Di hari pertama sekolah di SMA GIANTRA, sedang ramai siswa-siswi yang membicarakan adanya murid baru di sekolah mereka. Mereka saling melemparkan pertanyaan kepada teman-temannya, seperti, "Siapa yang pindah ke sekolah preman gini?" "Apakah dia suka buat ulah juga seperti anak sekolah ini makanya ia dikeluarkan?" dan masih banyak lagi pertanyaan dari mereka semua.
Saat sedang asyik membicarakan siapa teman baru mereka, seketika langsung sepi saat seorang laki-laki melewati mereka. Ia memiliki tinggi 188 cm, berambut silver dengan sedikit perpaduan warna putih. Wajahnya terdapat plester yang menandakan ia baru saja berkelahi dengan seseorang.
Ia memasuki kelas lalu duduk di bangkunya sendiri dan langsung menaruh tasnya di atas meja sebagai bantalan karena ia ingin tidur. Ia mulai memejamkan matanya, tapi ia tidak benar-benar tertidur. Ia hanya memejamkan matanya saja.
Tak lama bel pun berbunyi yang menandakan bahwa pelajaran akan segera dimulai. Tak lama dari itu guru masuk dan di belakangnya ada anak laki-laki yang tubuhnya sedikit lebih pendek, sekitar 170 cm, dan ia memiliki rambut berwarna marun dengan hitam di bagian poninya, serta wajah yang sedikit lebih tirus.
"Selamat pagi anak-anak. Hari ini kalian kedatangan teman baru. Ayo perkenalkan dirimu, nak," ucapnya sambil tangannya mempersilahkan murid baru itu untuk memperkenalkan dirinya di depan siswa-siswi yang ada di sana.
"Baik pak, oke semuanya perkenalkan nama gw Daaw Bintrana Velaro, kalian bisa panggil gw Daaw," ucapnya memperkenalkan diri. Tapi saat murid baru itu memberi tahu namanya, siswa yang sedang memejamkan matanya itu langsung mengangkat kepalanya hingga mata mereka saling bertemu, dan betapa kagetnya ia saat melihat siapa murid baru itu.
Daaw juga tak kalah kagetnya dengan siswa itu, namun saat melihat siapa siswa itu rasa benci terhadap siswa itu pun langsung menjalar ke seluruh tubuhnya sampai ia mengepalkan tangannya dengan sangat kuat.
"Daaw nak, hey Daaw kok malah bengong?" tanya guru itu saat melihat Daaw bengong saat memperkenalkan dirinya tadi.
"Hah o-oh maaf pak karena saya melamun tadi, jadi saya duduk di mana ya pak?" jawabnya dan menanyakan di mana ia akan duduk.
"Oh kamu mau duduk sama Gio atau Viha Daaw?" tanya guru itu kepada Daaw.
Daaw tentu ia akan memilih orang lain dibandingkan ia harus duduk dengan Viha.
"Saya duduk sama Gio saja pak," ucapnya. Tapi saat ia merasakan kelegaan itu, ternyata kelegaan itu hanya bertahan beberapa detik saja sebelum seseorang mengatakan sesuatu yang membuat Daaw mengutuk dirinya sendiri kenapa ia harus ada di posisi seperti ini.
"Ee sebelumnya maaf pak dan kamu D-daaw, aku sebenarnya sudah duduk dengan teman ku Vio, cuman dia sedang tidak masuk saja. Maaf ya," ucap Gio yang merasa tidak enak kepada Daaw.
"Oh seperti itu toh nak Gio. Yasudah Daaw kamu duduk dengan Viha saja, tidak apa-apa kan nak?" tanya guru itu kepada Daaw untuk memastikan anak itu nyaman dengan kelas barunya itu.
Daaw tidak langsung menjawab, tapi ia melihat sekeliling apakah ada bangku kosong selain yang di samping punya Viha, namun hasilnya nihil. Tidak ada bangku kosong selain di samping Viha. Mau tak mau ia harus duduk dengannya walaupun ada rasa tak suka di dalam dirinya sendiri.
"Oh tidak apa-apa pak," ucapnya sesantai mungkin.
"Baiklah kamu langsung duduk saja ya," ucap guru itu dan Daaw hanya mengangguk sebagai jawaban lalu guru itu pun langsung keluar kelas.
Daaw langsung menuju ke arah bangku kosong yang ada di samping Viha. Ia langsung duduk dan menaruh tasnya di atas meja, lalu ia langsung mengeluarkan buku tulis dan pulpennya untuk mempersiapkan sebelum pelajaran dimulai. Ia sama sekali tidak memperdulikan Viha yang terus menatapnya.
YOU ARE READING
i hate you?
Romancedaaw dan viha adalah teman baik, mereka sudah berteman sedari mereka kecil. tapi pertemanan mereka harus berakhir karena suatu masalah yang membuat daaw membenci sahabat nya itu... 19-07-2026
