We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.

Galih dan Bayan < 1 >

1.6K 85 7
                                        

halo semua!

kembali lagi dengan cerita kedua aku :)

semoga suka >.<

jangan lupa vote+komen!!

***

"telat banget lo, lumutan gue nunggunya. " kesal si pemuda manis

"gimana ga telat, lagian kamu ini pulang ko tiba-tiba banget. "grutu lawan bicaranya

"maaf, namanya juga mau cepet-cepet pulang. " ucap bayan, riko mendengus mendengarnya

"makanya sampean tuh kalau nge rantau jangan lama-lama"

"namanya juga kerja, lo tau kan gue gimana."

"iya atuh, tapi beda ya yang udah dari kota mah ngomongnya pake lo-gue " kekeh riko

"hehe. iya maaf kebiasaan.. " bayan ikut terkekeh

"udah ah, aku ga sabar nyampe rumah" bayan sudah duduk manis, mereka akhirnya berangkat dengan riko yang membawa motor

"kamu tau ga, nanti kalau ibu liat anaknya tiba-tiba pulang bisa-bisa pingsan. " celetuk riko

"gak akan, orang yang diliat anaknya bukan hantu. " balas bayan

"iya anaknya yang udah ngilang tujuh tahun. " santai riko

"kerja riko, bukan ngilang. "

"kerja ko sampe tujuh tahun. "

"tapi dengan kerja di kota ekonomi keluarga sekarang lumayan rik, rumah juga udah gedongan bukan lagi panggung yang hampir roboh itu. " jawab bayan

"iya, tapi kamu tau gak gara-gara kamu lama di kota warga desa sampe ada yang bilang kamu itu kabur dari rumah bukannya kerja. " jelas riko, bayan ngangkat bahu acuh terlihat gak terlalu peduli

toh ngapain peduliin omongan orang?, hidup mah masing-masing aja

***


kini mereka sudah sampai di gerbang desa Sukajaya, menurut bayan desa nya sudah terlalu banyak yang berubah setelah ia tinggal tujuh tahun ke kota

jalananya sudah tidak lagi berlubang, dan rumah-rumah warga sepertinya juga mulai bertambah

sampainya mereka di depan rumah gedong warna hijau, benar yang dikatakan bayan rumah nya yang dulu hanya rumah panggung kecil sekarang sudah berubah menjadi rumah gedongan yang lumayan besar.

"nyampe juga akhirnya. " riko segera menurunkannya koper bawaan bayan yang memang di taruh di depan

"eh yan. " bayan menoleh

"ingat salam dulu, awas nanti si ibuk kaget terus pingsan " bayan terkekeh

"aman lah, oh iya makasih ya udah jemput " riko mengangguk, kembali menaiki motornya

"yo wis aku balik dulu. " bayan melambay setelah temannya itu pergi menjauh

menarik nafas pelan lalu hembuskan

"ayo bayan jangan takut. "ucapnya menyemangati diri, bayan segera manerik kopernya menuju pintu rumah yang sedikit terbuka

"permisi. " terdengar sahutan suara perempuan dari dalam

tak lama pintu sepenuhnya terbuka menampilkan wanita setengah baya yang masih terlihat cantik

"astaga!. " terlihat jelas raut terkejut di wajah wanita itu

sedangkan orang yang diteriaki cuma nyengir tak berdosa

"halo bu. " sapa bayan pelan

"kamu siapa?, ko suaranya kaya anak ibu. " lah ko ga kenal

"buk -

"tuh kan, suaranya mirip anak ibu bayan. " pekiknya kaget

"eh tapi masa kamu anak ibu, anak ibu tuh jelek dekil, kulitnya juga item gak putih bening kayak gini. " lanjutnya heran

bayan sampe diem denger ibunya ngomong gitu, bayan sadar dulu dia emang jelek item dekil.

"bu ini bayan, bayan pulang bu. " bayan sampe pegang kedua bahu ibunya

"bayan anak ibu?. " bayan ngangguk

"kamu to le!. " ibu sampe nyentuh pipi bayan

"ko kamu berubah, ini juga kulitnya ko jadi beda warnanya putih. " duh di kira bayan bunglon kali bisa beda-beda warna

" ya iyalah bu beda, bayan juga kan ngerawat diri di kota " ibu ngangguk ngerti, paham juga kenapa bisa putranya pulang dari kota bisa sampe berubah drastis

"ibu kira siapa ternyata kamu, betah juga kamu di kota sampe baru sekarang ingat rumah. "

"betah gak betah bu namanya juga kerja. "

"bu aku ga di biarin masuk nih?, aku juga laper " lanjut bayan memelas

"iya ayo, ayo masuk kamu pasti juga capek ya, untung tadi ibu masak banyak. " bayan masuk ngikutin ibunya

"kamar kamu itu di sana, itu kopernya taruh aja disitu kamu makan dulu aja. "ibu narik tangan bayan menyuruhnya duduk di kursi makan

"makan yang banyak. " bayan tersenyum, ibunya masih sama selalu yang terbaik

"bapak kemana bu? " tanya bayan di sela-sela makannya

"di sawah, bapak kamu itu kalau pagi-pagi gini udah ke sawah "

"ibu mau balik kebelakang, kamu lanjut aja makannya" bayan mengangguk, kembali makan makanannya

"ah kenyang banget. " mengusap usap perut kenyangnya, lalu membawa piring kotornya ke dapur untuk dicuci

"beres-beres dulu. "katanya mengambil tas juga koper membawanya ke kamar

semua barang sudah bayan taruh di tempatnya tak lupa bayan yang sudah mandi tentunya

"hoam... ngantuk banget " bayan sampe nguap lebar saking ngantuknya

"tidur dulu kali ya. " matanya sudah berat sedari tadi, akhirnya rasa kantuk mengalahkannya, bayan memejamkan kedua matanya menyelam alam mimpi











________
Next!

Galih dan Bayan &lt; End &gt;Stories to obsess over. Discover now