Seorang pemuda yang sedang berbaring di kasur king size nya, menatap langit langit kamar yang polos itu.
Itu adalah Gavier, pemuda yang sudah berkali kali transmigrasi ketubuh yang berbeda, setiap mati dia tidak selalu sampai ke alam baka.
Namun sepertinya tuhan tak sudi menerima dirinya disana, jadi tuhan memberinya nyawa cadangan.
Sudah sekitar 5 kali Gavier transmigrasi. Mulai dari ke anak umur 8 tahun, kakek kakek, dosen, pangeran, dan bahkan duda anak 3.
Dan ini sudah yang keenam kalinya dia transmigrasi, untungnya yang kali ini normal, dia bertransmigrasi ketubuh anak SMA. seumuran dengan umurnya ditubuh aslinya dulu.
Terakhir kali ia adalah duda anak 3, namun karna kelalaiannya ia terjatuh dari lantai 25 di apart nya. berakhir ia terbangun ditubuh pria yang jauh lebih segar baginya.
Tak tahu namanya sekarang siapa, dimana, ia masih kebingungan.
Ia berdiri menatap dirinya dicermin.
"Anjirr cakep cokk" Ia mengusak rambutnya kebelakang, narsis.
Sedang asik berkaca, tak sadar pintunya diketuk dari tadi lalu masuklah seorang wanita paruh baya yang diyakini itu adalah pembantu dirumah itu.
"Tuan muda, makan malam sudah siap, nyonya dan tuan Argan berpesan kalau mereka akan pulang larut" Ucap pembantu itu, lalu pergi setelah pemuda itu mengangguki ucapanya.
Setelah pembantu itu pergi, Gavier menghela nafas lega. ia terkejut akan kedatangan yang tiba tiba itu, jadi ia menahan nafasnya dan berusaha terlihat tidak kaku.
Lalu ia berjalan mengelilingi seisi kamar, mencari petunjuk. minimal nama saja yang ia perlukan.
Mata nya menemukan seragam sekolah SMA tergantung di hanger dalam lemari itu. tertera nama pemiliknya.
'Zavian Eryndor Alastor'
Oke lah dari nama sebelumnya, nama sebelumnya itu ada yang waras ada yang kaga. ada beni, sumanto, harnoto, cassian, dan wijaya. haha.
Memilih turun karna sudah tahu namanya siapa, tapi sebenernya perutnya sudah disko sihh.
"Jirr mewah juga" Kagum Gavier pada rumah tersebut, wajar sih kamar dia tadi saja sudah luas, sekitar 2 kali lebih besar dari kamar nya dulu sewaktu dikehidupan pertamannya.
kalo dihitung dia udah 7 kali hidup.
1 kehidupan pertama, 5 transmigrasi ketubuh yang berbeda jauh dengan dirinya dikehidupan pertama, dan sekarang yang keenam kalinya dia transmigrasi ketubuh yang untungnya normal. dia jadi anak SMA lagi, karna dulu dia juga masih SMA dan meninggal karna kecelakaan.
|nah sekarang kita panggil gavier dengan nama 'zavian'|
Zavian duduk dimeja makan itu, sendirian, makanannya sudah disiapkan oleh pembantu tadi.
"Sepi banget ya" gumamnya sambil menyantap nasi gorengnya itu.
Dia memperhatikan bibi yang sedang mencuci piring di wastafel itu.
"Bi" panggil Zavien, wanita paruh baya itu menoleh dan langsung mencuci dan mengeringkan tangannya lalu pergi menuju Zavian yang memanggilnya.
"a-ada apa tuan muda? apakah masakannya tidak enak?" tanya bibi itu sedikit ragu.
Zavian diam sebentar, sangat ragu ingin bertanya tentang identitas nya. ah dia sangat bingung, tapi kalau dia beri tahu bibi ini dia bisa saja kan menjaga rahasia?
Asik melamun hingga tak sadar bahwa bibi itu memanggilnya sedari tadi.
"Eh iya bi?" tanya Zavian, Zavian menggigit pipi dalamnya ragu.
