Prolog

40 2 0
                                        

Tidak semua pertemuan diawali dengan perkenalan.
Tidak semua rasa tumbuh karena sering bersama.
Dan tidak semua takdir datang setelah kita selesai menunggu.

Ada kalanya Allah mempertemukan dua hamba yang tak pernah saling mengenal, tetapi sama-sama sedang belajar memperbaiki diri.

Seseorang menjaga hatinya dengan menundukkan pandangan.
Seseorang lainnya menjaga dirinya dengan terus memperbaiki akhlak dan ilmu.

Mereka hidup di tempat yang berbeda, menjalani hari dengan cerita yang berbeda. Memanjatkan doa yang berbeda, namun menuju Tuhan yang sama.

Itulah sebabnya Allah tidak selalu mempertemukan manusia secepat yang mereka inginkan.

Sebab ada hati yang harus lebih dahulu dipersiapkan, ada ilmu yang harus lebih dahulu dipelajari, dan ada diri yang harus lebih dahulu diperbaiki.

Bukankah sesuatu yang berharga memang layak diperjuangkan dengan kesabaran?

Mungkin ketika waktu itu tiba, mereka akan menyadari bahwa tidak ada penantian yang sia-sia jika semuanya disandarkan kepada Allah.

Sebab di balik setiap doa yang terus diulang, selalu ada rahasia takdir yang sedang Allah sempurnakan.

"...Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu. Dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui."
- QS. Al-Baqarah: 216 -

SIRRUL QADAR 1Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang