Haloo!👋
Selamat datang di cerita haluku.
Semoga betah, jangan lupa vote dan komen kalau suka...
Enjoy reading🤍
- EtherealNR-
...
Carmen Kim selalu percaya bahwa takdir memiliki selera humor yang sangat buruk.
Jika ada yang mengatakan padanya tiga tahun lalu bahwa dia akan berakhir menjadi seorang duda keren? oke, coret kata keren karena isi dompetnya tidak mendukung.
Yang sekarang mengendarai motor bebek keluaran tahun 2005 dengan knalpot yang bunyinya mirip batuk kakek-kakek, Carmen pasti sudah menertawakan orang itu.
Namun, di sinilah dia sekarang.
Terjebak di lampu merah perempatan jalanan yang terik, mengenakan jaket jins belewokan, dengan seorang anak perempuan berusia lima tahun yang berdiri di depannya sambil asyik mengupil.
"Papi..." panggil anak kecil itu.
Lalu dengan santainya menyeka tangannya yang habis mengupil ke celana jins Carmen.
Carmen tersentak, langsung menghela napas pasrah. "Apa, Stella? Dan tolong ya, jangan lap harta karun kamu ke celana Papi. Ini celana satu-satunya yang belum bolong di bagian lutut."
Stella, yang wajahnya adalah jiplakan sempurna dari Carmen saat masih kecil, kulit agak tan, mata bulat jenaka, dan senyum super lebar, menoleh ke belakang dengan cengiran tanpa dosa.
"Papi... Stella laper."
"Laper? Kan tadi udah makan di sekolah, adek."
"Tadi di TK cuma dikasih biskuit regal satu biji sama Ibu Guru," adu Stella, mengerucutkan bibirnya. "Katanya Stella udah kebanyakan makan jatah temen."
"Kamu palak jatah makan siang temen kamu lagi?" Carmen menepuk jidatnya sendiri. "Astaga, Stella. Kamu itu anak mantan atlet, bukan anak preman pasar."
"Tapi Stella butuh energi buat tumbuh besar kayak Hulk, Pi!" sahut Stella dengan suara cempreng yang sukses membuat pengendara motor di sebelah mereka menoleh sambil menahan tawa.
"Hulk gak malak biskuit regal temennya, Stella," bisik Carmen kecut, sambil melempar senyum formalitas pada pengendara di sebelah.
Begitu lampu berubah hijau, Carmen segera menarik gas.
Dengan satu sentakan yang membuat motornya mengeluarkan asap hitam tipis...
mereka melaju membelah jalanan menuju kompleks perumahan elit di kawasan Jakarta Selatan.
Tempat di mana mantan istrinya tinggal.
.
.
.
.
.
Kontras kehidupan mereka berdua setelah ketok palu di Pengadilan Agama tiga tahun lalu memang agak ekstrem.
Yu Ha-ram alias Yuha, sang mantan istri, kini menjabat sebagai CEO dari Y-Line Fashion, sebuah merek pakaian lokal yang sukses menembus pasar internasional.
Yuha kaya, wangi, berkilau, dan selalu tampak seperti baru keluar dari salon kecantikan papan atas.
Sementara Carmen? Dia adalah pemilik dari Car's Custom, sebuah bengkel kecil-kecilan di pinggiran kota yang pendapatannya lebih sering dipakai untuk bayar utang uang bengkel dibanding untuk makan mewah.
Begitu motor bebek Carmen memasuki gerbang kluster perumahan mewah yang dijaga ketat, tiga satpam bertubuh tegap di sana langsung memberi hormat.
"Sore, Pak! Antar Dek Stella lagi?" sapa salah satu satpam ramah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dear Papi : Menuz
FanfictionSebuah kisah tentang Carmen, seorang papi sederhana dengan dua anak ajaib yang percaya bahwa masalah terbesar dalam keluarga mereka bukanlah uang, melainkan status hubungan kedua orang tua mereka.
