Janji di bawah pelaminan

1 0 0
                                        

''Di hadapan penghulu dan puluhan pasang mata yang menjadi saksi, kami saling menggenggam tangan, saat itu aku benar-benar percaya, tak ada yang lebih indah selain menghabiskan sisa hidup bersama orang yang kucintai''

Gaun putih yang kukenakan terasa begitu ringan, seolah seluruh kebahagiaan di dunia sedang memelukku, di hadapanku berdiri seorang pria yang selama ini kuanggap pria yang selama ini kuanggap sebagai jawaban atas setiap doa yang aku panjatkan. senyumnya begitu hangat, tatapannya penuh keyakinan, membuatku percaya bahwa aku telah memilih orang yang tepat untuk menjadi teman hidupku dan untuk menjalani sisa hidupku.

Hari itu, keluarga dan sahabat berkumpul untuk merayakan awal perjalanan kami. Tawa, Doa, dan ucapan selamat memenuhi ruangan, semua orang berkata bahwa kami adalah pasangan yang sangat serasi. tidak ada satu pun yang menyangka bahwa kebahagiaan yang terlihat sempurna itu kelak akan menyimpan luka yang begitu dalam.

Saat ijab kabul terucap dengan lantang, air mataku jatuh tanpa bisa aku tahan, bukan karena sedih melainkan kerana haru, aku berjanji akan menjadi istri yang setia, mendampinginya dalam keadaan apa pun, menjaga rumah tangga kami dengan segenap hati.

Ia pun mengucapkan janji yang sama.

''aku akan menjagamu, menghormatimu, dan mencintaimu sampai akhir hayat''

Kalimat itu begitu indah, saat itu aku mempercayaimu tanpa sedikit pun keraguan karena aku memilih orang yang tepat dalam hidupku.

Setelah acara selesai, kami saling menatap sambil tersenyum, di jari manis kami kini melingkar cincin yang menjadi simbol cinta dan kesetiaan kami berdua, ia menggenggam erat tanganku, berharap genggaman itu tidak akan pernah terlepas.

Aku tidak tahu bahwa waktu mampu mengubah seseorang.

Aku tidak tahu janji bisa kalah oleh godaan.

Aku juga tidak tahu bahwa orang yang hari itu bersumpah akan menjagaku, suatu hari nanti justru, menjadi orang yang paling menghancurkan kepercayaanku.

Seandainya waktu bisa di putar kembali, mungkin aku akan memeluk diriku yang berdiri di pelaminan hari itu lebih lama. bukan untuk mencegah pernikahan itu terjadi, melainkan untuk berbisik........

''Bersiaplah. tidak semua janji akan ditepati, dan tidak semua cinta akan bertahan, bahkan janji di hadapan Tuhan pun bisa diingkari''.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Aug 09 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Sisa kepercayaanStories to obsess over. Discover now