Kilatan lampu kamera memenuhi Grand Orion Convention Hall.
Sorak tepuk tangan bergema dari segala penjuru ruangan, bercampur dengan dentingan musik orkestra yang mengalun megah. Puluhan tamu undangan dari berbagai negara berdiri memberikan standing ovation, sementara para model berjalan anggun di atas runway dengan koleksi busana yang memukau.
Di layar LED raksasa terpampang satu nama.
AURELIA WINTHER ASHFORD.
Nama yang dalam lima tahun terakhir menjadi langganan majalah fashion internasional. Sosok perempuan muda yang berhasil membangun kerajaan mode dengan gayanya sendiri.
Setiap desainnya selalu memiliki satu ciri khas.
Tidak berlebihan.
Tidak terlalu ramai.
Namun selalu menyimpan detail kecil yang membuat siapa pun langsung tahu...
"Ini pasti karya Aurelia."
Lampu panggung perlahan meredup.
Seorang perempuan bergaun putih gading melangkah keluar dari balik tirai.
Gaunnya sederhana, tetapi setiap potongan kainnya terasa begitu hidup.
Rambut hitam panjangnya dibiarkan tergerai lembut, sementara senyum hangat di wajahnya membuat seluruh ruangan kembali dipenuhi tepuk tangan.
"Miss Aurelia!"
"Ke sini, Miss!"
"Tolong lihat kamera!"
Kilatan kamera kembali menyala tanpa henti.
Aurelia tertawa kecil sambil melambaikan tangan.
"Pelan-pelan dong," godanya. "Nanti kameranya capek."
Ucapan itu langsung mengundang gelak tawa para wartawan.
Begitulah dirinya.
Di atas panggung ia terlihat elegan bak seorang ratu.
Namun begitu membuka mulut...
Semua orang tahu kalau perempuan itu sama sekali tidak jaim.
Setelah menyapa para tamu, ia turun dari panggung menuju area konferensi pers.
Seorang wartawan langsung mengangkat tangan.
"Miss Aurelia, koleksi malam ini luar biasa. Apa inspirasi terbesar Anda?"
Aurelia berpura-pura berpikir keras.
"Hmm..."
Ia menatap langit-langit ruangan beberapa detik sebelum menjawab dengan wajah serius.
"Tagihan listrik."
Ruangan mendadak hening.
"..."
"..."
Lalu...
"Hahahahaha!"
Gelak tawa pecah di seluruh ruangan.
Aurelia ikut tertawa sambil mengangkat kedua tangannya.
"Aduh, bercanda. Jangan ditulis beneran ya."
Suasana yang tadinya formal berubah hangat dalam sekejap.
Itulah alasan mengapa banyak orang menyukainya.
Ia berbakat, tetapi tidak pernah merasa paling hebat.
Cantik, tetapi tidak pernah bersikap angkuh.
Seorang wartawan lain kembali bertanya.
"Kalau target Anda tahun ini apa, Miss?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Until You Choose Me
RomanceSeorang desainer fashion ternama yang terkenal karena kecantikan, bakat, dan tingkahnya yang super cegil, meminta kedua orang tuanya untuk menjodohkannya dengan pria yang sudah diam-diam ia cintai selama bertahun-tahun. Masalahnya... Pria itu sudah...
