📖 Catatan Harian
Tanggal: 11 Juli 2026
Waktu: 21:15 WIB
Tempat: Rumahku
Lanjutan:
Hari ini, tepat pukul 21:15, saya menerima pesan singkat di WhatsApp. Sebuah kabar yang membuat hati saya berdebar dan sedikit lebih tenang. Ada seorang pria yang mendengar tentang keadaan saya, dan ia berniat baik untuk membantu dengan memberikan modal usaha makanan.
Saya tidak menyangka akan mendapatkan kebaikan seperti ini di tengah kesulitan yang saya alami selama ini. Saya membaca pesannya berulang kali, dan rasa syukur mulai memenuhi dada saya. Namun, saya juga berusaha tetap menjaga hati agar tidak terlalu berlebihan.
Saya langsung menceritakan hal ini kepada anak saya yang berusia 23 tahun. Mendengar kabar itu, matanya berbinar penuh antusiasme. Ia berkata dengan semangat:
"Bu, ini kesempatan yang sangat baik. Jika Ibu memang ingin menikah lagi dengan orang yang baik dan bisa membimbing Ibu, silakan saja. Saya akan mendukung Ibu sepenuhnya."
Saya tersenyum lembut sambil memegang tangannya, lalu menjelaskan dengan tegas namun penuh ketulusan:
"Nak, kamu salah paham. Kami tidak memiliki hubungan khusus apa-apa. Dia hanya ingin membantu dengan niat yang tulus, tidak lebih. Tapi saya tidak bisa menutup hati sepenuhnya. Kalau memang masih ada takdir jodoh di antara kami, biarlah Allah yang menentukan. Sebab, Allah-lah yang memegang hati dan nasib kita."
Saya percaya, rezeki yang datang harus disambut dengan hati yang bersih dan jelas. Saya tidak menolak bantuan ini karena itu adalah jalan kebaikan. Namun saya juga tidak ingin ada kesalahpahaman di kemudian hari. Yang terpenting bagi saya adalah tetap menjaga kehormatan diri, berterima kasih kepada siapa pun yang berniat baik, dan menyerahkan segala hal kepada Tuhan Yang Maha Mengetahui.
Besok hari Minggu, pria tersebut akan datang untuk membicarakan rencananya. Saya berdoa dalam hati agar pertemuan ini berjalan dengan baik, semoga bantuan ini menjadi jalan berkah bagi keluarga kita, dan semoga Allah selalu melindungi kita serta memberikan kemudahan di masa depan.
Amin ya Allah, ya Rabbal Alamin.
YOU ARE READING
catatan harianku
Non-FictionPada pukul 21.15 malam, saya menerima pesan di WhatsApp dari seorang pria yang berniat membantu dengan memberikan modal usaha makanan. Anak saya yang berusia 23 tahun menyambut kabar itu dengan antusias dan menyatakan dukungan jika saya ingin menika...
