(Menatap dari balik dinding kaca penthouse-nya, melihat Metropolis yang bermandikan cahaya neon. Menara-menara pencakar langit menjulang menembus awan, memantulkan pendar hologram raksasa. Di antara gedung-gedung megah itu, kendaraan nirawak melesat tanpa suara di sepanjang jalur magnetik, menciptakan aliran urat nadi bercahaya yang menghidupkan kemewahan kota)
"anjirr gw kagak sengaja nabrak anak baru weh, nangis kagak ya, tapi kan gw udh minta maap" ucap Sean dengan ekpresi wajah panik
"dih dongo anjirr....gimana keadaanya? " ucap Stella dengan nada marah dan panik
BRUKHH-
"gebleg lu napa sih?" saut Zayyan sambil merangkul Kael yang baru saja terpeleset dari tangga
"gw tadi gak sengaja denger orang ngobrol katanya ada anak baru dikelas kita" ucap Kael dengan tas yang masih ia tenteng
"terus.... " tanya Stella
"dan lo ta-" belum selesai Kael menjelaskan, omongan kael disela oleh Zayyan
"kagak, apaan emangnya? " saut Zayyan dengan wajah mengejek
"Mau mati kapan?" ucap Sean
"eh iya maap" ucap Zayyan
"sumpah disini yang waras itu cuman gw, diantara para binatang liar ini" ucap
Luna dengan lengannya tertekuk angkuh, sementara matanya terpaku pada ujung kuku, mengabaikan seluruh kata yang mengudara.
*semua melihat kearah Luna*
"idih lu lebih parah" ucap Sean dengan nada kesal
"kagak nyadar dia jir" ucap Stella
"strong lu pada semua" ucap Hazel
"apaan strong? " tanya Stella
"stress tak tertolong" ucap Sagara dengan muka tertawa bak seorang badut
" lah gw kira apaan" ucap Sean
"dih kudet lu" ucap Stella
"udah-udah back to topic" ucap Hazel
"btw ada yang tau Clara nggak? Gw tadi liat dia di depan gerbang tapi....gw nggak liat dia lewat dari tadi" tanya Hazel dengan muka menghadap ke kanan dan kiri dengan muka celingak celinguk
"lah iya gw kagak nyadar tuh anak gak ada" ucap Zayyan sambil meletakkan kedua lengannya di bahu Sagara dan Harsa dengan muka yang mencari keberadaan salah satu temannya itu
"Hai guysss.... pada ngapain?" Tanya gadis yang baru saja datang dengan mulut mengunyah dan tangan membawa permen
"panjang umur.... " ucap kesah Hazel
"habis dari mana lu? kantin?" Tanya Sagara dengan muka melihat kearah tangan Clara yang membawa permen
"enggak ya.... ini tuhh.... dikasih mau nggak" Tanya Clara
"nggak" jawab mereka
"dih.. Pada ngomongin apa guyss? " tanya Clara dengan mulut yang masih mengunyah permen
"hmm....oh yaa katanya lu punya berita yang menarik" ucap Harsa sambil melihat kearah Kael
"oh yaa... gini dikelas kita ada murid baru cewek, tapi..." ucap Kael
"tapi apa? " tanya Stella dengan muka bingung
"katanya pendiem, anak pembunuh gitu" ucap Kael
"pembunuhan? " tanya Sean dengan muka bingung sambil menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal
"iyaa, korbannya banyak, lu pada tau korbannya itu lebih dari 20 dan lagi masa pencarian, makanya kita harus hati-hati" ucap Kael memperingatkan teman-temannya
"emang iya kota kita ada aja" ucap keluh kesah Sean
"eh iya anak baru itu katanya juga dijauhin ya" ucap Sagara
"yang mana gilak? " tanya Zayyan
"lah, lu nggk tau? " tanya Sean
"Biasa orang penting" ucap Zayyan dengan tangan yang menyapu rambut dan muka yang meremehkan
"Lu setiap hari bolos pelajaran kenapa enggak tau?" ucap pedas Harsa dengan kedua lengan tertekuk di dada dan wajah yang datar namun ketus
"Lah emang semua harus gw tau? HAH? " ucap Zayyan dengan satu tangan menarik kerah baju Harsa dan muka dengan emosi yang tak tertahan
"Dih.. Kagak terima?" Ucap Harsa dengan muka datar tanpa ada ekspresi dan perlawanan
"Udah-udah, lu pada ngapain sih" ucap Sean dengan tangan menarik lengan Harsa dan Zayyan dan mencoba menolong mereka
"Sagara tolongin mereka" ucap Clara yang bersembunyi di balik tubuh sagara
"Kenapa nggak lu aja" ucap Sagara
"Dih.. Gw? Lu lakik apa bukan kalo gw ya bakalan kepental dong say..." ucap Clara
"Ya lakik tapi takut woy.. Kalo mereka udah berantem enggak bisa nolong gw" ucap Sagara dengan tangan gemetar
"Woy udah lu pada ngapain sih gw tanya, kekanak-kanakan banget" ucap Luna
BUKK-
Satu pukulan keras menghantam rahang milik Harsa
"Rasain" ucap Zayyan dengan tangan yang mengelus telapaknya
BUGHHH-
Tendangan keras itu menghantam ulu hati zayyan
"Mampus.... Sombong banget di pukul dikit sekarat" ucap Harsa sambil memegangi rahangnya yang terasa ngilu karena pukulan dari Zayyan
"Gw cuman nonjok, lu bales nendang, curang ba******" ucap Zayyan sambil memegangi bagian yang terasa sakit karena tendangan dari Harsa
"Mau lagi kah, dengan senang hati gw akan kasih" ucap Harsa dengan kedua tangan mengepal dan kaki yang mengambil ancang-ancang
"Woy Sagara tahan Harsa bareng Sean" ucap Luna dan Clara menarik lengan mereka berdua
"Lu Kael tahan Zayyan" ucap Luna
"Udah Lu pada berhenti, masih pagi jangan bikin bp repot" ucap Hazel dengan muka kesal namun khawatir
"Lepasin gw, dia duluan yang mulai di bales kagak mau" ucap Harsa sambil menghempaskan tangan-tangan yang menahannya dan merapikan seragamnya
"Lu curang ban****" ucap Zayyan dengan wajah yang tidak terima
KRINGGGG-
"Rapiin seragam kalian, udah masuk ini" ucap Hazel sambil menggandeng luna untuk menuju ke kelas mereka
Sesampainya di kelas guru sudah masuk dan tengah mengucapkan selamat pagi
"Selamat pa-" belum selesai guru mengucapkan selamat pagi, Harsa dan Zayyan datang dan memotong ucapan dari guru
Tok-tok-
"Maaf bu kami terlambat" ucap Zayyan
"Kalian lagi, itu kenapa sama pipi kamu Harsa" ucap guru dengan nada marah sambil berjalan ke arah mereka
"Kalian berantem lagi? Jawab saya" ucap guru sambil memegangi pipi Harsa
"Dia dul-" belum selesai Zayyan menjelaskan guru tersebut memotong ucapannya
"Tidak penting siapa yang mulai, yang penting kalian sadar dan bisa ngendaliin diri" ucap gurunya sambil jongkok dan mengelus kedua kepala dari muridnya yang baru saja datang itu
"Sudah kalian duduk di tempat kalian masing-masing" ucap gurunya sambil berdiri dan melanjutkan mengajar
**BERSAMBUNG**
YOU ARE READING
8 yeux de la mort
ActionLima remaja yang sedang menikmati hari libur mereka dikejutkan oleh penemuan mengerikan di sebuah taman kota. Sebuah patung wanita putih yang misterius ternyata menyimpan rahasia kelam yang membuat mereka syok dan dihantui rasa takut. Di tengah cuac...
