SEBELUM BACA BUDAYAKAN FOLLOW, VOTE DAN TINGGALIN JEJAK DENGAN KOMENTAR
DILARANG MELAKUKAN AKSI PLAGIAT ❗️
••••
Di antara riuhnya pelabuhan dan bau asin laut yang masih melekat di kayu-kayu dermaga, takdir seakan sengaja mempertemukan dua dunia yang...
Hai semua. Terima kasih yang sudah mampir ke cerita ini. Jangan lupa follow, vote, dan komen-komen di sini ya.
Ini adalah novel historical fiction keduaku. Novel ini ngga ada hubungannya sama novel sebelumnya, yaitu "Rajutara - Di Bawah Panji Mataram".
Namun, latar cerita ini masih satu napas dengan Rajutara. Masih di era Mataram Islam. Tapi di masa Raja Susuhunan Hanyakrakusuma atau yang akrab kita kenal dengan gelar Sultan Agung, pada tahun 1617 dan seterusnya.
Kisah dalam novel ini merupakan karya fiksi. Meskipun menggunakan latar waktu, tempat, budaya, serta beberapa tokoh dan peristiwa yang terinspirasi dari sejarah Nusantara, sebagian besar alur, dialog, karakter, dan pengembangan ceritanya merupakan hasil imajinasi penulis.
Segala bentuk penyesuaian, penambahan, maupun perubahan terhadap fakta sejarah dilakukan semata-mata untuk kepentingan penceritaan. Oleh karena itu, novel ini tidak disarankan untuk dijadikan sebagai rujukan atau sumber sejarah.
Apabila pembaca ingin mempelajari sejarah yang sesungguhnya, penulis sangat menganjurkan untuk merujuk pada buku, jurnal, arsip, atau sumber sejarah yang dapat dipertanggungjawabkan.
Selamat membaca, dan semoga menikmati perjalanan dalam kisah ini.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
INSPIRED BY PINTEREST ya guuyyyssss
Nanti kalau aku sudah mengumpulkan dana, aku akan beli ke ilustrator untuk visual mereka seperti novel Rajutara
••••
Sekali lagi! Seluruh kisah dalam novel ini adalah karya fiksi dan merupakan hasil imajinasi penulis. Sebagian besar tokoh, alur, dialog, serta peristiwa di dalamnya bersifat rekaan. Hanya beberapa tokoh dan latar sejarah yang diadaptasi dari catatan sejarah sebagai inspirasi. Novel ini tidak bertujuan untuk mengubah, memutarbalikkan, atau menggambarkan sejarah secara akurat. Apabila terdapat kesamaan nama, tempat, maupun peristiwa dengan sejarah yang sebenarnya, hal tersebut semata-mata digunakan untuk mendukung kebutuhan cerita. Oleh karena itu, pembaca diharapkan menikmati novel ini sebagai sebuah karya fiksi berlatar sejarah, bukan sebagai sumber referensi sejarah.