Di ketinggian 38.000 kaki, takdir tidak pernah bertanya izin.
Renatta Wijaya hanya ingin kabur-dari perjodohan yang diatur, dari nama besar keluarganya, dari hidup yang tak pernah benar-benar miliknya. Ia tidak menyangka, pelarian itu justru mempert...
Halo, semuanya! Selamat datang kembali di cerita terbaruku.
Cerita ini akan membawa kalian menyusuri petualangan visual yang estetik, mendalam, dan penuh getaran emosional di tengah megahnya bumi Swiss. Sebuah kisah tentang pelarian, takdir, rahasia masa lalu, dan cinta yang tumbuh di langit tertinggi.
Jangan lupa untuk menekan tombol bintang (vote) di pojok kiri bawah setiap bab, serta penuhi kolom komentar dengan teori atau reaksi kalian di setiap paragraf favorit, ya! Dukungan kalian sangat berarti untuk kelanjutan petualangan tim Wild & Free.
Happy reading, Guys! Let the journey begin. ✨
❍❍❍
Orang-orang sering mengatakan bahwa Swiss adalah potongan surga yang jatuh ke bumi. Sebuah negeri dongeng tempat hamparan salju abadi memeluk keheningan Pegunungan Alpen, dan gemerlap lampu malam di Zurich terasa begitu hangat di tengah musim dingin. Namun, bagi Renatta Wijaya, keindahan Swiss yang megah itu tidak pernah menjadi alasan utama mengapa hatinya tertinggal di sana.
Bagi Renatta, seluruh dunianya justru berputar balik di sebuah ruang yang sempit. Di dalam sebuah tabung besi yang terbang membelah sunyinya cakrawala, tepat pada ketinggian tiga puluh delapan ribu kaki di atas permukaan laut. Di tempat yang paling dekat dengan langit itulah, takdir meruntuhkan seluruh dinding es di hatinya lewat sepasang mata milik satu nama: Arjuna Mahendra.
"Gue nggak pernah menyesal kabur malam itu, Jun," bisik Renatta pada kesunyian kamarnya yang dingin.
Jemari lentiknya bergerak perlahan, meraba selembar kertas usang yang sudah menguning di dalam dekapannya. Setitik air mata jatuh tanpa bisa ditahan, membasahi tinta tulisan tangan yang mulai memudar akibat termakan waktu. Pikiran Renatta kembali melayang pada malam-malam hangat di Swiss, saat Arjuna menggenggam tangannya erat di tengah badai salju, menatapnya dengan binar mata yang seolah mengatakan bahwa Renatta adalah satu-satunya alasan mengapa cowok itu bernapas.
"Ren, semesta itu luas banget," suara bariton Arjuna yang khas kembali terngiang di benaknya, begitu nyata hingga membuat dada Renatta terasa sesak oleh kerinduan yang membuncah. "Tapi dari jutaan manusia di bawah sana, gue cuma mau tersesat di hati lo. Jangan pergi, ya? Karena kalau lo hilang, gue nggak tahu lagi jalan buat pulang."
Renatta memejamkan mata erat-erat, mendekap kertas itu ke dadanya. Sebuah tulisan terakhir dari Arjuna yang kini menjadi saksi bisu, bahwa di dunia yang fana ini, pernah ada satu cinta yang abadi di langit tertinggi:
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
𝐀𝐑𝐉𝐔𝐍𝐀 𝐌𝐀𝐇𝐄𝐍𝐃𝐑𝐀
◑ Karakter: Produser sekaligus Co-Host program dokumenter "Wild & Free". Pemuda berusia 27 tahun asal Jakarta yang diberkahi visual luar biasa tampan. Di balik karismanya, ia adalah cowok yang santai, hangat, dan hobi melontarkan banyolan konyol. Namun, Arjuna memendam masa lalu yang cukup dalam; ia pernah menyukai Laras selama dua tahun tetapi memilih mundur demi kebahagiaan sahabatnya sendiri. Bagi Arjuna, komitmen dan janji seorang pria adalah harga mati.