pagi itu, kota masih berjalan seperti biasa. jalanan dipenuhi suara kendaraan, langit cerah tanpa tanda-tanda sesuatu yang aneh akan terjadi.
ayana moretti bangun seperti remaja pada umumnya, dengan rasa malas yang sama seperti hari-hari sebelumnya.
alarm ponselnya berbunyi berulang kali sebelum akhirnya ia mematikannya dan menatap langit-langit kamar beberapa detik lebih lama dari biasanya.
di luar kamar, suara ibu sudah terdengar dari dapur.
"ayana, sarapan dulu sebelum berangkat," suara elena moretti (ibu Ayana) terdengar lembut tapi tegas.
"iya, ma," jawab ayana sambil merapikan rambutnya seadanya.
rumah itu tampak normal. terlalu normal, sampai tidak ada satu pun yang bisa menandakan bahwa hari ini akan menjadi awal dari sesuatu yang menghancurkan ketenangan hidupnya.
di meja makan, ayana duduk bersama keluarganya. adrian moretti (ayah Ayana) membaca berita di tablet,
sementara dante moretti (kakak laki-laki Ayana) sibuk dengan ponselnya tanpa banyak bicara.
semuanya seperti rutinitas biasa yang sudah terjadi berulang kali.
"hari ini sekolah pulang jam berapa?" tanya elena.
"kayaknya sore, ma. ada tambahan pelajaran," jawab ayana sambil meneguk air.
adrian hanya mengangguk kecil tanpa mengalihkan pandangan dari layar. tidak ada yang istimewa. tidak ada firasat apa pun.
tapi ponsel ayana bergetar di atas meja.
satu notifikasi masuk,
tanpa nama pengirim,
tanpa nomor.
hanya satu kalimat.
"selamat datang di permainan."
ayana mengernyit. ia menatap layar beberapa detik, lalu terkekeh kecil.
"spam aneh," gumamnya pelan.
ia menghapus notifikasi itu tanpa berpikir panjang.
dan berangkat ke sekolah seperti biasa.
di sekolah, suasana ramai seperti selalu. nara elliora (sahabat Ayana) sudah menunggu di depan kelas sambil melambaikan tangan.
"ayanaaa," panggilnya ceria.
"pagi," jawab ayana sambil duduk di sebelahnya.
tak lama, rafi caldero (teman dekat Ayana) datang dengan wajah santai seperti biasa, membawa tas di satu bahu.
"kalian tahu gak, guru matematika katanya hari ini bakal ngasih kuis dadakan," kata rafi.
"jangan bercanda," nara langsung mengeluh.
"gue gak pernah bercanda soal penderitaan," jawab rafi santai.
ayana hanya tersenyum kecil, hidupnya memang sederhana. sahabat yang ribut, pelajaran yang membosankan, dan mimpi kecil tentang masa depan yang masih belum jelas bentuknya.
sampai jam pertama dimulai.
guru belum masuk. tapi layar proyektor di kelas tiba-tiba menyala sendiri.
semua siswa terdiam.
huruf-huruf hitam muncul di layar putih itu, satu per satu, seperti diketik oleh tangan tak terlihat.
YOU ARE READING
HIDUP INI BUKAN PERMAINAN BIASA
Mystery / Thrillerhidup ini bukan permainan biasa ayana moretti menjalani hidup seperti remaja pada umumnya. sekolah, sahabat, keluarga, dan mimpi-mimpi sederhana untuk masa depan. semuanya tampak normal sampai sebuah pesan misterius muncul di ponselnya. "selamat...
