mesin mobil mulai menyala, dan akai mulai mengemudi menjauh dari gerbang Osaka university of arts.
Selama perjalanan, salah satu tangan akai menggenggam tangan runi, sambil gadis itu menikmati permen karet berbagai rasa. Akai kemudian menatap ke arah ponselnya yg bergetar, Hanya menatap. Tak membuka ataupun menjawabnya, karna akai sudah tau itu adalah pekerjaan baru yg sudah menantinya, Dan artinya adalah..
Dia harus berpisah lagi dengan kelincinya.
VOCÊ ESTÁ LENDO
My Woman
Ficção Históricafanfic tentang Oc X Char. akai Shuichi x Runi Lynee. Akai Shuichi Bussines man au!! Man × Girl!!
