(1) alpha jurusan

1 0 0
                                        

Arya hidup sebatang kara di jalanan kota Z. Kota keras yang menjadi pusat bisnis kriminal dunia, kota yang tak punya hukum negara, dan kota yang punya aturannya sendiri.

Arya tak ingat kapan terakhir ia menatap wajah ibunya, yang dia ingat dulu saat masih kecil ia pernah di bawa jalan jalan oleh seorang wanita ke wahana permainan. Setelah itu ia tak pernah menemukan wanita itu lagi setelah ia naik salah satu wahana.

Arya hidup sebagai kuli angkut dari umurnya masih menginjak usia 6 tahun, ia sudah bekerja sebagai kuli angkut. Dan sekarang ia sudah berumur 15 tahun, usia yang sudah bisa masuk ke sekolah menengah atas.

Di kota Z walaupun semua warganya terlibat kriminalitas, tapi pemerintah kota Z membuat aturan agar semua warganya bersekolah tanpa di pungut biaya sepeserpun.

Hari pertama, Arya memasuki gerbang sekolahnya yang baru, tertulis besar di gerbang depan sekolah 'SMK Z1' itulah sekolahnya yang baru. Ia bisa masuk ke SMK Z1 berkat pencapaiannya di SMP, yang unggul di mata pelajaran. Arya berjalan menyusuri koridor di sekolah itu, ia mencari arah ke ruang sekretariat untuk mengkonfirmasi kelasnya.

Sekolah di kota Z tak memiliki aturan tetap, semua peraturan di tentukan oleh siswa, dan guru hanya memberikan pelajaran jika memang ada yang mau belajar, bukan seperti sekolah pada umumnya yang semua siswa di wajibkan belajar.

Setelah konfirmasi, Arya mencari kelasnya 'TKJ 2' nama yang diberikan gurunya tadi. Dia pun mencari ke setiap kelas yang ada di lantai 1 sekolah, di setiap kanan dan kiri koridor sekolah banyak anak laki laki sedang merokok atau sekedar bermain kartu, bahkan ada beberapa yang tampak sedang menuangkan minuman keras.

Arya tak ambil pusing dengan semua itu, ia segera mencari kelasnya dan di dapati lah kelasnya yang berada di paling ujung koridor, tepat bersebelahan dengan tembok pembatas ke lapangan luas samping sekolah.

"Sampai sini masih aman" ucap Arya dalam hati
Tak lama setelah Arya duduk di tempat duduknya, sekelompok siswa masuk ke kelasnya.

"Setoran, setoran" ucap orang paling depan yang baru masuk

"Buat apaan bang?" Tanya seorang siswa bingung, nampak badge di baju siswa yang masuk itu berasal dari kelas 2 dan ia bernama satria

"Buat ini!" Jawab Satria yang di tanya seraya meninju muka siswa yang barusan bertanya

"Kalo ga mau bayar setoran, kalian akan seperti dia" ucap Satria sambil menunjuk siswa yang pingsan setelah di tinju sekali olehnya

Setelah kejadian tersebut seluruh siswa terdiam tak berkata apa apa, takut takut nanti di pukul oleh kaka kelas mereka. Setelah semua menyerahkan setoran, tinggal Arya yang belum memberikan uang. Ia masih duduk santai di bangku belakang dengan earphone terpasang di telinganya, semua kaka kelas itu menatapnya bingung sekaligus geram

"Woi anjing, sini mana duit lu?!" Ucap Satria kesal

"Hah? Paan? Ga denger gw" tanya Arya melepas earphone nya

"Setoran sini bangsat, mau gw pukulin lu?" Tanya Satria marah

"Gak ah, gw ga ada duit" ucap Arya enteng

"Anjing, anak TKJ aja songong lu. Lu tuh anak cupu, jangan tengil" geram Satria melihat lagak anak di depannya

" Ngapain takut? Kalo gw bisa lawan kalian semua" ucap Arya menunjuk 20 orang kaka kelas yang ada di depannya

"Anjing songong, seraaanggg" ucap Satria

Semua anak kelas 2 yang jumlahnya ada 20 orang itu serempak maju berlari menuju Arya yang ada di bangku belakang, Arya masih duduk tenang di bangkunya sambil menatap tajam seluruh anak kelas 2.

Anak kelas 2 yang menatap Arya serentak semuanya berhenti melihat ada aura membunuh yang kuat, mereka sedikit takut menatap Arya.

"Ngapain berhenti, hajar!!!" Teriak Satria di belakang 20 orang itu.

