Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

1. di jodohkan

1.1K 22 5
                                        


Sudah seminggu gue mendapatkan kabar bahwa diri ini dijodohkan dengan anak perusahaan sebelah, Arkana pradana.

Kami akan menikah minggu depan, 'cepet gila buset dah' kata guee

Yah bisa opo aku mass, ini juga demi perusahaan yang lagi naik turun 'roller coster'

Sore ini kita mao fitting baju dulu, sekalian mam. Arkana jemput gue pake motor sportnya

Pas itu gue liat lingkaran panda yang superr item kek ke tonjok, truss kan tu motor tinggi bener nyak otomatis gue pegangan di bahunya ihh panasnya berasa dari luar kaos

"Ehh kan lu sakit?" Tanya gue

"APA?" tanyanya lagi

"LU SAKIT?" gua ulang

"ENGGAK CUMA PUSING DIKIT" jawabnya

"LU GILA YA? NGAPA BAWA MOTOR SIH?" Kesel dech

"KAN GUA GPP" teriaknya

Pembicaraan itu berhenti bersama dengan menyalanya lampu merah, gua yang iseng pun mijet tengkuknya

"Heek" sendawa kecil keluar melalui mulut arkana, gua yang mendengar itu pun terkekeh kecil

"Lu masuk angin nih"

"Ya biarin ajah jan di pijit ntar sendawa mulu gue"

Kagak masuk akal nih bocah bukannya klo sendawa malah bagus ya?

Skip beres fitting baju

"Arkan gua laperr" katanya sambil mengerucutkan bibir

"Yaudah pen makan apa?"

"Terserah"

'Dasar kaum hawa' gerutu arkana dalam hati

"Ya lo pen apa?"

"Mie ayam"

'Nahh itu bisa jawab ngapa gua harus verifikasi dua kali sih' batin arkana

"Kok lu makin pucet sih?" Tanya Dara, arkana hanya mengangkat bahu sambil melaju kan motor

Sesampainya di tukang mie ayam gua mesen dua porsi

"Kan kok lu makannya dikit?"

"Aslam" jawabnya dan akuh hanya ber-ohh ria saja

Setelah mengantar dara pulang arkan langsung masuk kekamarnya

Ibu yang melihat gelagat aneh dari sang anak pun menghampiri kamarnya dan benar saja keadaan anak itu semakin parah

Sebelum menjemput dara, arkan sempat berkata bahwa ia merasa kurang enak badan

Mungkin karena anak itu bersikukuh membawa motor keadaannya makin makin

"Mo mama kerokin sayang?" Pertanyaan sang ibu pun hanya di jawab dengan gelengan

"Pijitin aja ma.." menyedihkan sekali pikir sang ibu

Sang anak pasti kerepotan dengan segala huru hara yang terjadi, mulai dari turunnya perusahaan dan perjodohan yang tak bisa di tunda

"Yaudah, buka baju buru" secepat kilat sang anak sudah kembali tengkurap

Ibu balur kan minyak urut di punggung arkana

"Heek...heekk..uhh" sendawa arkana hanya dengan di balur saja

"Heekh...heeek..shh"

"Aghh sakit mah" sang ibu yang gemas tak sadar bahwa ia telah menekannya terlalu kencang

"Pelanin heeek auh"

"Dah pelan ini kamu nya aja lagi gak enak badan jadi sakit"

"Heek" sang mama pun ikut bersendawa

"Heek heekk a heek a-aduh" ringis arkan saat sang mama memijat betisnya

Sekarang tangan ibu beralih ke tengkuk hingga belakang telinga

"Heek heekh heek heek agh heek uek heek heekkh" (scene ini kayak pas gua mijitin mak gua jih, gak berenti berenti)

"Heeeeeeeeek"

"Dah balik badan" yang diberi perintah hanya bisa menurut

"Heek heek heek.." sendawa arkan tak ada hentinya bahkan hingga ia kesulitan bernafas

Dhutt

Suara angin terdengar dari silit arkana

"Bau ihh" gerutu ibu

"Dah beres sana pake baju ama minum obatnya" arkana hanya dapat mengangguk


Ramein yukk



SAKIT MULUUUCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang