---
Hujan turun sejak sore.
Menetes di kaca jendela Rumah Sakit Pusat Council, membasahi trotoar yang sepi.
Di kamar 09, lampu putih menyala redup. Bau antiseptik bercampur darah.
Di atas ranjang, seorang gadis 19 tahun terbaring. Tubuhnya kecil di bawah selimut tipis. Selang infus menempel di tangannya yang pucat.
Namanya Y/n Ravylen.
Napasnya pelan. Patah-patah. Setiap hembusan seperti menyeret sisa tenaganya yang terakhir.
Di sebelahnya, 3 orang duduk diam. Mata mereka bengkak.
Gin - sahabat sejak kecil. Key - bagaikan kakak kandungnya y/n. Caine - satu-satunya yang percaya omongan Y/N pas semua orang nutup telinga, Caine elder dari Rion sang president
(bener ga sih? 😭 caine Elder dari rion sang presiden?)
Tidak ada dokter. Tidak ada perawat. Tidak ada Lanae.
"...dunia... ga adil ya..."
Suara Y/N serak. Hampir tidak kedengaran karena alat bantu napas.
Gin langsung genggam tangannya erat. "Jangan ngomong gitu. Kamu kuat, Y/N. Tahan ya."
Y/N tersenyum. Senyum yang capek.
"...makasih... yang udah temenin aku... selama ini..."
Air mata Key jatuh. "Kami gak akan ninggalin kamu. Gak akan."
Caine menunduk. Tangannya mengepal. "Ini salah Council. Ini salah dia."
Y/N menggeleng pelan. "...udah... gak usah..."
Dia menatap ke langit-langit. Ke lampu yang menyilaukan.
Pikirannya mundur. 2 tahun ke belakang. Ke hari pertama dia masuk The council.
---
2 Tahun lalu.....
"The Council butuh orang jujur sepertimu, Y/N."
Itu kata Lanae waktu pertama kali ngajaknya.
Ghana Sierlan Raedgo Dipanggil Lanae sama anak-anak Council.
Cantik. Pintar. Disayang semua orang. Dan teman terbaik Y/N.
Awalnya indah. Latihan bareng, misi bareng, ketawa bareng.
Sampai Lanae dilantik jadi anggota inti Council.
Sejak itu semuanya berubah.
Rapat penting: "Y/N telat kasih data." Padahal data itu Lanae yang sembunyiin.
Misi gagal: "Ini karena Y/N salah ambil keputusan." Padahal Y/N cuma nurut perintah Lanae.
Di belakang: "Hati-hati sama Ravylen. Dia tusuk dari belakang."
Fitnah.
Makian.
Diabaikan di meja makan.
Di-delete dari grup misi.
Dipojokkan di depan 40 anggota Council.
Setiap Y/N mau jelasin, Lanae duluan yang nangis. "Aku kecewa sama kamu, Y/N..."
Dan semua orang percaya Lanae. Karena Lanae "korban".
Cuma 3 orang yang tetap di samping Y/N. Gin. Key. Caine.
"Gak semua orang buta, Y/N," kata Key waktu itu. "Kami lihat."
Tapi lihat doang tidak cukup buat ngelawan Council.
---
kembali sekarang
"Batuk..."
Darah merembes di ujung bibir Y/N.
Alat monitor berbunyi pelan. Garisnya mulai tidak stabil.
Gin panik. "Perawat! Dokter! Tolong!!"
Tapi Y/N menahan tangan Gin.
"...gak usah... aku capek... Gin..."
"Y/N jangan..."
Y/N menatap mereka bertiga. Satu-satu.
"...makasih... karena percaya... sama aku... pas... semua orang... ninggalin..."
Napasnya tertahan.
"...dunia emang ga adil... tapi... ketemu kalian... itu satu-satunya... adilnya..."
Tit........
Garis di monitor Jadi satu garis lurus.
"Y/N?!"
"Y/N BANGUN!!"
"KEY PANGGIL DOKTER!!"
Tapi sudah terlambat.
Y/N Ravylen menghembuskan napas terakhirnya di kamar 09.
Ditemani hujan. Ditemani 3 orang yang percaya padanya.
Tanpa Lanae.
Di luar, hujan semakin deras.
---
CILUK BA
segitu dulu yah masi pusing mikirin selanjutnya kek gimana "hmm.. apa aku bikin y/n nya reinkarnasi,terus lanae nya tau dia khianat terus dia ikutan dimaki WAW lalu arwah y/n masuk ke reinkarnasi? OMG bagus ga sih?
---
YOU ARE READING
Dibalik Council
Action"dunia ga adil ya.., makasih.. yang udah temenin aku...." *y/n menghembuskan nafas terakhirnya di rumah sakit* ~-_-_-_-_-~↓↓↓ novel tentang ketidakadilan kepada hidup 'y/n Ravylen' selama di The council ia dikhianati terus oleh temannya yang bernam...