Lalu setelahnya mereka kembali maju dan serempak mendekati Arya, saat semua sudah mendekat Arya memberikan pukulan demi pukulan ke arah semua lawannya yang ada di jangkauannya, setiap orang yang terkena pukulan Arya langsung jatuh tak sadarkan diri, bisa di bilang 20 orang yang maju menyerangnya bisa dikalahkan hanya 20 DETIK, setiap orang menerima 1 pukulan dan setiap satu pukulan itu pula Arya menang.

"Fyuh, untung ga semua kekuatan gw keluarin, kalo nggak gw tahan bisa pada mati nih bocah" ucap Arya sambil menatap para musuhnya yang sudah terkapar tak sadarkan diri

Lalu ia mengambil semua uang yang ada di baju dan celana anak kelas 2 yang sudah pingsan tersebut

"Aduhh" gumam Satria takut sebab Arya berjalan mendekatinya

"Jangan cari masalah sama gw dan anak anak TKJ, kasih tau sama orang yang menguasai sekolah ini, dan balikin semua duit yang udah lu ambil dari anak anak kelas gw"

Ucap Arya sambil menampar nampar pelan pipi Satria, setelah itu ia pergi meninggalkan satria yang masih mematung ketakutan.

Di kantin.

"Ahhh laper, makan apaan yak? Mumpung dapet duit dari bocah bocah tadi" Tanya Arya pada dirinya sendiri "bakso saik kali nih" ucapnya lagi sambil tersenyum melihat ibu ibu penjual bakso.

"Bu 1 porsi ya" ucap Arya di depan ibu penjual bakso

"Siaapp" kata ibu penjual bakso sambil mengacungkan jempolnya

Arya memilih duduk di pojok kantin dan menunggu pesanannya. Tak lama kemudian, datang segerombol anak anak dari jurusan otomotif tingkat 2. Arya bisa melihat dari badge di baju yang mereka pakai. Dan mereka menghampiri Arya

"Jadi lu yang ngasih peringatan ke penguasa sekolah ini?" Tanya orang paling depan yang bernama aji

"Anda betul sekali" jawab Arya dengan gerakan pembawa acara kuis

"TKJ aja jangan sok keras lu anjing" bentak aji

"Dih, ko ngamok, terus lu siapa dah?" Tanya Arya meledek

"Gw penguasa kelas 2. Ngerti lu?" Jawab aji angkuh

"Ohhh, lu orang yang nyuruh bocah tadi buat minta jatah?" Tanya Arya

"Kalo iya kenapa?" Tanya aji lagi

*Buag

Aji di tonjok Arya tepat di batang hidungnya, dan kepalanya terhuyung kebelakang. Ia merasakan bahwa hidungnya hancur dan kepalanya pening seketika, tiba tiba ia tak sadarkan diri dan ambruk di depan 30 orang anak buahnya

"Cih, penguasa tahun ke 2 apaan lemah kaya gitu!" Ucap Arya "kalian semua maju!! Sebelum gw yang maju!" Teriak Arya ke 30 orang di depannya

30 orang tersebut pun masih tertegun melihat Aji tak sadarkan diri yang menurut sejarahnya mampu menahan serangan si penguasa sekolah yang ada di tahun ke 3, bahkan menurut rumor Aji dapat mengalahkan 50 orang sendirian hanya menggunakan sebatang kayu dari sapu yang patah.

"Selowww, kita 30 orang dia sendirian. Kita pasti menang!!" Ucap salah satu orang

"MAJJUUU" ucap yang lainnya

Mereka semua serempak maju menghadang Arya, tapi semuanya bisa dikalahkan dengan mudah seperti melawan Satria saat di kelas tadi. Setelah semuanya jatuh dan banyak yang tak sadarkan diri, ia pun lalu mengambil uang yang ada di semua anak anak yang sudah jatuh tersebut

"Makan enakk malem ini, heheheh" ucap Arya senang melihat uang yang ia kumpulkan dari 30 anak yang sudah ia tumbangkan

Di pojok kantin paling ujung, seorang anak ber sweater dan bertudung sedang duduk dan merokok mengamati kejadian barusan

"Arya, anak sebatang kara yang menghabiskan hidupnya di jalanan, sang 'petarung jalanan' yang melegenda, diusia 10 tahun mampu mengalahkan puluhan orang dewasa, ga suka pemalakan dan pembullyan. Ternyata dia memilih sekolah ini" ucap pria itu

SANG PETARUNGCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang