***
"Chanyeol!"
Panggilan itu tidak hanya mengagetkan nama yang bersangkutan, Baekhyun yang duduk di sampingnya turut tersentak tatkala seorang siswi dari kelas lain menghampiri mejanya.
Perempuan itu adalah Chaeyoung, kakak kelasnya.
"Ada apa?" tanya Chanyeol tenang.
Chaeyeong menyodorkan sebuah kotak ke hadapan si lelaki. "Orangtuaku menitipkan ini. Oleh-oleh dari Bali."
Chanyeol mengangguk dan mengucapkan terima kasih. "Kenapa tidak langsung ke rumah saja?"
Yang ditanya mengangkat bahu. "Entah, mereka hanya bilang berikan ini padamu saat di sekolah. Mungkin karena tak sempat untuk ke sana."
"Baiklah, sampaikan salamku untuk kedua orangtuamu." Kemudian Chanyeol bangkit dari kursinya. "Mau ke kantin? Aku yang traktir."
"Boleh! Ajak Kyungsoo sekalian, ya. Sudah lama kita tidak kumpul bersama," ujar Chaeyeong bersemangat.
Perempuan itu sudah ngacir lebih dulu, sedangkan Chanyeol masih berdiri di tempat seakan sedang mempertimbangkan sesuatu.
"Kau mau ikut, Baek?" ajak si lelaki tiba-tiba.
Baekhyun yang dari tadi tengah khidmat dengan roti isinya hanya menoleh lalu memberikan gelengan. Mulutnya penuh masih sibuk mengunyah.
Chanyeol akhirnya beranjak, meninggalkan kelas yang sudah sepi. Hanya Baekhyun dan segelintir anak lain yang tinggal, menikmati bekal mereka di meja masing-masing.
Bahkan sambil makan pun Baekhyun menyempatkan diri untuk membuka buku catatannya. Buku itu berisi ringkasan materi olimpiade yang akan diikutinya besok. Dia tak ingin menyia-nyiakan kesempatan barang sedetikpun. Sebab targetnya adalah membawa pulang piala untuk yang terakhir kali sebelum fokus pada ulangan tengah semester minggu depan.
Setelah selesai dengan makanannya, Baekhyun meraba kotak bekal. Memori ototnya menarik tangan ramping itu untuk mengambil sesuatu di wadah tersebut. Akan tetapi, dia tak berhasil menemukan apa yang tangannya cari. Bagian yang biasanya berisi susu kotak itu kosong. Perempuan itu lalu mengecek tasnya, barang kali minuman berwadah karton kecil tersebut terselip di sela-sela sana.
"Apa jangan-jangan aku lupa memasukannya?" tanya Baekhyun pada diri sendiri.
Desah kecewa menjadi penutup pencarian itu. Tak ada. Nihil. Nampaknya Baekhyun memang lupa membawa minuman tersebut.
Perempuan itu lantas membereskan kotak makan dan kembali melanjutkan kegiatan membaca ringkasan materi di bukunya.
Selang beberapa menit, Baekhyun merasakan guncangan di meja. Dia melirik, mendapati Chanyeol sudah kembali dari kantin. Lelaki itu meletakkan sesuatu di meja kemudian menggeser benda tersebut lebih dekat padanya.
"Apa ini?" Baekhyun terlihat bingung.
"Susu," sahut Chanyeol singkat.
"Iya, kalau itu aku tau. Maksudku, kenapa kau memberikannya padaku?" Ia memperjelas pertanyaannya.
"Kau tidak ikut ke kantin, jadi aku mentraktirmu ini."
Baekhyun makin kebingungan. "Kenapa mentraktirku?"
"Hanya ingin." Chanyeol meraih tangan Baekhyun untuk kemudian menaruh susu kotak itu di tangan yang lebih kecil. "Cepat minum, sebelum waktu istirahat habis."
Kepala Baekhyun masih dipenuhi tanda tanya, tetapi ia memilih untuk mengabaikan dan mengucapkan hal yang sepantasnya ia katakan pada si pemberi. "Baiklah. Terima kasih, Chanyeol."
YOU ARE READING
Enchanted
FanfictionGelar Baekhyun sebagai si juara satu tidak aman lagi semenjak Chanyeol-murid pindahan dari SMK yang sering langganan tawuran-selalu mendapat nilai sempurna. Bahkan, skor mereka selalu berimbang. Reputasi sekolah lama Chanyeol membuat anak-anak lain...