"Emm jadi gini.. bibi jangan kaget ya?" Ucap Zavian pelan, justru itu yang membuat sang bibi kaget, yaitu Zavian yang nada bicaranya beda dan biasanya Zavian itu ga banyak bicara, wajahnya selalu datar.
"Kenapa den?" tanya sang bibi
"Jangan kaget tapi"
"Iya den, memangnya apa yang mau tuan muda katakan?"
Zavian menghela nafasnya pelan.
"Kalau... aku bilang aku lupa ingatan bibi kaget gak?" bisik Zavian pelan agar hanya mereka berdua yang mendengar.
Sontak saja sang bibi kaget dan hampir jatuh, kalau saja Zavian tidak menahan tangannya.
"Tuan muda serius? jangan bercanda tuan muda"
"Engga lohh bii, seriuss"
"Tapi jangan kasih tau siapa siapa ya bi, apalagi mama sama papa" pinta Zavian dan di angguki oleh sang bibi.
"Oh ya nama bibi siapa?" tanya Zavian
"Ayu, den" jawab sang bibi, dengan tersenyum tipis.
"Oke, aku panggil bibi biyu aja ya" Ucap Zavian namun biyu hanya tersenyum, agak canggung karna Zavian itu orangnya dingin, dan gasuka bicara dengan pembantu, orang tuanya saja kadang diabaikannya.
-
-
-
Setelah mempertanyakan seputar tentang dirinya, dan orang tuanya akhirnya Zavian memilih pergi kekamar nya dan berbaring diatas kasur yang lembut itu.
Tadi awalanya ketika sedang berbicara dengan biyu ada sedikit rasa canggung. Zavian berusaha meredakan kecanggungan itu dan lama kelamaan itu mereda, dan biyu sudah tidak merasa ragu dan canggung lagi.
Zavian sangat merasa bosan, rumahnya sangat sepi karna hanya ada dirinya dan pembantu dirumah.
huh, percuma rumah besar tapi tidak ada keceriaan didalamnya. Zavian mengerinyit, apakah dia punya saudara? dia lupa tadi untuk menanyakannya pada biyu.
mau nanya lagi sekarang tapi males.
Ia membuka ponselnya namun kosong, tidak ada pesan dari orang lain, hanya ada grup sekolah.
Zavian melirik jam dindingnya, 19.40.
ia memutuskan untuk mandi karna ingin mencari udara segar, lagi pula dirumah juga bosan.
Setelah selesai mandi ia memakai pakaiannya, kaos putih dan hoodie hitam serta celana cargo hitam dan ia juga memakai topi dan memutarnya kesamping, jangan lupa sepatu sneakers nya.
Ia menatap wajahnya yang tampan itu, setelah sekian lama bercermin ia meraih parfum yang ada diatas laci.
lalu menghirupnya dulu.
"Huekk bau apaan ini anjing"
Parfum itu berbau mint yang menyengat hidung Zavian. ia memang tidak menyukai bau mint karna tidak enak. namun orang yang sebelumnya menempati tubuh Zavian lah yang menyukainya.
Zavian mengurungkan niatnya memakai parfum itu, ia ingin membeli yang baru saja nanti.
-
-
Zavian sekarang sedang berada di depan supermarket, ia tadi sudah singgah di toko parfum dan membeli parfum berbau vanilla cake, karna itu parfum kesukaannya sejak dulu.
bahkan waktu bertransmigrasi menjadi duda anak 3 pun ia tetap membeli parfum itu.
Setelah selesai membeli beberapa snack Zavian memilih pulang karna ini sudah jam 21.08.
෴
-BERSAMBUNG-
-
pemula euyy, tapi ini bukan first story ya, yang first gue privat haha.
kalo ada typo tandain!
alurnya masi gajelas, jadi kayaknya bakal lama up
gasuka? skip!
menerima saran, kecuali kritikan! moga pantat lo kebakar dah!
ŞİMDİ OKUDUĞUN
seventh life
Genel KurguGavier Manthesa Zeranxa, anak SMA yang mengalami kecelakaan hingga merenggut nyawanya. Bukannya berakhir di alam baka namun raga nya menempati tubuh lain! bahkan setelah mati ditubuh itu pun dia tetap bertransmigrasi ketubuh orang baru. hadehh...
