Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Di ruang tamu..
"Ke mana itu anak jam segini belum bangun?(Ayah Raisa)
"Udah deh kayaknya soalnya motornya juga udah nggak ada (ibu Raisa)
"Ah masa sih? Coba deh suruh Si bibi aja yang lihat ke kamarnya (ayah Raisa)
Lalu ibu Raisa pun menyuruh pembantunya untuk melihat anaknya apakah sudah bangun atau belum.
Dan tak lama dari itu pembantunya pun datang lagi dengan menahan senyuman dan menyampaikan Apa yang dia lihat pada majikan.
"Anu..ibu..anu.. ucap pembantu itu.
"Kamu ini kalau bicara dengan jelas dong saya tidak mengerti."ucap ibu Raisa.
"Sebaiknya ibu dan bapak ikut dengan saya dan lihat kelakuan nyonya muda."ucap bibi asisten.
Dan sampai pada akhirnya mereka pun mau tak mau mengikuti asistennya menuju kamar anaknya.
.
.
.
Dan setibanya kamar anaknya Mereka pun tidak bisa berkata-kata lagi karena melihat kelakuan anak mereka yang di luar lulur itu
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Ilusi
"Astaga benar-benar ini anak pantesan motornya tidak ada dikirain udah pergi eh tahunya masih tidur dan lagi parahnya motornya dibawa tidurlah sama dia."Ucap ayah Raisa sambil melihat kelakuan anaknya yang susah diucapkan dengan kata-kata.
Sedangkan ibunya Raisa hanya tersenyum dan tertawa sesekali karena melihat kelakuan anaknya yang random ini.
.
.
.
Dan sampai pada akhirnya mereka pun membangunkan anaknya untuk bertemu dengan kakak iparnya yang pulang dari negara Cina di bandara Soekarno.
"Raisa Ayah hitung ya sampai ketiga kalau tidak bangun ayah jual lagi motor kamu..!! ucap ayah Raisa dengan penuh ancaman dan itu pun membuat Raisa terbangun tidak sampai hitungan ketiga.
"Ih apaan sih mainan ngancam segala lagian aku udah bangun kok cuman pura-pura tidur aja."ucap Raisa dengan alasannya.
"Bisa aja menjawabnya..!! Ya sudah sekarang kamu masuk ke air dan jemput kakak iparmu di bandara sana tapi ingat harus pakai mobil soalnya dia lagi hamil gak usah pakai motor mu ini."ucap ayah Raisa.
"Nye nye nye nye."ucap Raisa dengan wajah bete nya karena tidurnya dan mimpi yang indah harus terganggu karena teriakan dari ayahnya yang menyebalkan menurutnya.
Sedangkan ibu Raisa lagi-lagi hanya bisa tersenyum karena melihat anaknya yang tidak pernah bisa akur dengan suaminya sendiri.
.
.
.
Dan sampai pada akhirnya Raisa pun sampai di bandara Soekarno untuk menjemput kakaknya alias kakak iparnya yang bernama Tasya.
"Kamu Raisa?
"Iya itu aku ayo cepetan pulang."ucap Raisa sambil menurunkan spanduk nama dari kakak ipar tersebut.
"Lalu mobilnya di mana?
"Ada di sana sini bareng-barengnya biar aku bawain nanti kalau aku nggak bawain terus ketahuan sama ayah bisa berabe."ucap Raisa mengambil ahli pada barang-barang kakak iparnya.
Dan sampai pada akhirnya mereka pun sampai di perkiraan mobil
"Ini mobil punyamu."tanya Tasya sambil berdiri di belakang mobilnya Raisa.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
"Bukan itu punya ayahku aku tidak punya mobil oh iya kamu duduk saja di depan biar aku tidak menjadi sopir mu kalau kamu duduk di belakang."ucap Raisa sambil memakai kacamata hitam dan masuk terlebih dahulu ke dalam mobil itu.
Sedangkan kakak iparnya alias Tasya hanya senyum melihat kelakuan adik iparnya itu yang menurutnya dingin tapi juga baik.. lalu dia pun masuk ke dalam mobil itu dan duduk di depan dengan Raisa.
.
.
.
Dan terasa mereka berdua pun sampai di kediaman keluarga Raisa dengan selamat.. dan kedatangan Mereka pun disambut dengan kedua orang tua Raisa yang menunggu di depan rumah untuk menyambut mantu kesayangannya sedangkan anak mereka hanya dibiarkan begitu saja.
"Aduh pelan-pelan turunnya."ucap ibu Raisa sambil menggenggam tangan Tasya yang akan keluar dari mobil dengan secara perlahan penuh kelembutan dan itu pun membuat Raisa mendadak jijik melihatnya.
"Hei anak nakal kenapa kamu melihatnya seperti itu? Ucap ibu Raisa kepada anaknya.
"Aduh stop deh jangan panggil aku anak nakal."ucap Raisa dengan bibir cemberutnya.
"Hahaha kamu ini tidak cocok seperti itu ayo bantu Ayah bawa barang-barang kakak iparmu ini ke dalam."ucap ayah Raisa kepada anaknya dan sampai pada akhirnya Raisa pun membantu ayahnya karena dirinya merajuk pun percuma ibunya tidak peduli yang dia pedulikan hanyalah kedatangan kakak iparnya tersebut.