Kidnaped (Abgl, R)

437 22 2
                                        

“Sayang. Cepat pulang!!”

Aralie melempar hp nya dengan emosi. Chat mamanya bener-bener bikin hati panas. Supir grab sampai melirik kaget ke kaca untuk melihat apa yang terjadi.

“Ada apa mbak?” tanya supir bernama Asep itu khawatir. Dengan mata sesekali melirik kaca lalu berpindah ke depan.

Hanya dengan yang aralie berikan.

Di hp nya yang malang. Layar masih terbuka. Menunjukkan hari, tanggal, bulan & tahun sekarang. Bersamaan dengan belasan notif WA

“HBD CANTIK 🥰🥰

“Happy birthday bestiee 😘

Hari ini hari ulang tahun aralie. Tapi.. mengapa aralie sebegitu kesalnya.

Itu karena dirinya mendapati bahwa pacarnya ternyata selingkuh. Dan lebih gilanya lagi pacarnya melakukan hubungan itu dengan adik nya sendiri.

kecurigaannya benar.

Setiap dirinya main ke rumah Alex (pacar aralie) ia mendapati adik Alex yaitu Lily terus melekat, meleyot di tangan Alex. nggak mau lepas.

Awalnya Aralie nggak curiga. Lama-kelamaan kecurigaannya timbul.

Alex selalu sibuk dengan hp nya. Saat dirinya bertanya dan ingin mengecek hp itu, Alex memarahinya. Mereka mulai sering bertengkar hanya masalah sepele. Alex semakin dingin setiap kali jalan bareng. Ia selalu sibuk mengetik, membalas chat.

Rasa penasaran itu terjawab saat ia mendengar voice note dengan suara yang familiar. Lily.

Dari situ mulailah kecurigaan Aralie. Ia pun mulai sering main ke rumah Alex dengan alasan mau sering-sering menghabiskan waktu dengannya. Tentu Alex awalnya menolak. Namun karena kedekatan Aralie dengan orang tua Alex, lalu dengan alasan mau bikin kue bareng, juga aralie besok ulang tahun. Maka alex tidak bisa melarang.

Seminggu.. dua Minggu.. sampai sebulan. Barulah Aralie mendapatkan bukti jelas.

ia mendapati kedua saling mengecup bibir saat di dapur. Awalnya biasa. Lalu perlahan terdengar desahan manja. Mereka saling melumat bibir. Menukar Saliva. Saling memberi kenikmatan.

Aralie tanpa pamit segera pergi dari sana. Ia lari menjauh sambil menangis. Baru ia pesan grab.

Mata aralie sebab memerah. Air matanya sudah habis mengering sejak tadi. Perjalanan dari rumah Alex ke rumahnya memakan waktu dua jam.

Tanpa aralie sadari. Asep si supir grab itu menyeringai. Membawa mobil ke jalan yang aralie sendiri nggak tahu. Sayangnya aralie sibuk dengan kesedihannya. nggak menyadari kalau dirinya telah diculik.

Begitu dirinya sadar. Aralie melihat ke kaca. Mereka sudah tiba di tengah hutan. Jalan yang mereka lalui sudah bukan lagi aspal. Hanya jalan berlumpur yang menodai pinggiran mobil.

“Loh.. pak. Ini kita dimana?” tanya aralie polos.

Asep itu menoleh ke belakang. Memberikan senyuman manis.

“ke gubuk saya bentar yaa.” Asep itu memakai masker tabung yang entah dari mana ia dapatkan.

Dan sebelum aralie protes. Bunyi desis keluar dari belakang bangku mobil. Asap putih dengan cepat memenuhi isi mobil.

“uhuk.. uhuk.. pak..” suara aralie memberat. Bersamaan kelopak matanya yg perlahan menutup.

Begitu memastikan korban telah betul-betul pingsan. Si supir membuka pintu mobilnya. Mengeluarkan aralie dan menyeretnya ke dalam sebuah gubuk tua dekat situ.

🕊️;;;;;;;;;;;

Aralie membuka mata perlahan. Diikuti sensasi pusing kuat. Nafasnya terasa sesak tapi perlahan mulai normal kembali.

One Shot 48Stories to obsess over. Discover now