Verraca Soraya

58 5 2
                                        

Hallo aku Verraca Soraya kalian bisa panggil aku Sorai. Aku baru saja lulus sekolah menengah pertama, aku mau melanjutkan pendidikan ku di salah satu SMA terkenal di kota ku.

Dulu waktu aku SMP aku jualan di sekolah ku. Aku sampai punya pelanggan tetap tau. Aku gak tahu kalau di SMA ini gimana, jujur aku takut di bully karna aku bukan dari golongan anak orang kaya, bisa dibilang aku itu orang cukup. Tidak berlebihan tidak juga kekurangan.

Dari hasil jualan cookies aku bisa ganti hp loh sama bayar SPP ku juga. Aku enggak mau ngerepotin bunda soal SPP. Aku berharap di SMA ini aku tetap bisa jualan cookies dan yang beli semangkin banyak dari pada waktu aku jualan di SMP.
.
.
.
.
.
.
so ikutin cerita aku yaaaa

.

.

.

.

.

.

.

Minggu 13 juli 2023

" aya, kamu mau bikin apa? " ucap Syafa ibu Soraya yang saat itu sedang memperhatikan anak nya.

"aya lagi bikin topi bun, buat MPLS besok." ucap Sorai sambil memalingkan wajahnya kearah sang ibu.

"Kamu enggak bikin cookies nak."tanya Syafa sambil terus memperhatikan wajah serius anaknya.

" nda, bunda.. " balas Sorai

"aya nda bikin cookies dulu sampai MPLS selesai." lanjut pemuda itu

Ibu Soraya mengangguk paham. Setelah itu, dia berjalan mendekat kearah Soraya dan mengelus rambut putra nya pelan.

"Bunda enggak nyangka nak kamu udh sebesar ini. Padahal, bunda rasa kamu masih kecil, masih suka lari-larian." ucap Syafa sambil terus mengelus dan memperhatikan putranya.

Sorai tak membalas perkataan bunda nya, karna dia tahu bunda nya sedang berada di suasana hati yang tidak baik.

"Bunda pengen kamu bahagia nak, karna cuman kamu yang bunda punya." lanjut Syafa

Sorai menoleh kearah sang bunda yang saat itu sudah hampir menangis.

" Bunda jangan nangis nanti aya ikutan nangis." ucap Sorai sambil memeluk dan mengelus punggung bundanya.

"Bunda enggak nangis sayang, bunda cuman terharu." ucap Syafa menenangkan anak nya

"kamu baik-baik ya sekolah nya, jangan bolos, harus taat aturan." lanjut Syafa

" iyaa bunda aya denger ko." ucap Sorai

"bunda percaya sama kamu nak." ucap Syafa

"bunda ke kamar dulu ya, bunda udh ngantuk, kamu juga jangan lama lama tidur nya habis ini langsung tidur jangan begadang besok sekolah." tegas Syafa kepada Soraya sambil terus berjalan kearah kamar milik nya

" iyaa bunda." balas Sorai
.

.

.

.

.

.

.
pagi itu burung burung kecil sudah memulai harinya, berbeda dengan Sorai dia sendiri malah masih bergelut dengan selimut dan bantal milik nya.

" ayaa, bangun nak. kamu gak sekolah emang?" ucap Syafa membangunkan anak semata wayangnya yang sedang asik tidur

Ucapan Syafa sendiri sontak langsung membangunkan Sorai dari tidur nya. anak itu langsung duduk dengan wajah linglung dan rambut yang seperti singa.

cerita kita {keonhyeon}Stories to obsess over. Discover now