Hemos actualizado nuestras Pautas de Contenido.
Consulta las pautas más recientes para seguir compartiendo historias de forma segura.

prolog

197 7 0
                                        

donghyuck adalah seorang, orang tua tunggal untuk anak semata wayangnya, yang kini sudah berusia 17 tahun. anaknya telah tumbuh menjadi gadis cantik yang manis.

luka masa lalu, dimana masa tersulit donghyuck yang di tinggal pergi oleh suaminya dalam keadaan hamil besar, membuat donghyuck bertekad. jika ia akan menghabiskan sisa umurnya hanya dengan haechan.

namun tekad itu hilang, ketika pada suatu malam ia bertemu seseorang yang membuat hidupnya menjadi lebih berwarna.

sosok yang selama ini ia butuhkan, dan sosok yang akan membuat putrinya merasakan peran ayah walau sedikit terlambat.

haechan, putri semata wayangnya tentu bersemangat ketika akhirnya donghyuck keluar dari benteng kesendiriannya setelah 17 tahun menjadi orang tua tunggal.

maka pesta pernikahan pun terjadi. donghyuck terlihat bersinar ketika bersanding di atas pelaminan bersama pria tampan yang kini menjadi suaminya sekaligus ayah dari putri 17 tahunnya.

haechan tersenyum, menatap ibu dan juga ayah tirinya yang terlihat bahagia, berdiri bersebelahan sambil bergandengan tangan.

"cie cie bakal ada yang punya adik nih gak lama lagi" canda kawan baik haechan.

haechan hanya tersenyum menanggapinya. tak masalah jika di usianya yang sekarang ia di beri hadiah adik. toh, donghyuck masih sangat muda dan masih sangat cocok mempunyai satu balita lagi.

"kalau mereka terlalu berisik, kamu nginep aja di rumah aku"

haechan menyerengit "berisik? berisik kenapa?" tanya nya heran.

"biasalah pengantin baru"

mereka terkekeh pelan. haechan jadi tau maksud candaan teman temannya. dia bukan lagi anak berusia 6 tahun, dia sudah remaja dan tentu saja mengerti akan maksud dari celetukan temannya.

"hm, aku sering memergoki papa dan mamaku. iuhh menjijikan melihat mereka bertelanjang sambil berpelukan, apalagi kalau mama sudah berteriak" renjun bergeridik geli ketika bayangan orang tuanya muncul.

"hng, aku malah sebaliknya aku bahagia melihat papa dan mama yang romantis. bahkan ketika aku gak sengaja melihat mereka sedang begitu, maka aku akam diam diam menonton sampai mereka selesai"

haechan dan renjun saling pandang. tak heran dengan keajaiban pola pikir jaemin yang menurut mereka sering di luar nalar.

"kalau kamu, nanti mau gimana chan?" tanya jaemin lagi.

"hah, gimana apanya?"

"mmm ituloh, mau nonton sampai selesai, atau jijik kaya renjun?"

haechan hanya mengangkat bahunya acuh, sementara renjun mencubit pinggang jaemin.

"hanya orang gila kaya kamu yang menonton ibu dan ayahnya melakukan hal itu sampai selesai" geram renjun.

"loh emangnya salah?" tanya jaemin polos.

renjun merolingkan matanya malas "udah yu chan biarin aja si idiot jaemin mikir sendirian. dari pada ladenin dia mending kita habisim semua makanan disini"

ketiga gadis remaja itu, kini sibuk berkeliaran di stand makanan. sampai sampai mulut mereka penuh dengan berbagai cake dan makanan berat lainnya.

"kak haechan, di panggil buat foto" ujar salah seorang gadis berusia 10 tahunan.

haechan mengangguk lalu pergi menghampiri ayah dan ibunya.

"astaga, belepotan banget si" donghyuck menatap geli kepada haechan yang belepotan coklat dan cream kue di sekitar bibirnya.

"makan nya lain kali pelan pelan aja, gak bakal ada yang ambil makanan kamu kok" mark, ayah tiri haechan mengusap bibir haechan yang belepotan dengan tangannya, membuat haechan sekejap mematung.

"nah udah bersih, ayo kita foto" ujar donghyuck ketika melihat haechan tak seberantakan sebelumnya.

haechan berdiri di antara ibu dan ayah tirinya, ia tahu betul jika kini pinggangnya di rangkul oleh jemari besar mark. tubuhnya sedikit menengang ketika merasakan sapuan lembut di punggungnya karena gaun yang ia kenakan terbuka di bagian belakang.

hingga suara dari fotografer membuyarkan lamunannya.

............

kehidupan setelah pesta pernikahan donghyuck dan mark, membawa perubahan besar di dalam rumah mereka.

kursi meja makan yang dulu terlalu kosong, kini sedikit lebih ramai.

bau kopi di pagi hari membuat rumah mereka jauh lebih hangat dari pada sebelumnya.

donghyuck selalu bangun lebih awal, menyiapkam sarapam untuk anak serta suaminya. tak jarang haechan melihat keromantisan ibu serta ayahnya yang terasa asing di matanya, namun justru membuat hatinya menghangat setiap kali mark membubuhkan ciuman untuk donghyuck.

mark juga membuat perubahan besar untuk haechan. kini rasanya hidup haechan jadi lebih muda daripada sebelumnya, mark mengambil banyak peran yang selama ini tidak pernah haechan dapatkan.

mark mengantar dan menjemputnya ke sekolah, dan mark juga menemaninya mengerjakan pr. persis seperti yang jaemin dan renjun ceritakan tentang ayah mereka yang selalu membantu mereka.

haechan sangat berterima kasih kepada mark karena telah mengisi kekosongan di dalam hidupnya dan donghyuck.

6 bulan menjadi keluarga bahagia. haechan harap merek akan terus bersama sama selamanya.

stepfatherHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora