Bab 1

293 22 6
                                        

Chanyeol menarik kopernya memasuki bandara sambil berbicara dengan seseorang via panggilan telepon.

Brukk

Terdengar sesuatu yang bertabrakan, Chanyeol melihat seseorang menabrak kopernya.

"M..maaf tuan, saya terburu-buru."ucap lelaki itu.

Chanyeol hanya mengangguk kemudian mematikan panggilannya dan berjalan menuju pesawatnya yang sebentar lagi akan berangkat.

Chanyeol masuk di kelas bisnis, menatap ke arah jendela, tak lama pramugara dan pramugari mulai memberi isyarat kalau pesawat akan take off, tatapan Chanyeol tertuju pada seorang lelaki yang menabrak kopernya.

Begitu juga dengan lelaki itu yang menatap ke arah Chanyeol dan kemudian ia tersenyum manis membuat Chanyeol ikut tersenyum membalas senyumannya lelaki itu.

Pesawat segera take off, para cabin crew mulai memeriksa keamanan penumpang pesawat satu persatu.

"Tolong pastikan anda memasang sabuk pengaman anda, tuan."ucap pramugara tersebut kepada Chanyeol.

Iya memasangkan sabuk pengaman melingkar di perut Chanyeol kemudian memberikan sedikit sentuhan menggoda disana, jari jemarinya mulai nakal dan naik ke kancing kemeja atas, membuka satu kancing kemejanya sehingga membuat dada bidang Chanyeol terlihat.

"Ku pikir, anda kepanasan,tuan."ucapnya.

"Jika anda membutuhkan sesuatu panggil saja aku."ucap pramugara itu sembari mengedipkan satu matanya lalu kemudian ia beranjak pergi dari sana dan mulai memeriksa penumpang lainnya.

Wangi parfum pramugara itu sukses membuat Chanyeol menatap ke arah pramugara itu dan memperhatikan aktifitasnya.

🛫🛫🛫🛫🛫🛫🛫🛫🛫🛬🛬🛬🛬🛬

Tak terasa sudah tiga jam mereka berada di dalam pesawat, perjalanan mereka hampir memakan waktu 5 jam, dan itu artinya masih tersisa 2 jam untuk mereka sampai ke kota tujuan. Chanyeol menguap karena baru saja bangun dari tidurnya.

Tak lama kemudian datang para cabin crew membawa makanan dan minuman untuk para penumpang.

"Silahkan dinikmati, tuan."ucap pramugara tersebut.

Chanyeol hanya menganggukan kepalanya.

"Apa anda membutuhkan sesuatu?"

"Tidak."jawab Chanyeol singkat.

"Ingin bertanya dimana toilet mungkin?"ucap pramugara tersebut.

Chanyeol menatap ke arah pramugara tersebut, Keduanya saling menatap dalam diam.

"Tidak."ucap Chanyeol setelah lama terdiam.

"Hmm... baiklah. Jika anda membutuhkan sesuatu tolong panggil aku."

"Tentu."

Pramugara itu langsung beranjak dari posisinya dan pergi meninggalkan Chanyeol.

"Sialan, pria itu benar-benar keterlaluan!"keluh kyungsoo pada temannya sesama pramugara.

"Siapa?"

"Ada seorang pria di kelas bisnis."

"Kenapa?"

"Tidak, dia sepertinya sangat sombong."ucap kyungsoo acuh sembari duduk di kursinya.

Beberapa menit berlalu, Chanyeol beranjak dari kursinya dan berjalan mencari toilet.

"Dimana toiletnya?"tanya Chanyeol pada seorang pramugari.

"Disana tuan."ucap pramugari tersebut, kemudian Chanyeol berjalan menuju arah yang disebut tadi.

"Apa anda membutuhkan sesuatu?"tanya seseorang.

"Tidak, aku hanya ingin ke toilet."jawab Chanyeol.

"Baiklah, mari saya antar."ucap pramugara tersebut.

Chanyeol hanya mengangguk lalu keduanya berjalan menuju toilet.

Chanyeol masuk ke dalam toilet dan mengunci pintunya, selang beberapa menit Chanyeol keluar dan ia masih melihat keberadaan pramugara itu.

"Apa anda masih membutuhkan sesuatu, tuan?"

"Tidak."

"Sesuatu....mungkin?"ucapnya sambil meraba dada bidang Chanyeol dan memainkan jarinya membentuk pola abstrak.

"Oh, sial! Berapa bayaran mu?"tanya Chanyeol.

"Aku bukan jalang!"ucapnya marah.

"Lalu?"

"Sudahlah."pramugara itu hendak beranjak namun Chanyeol memegang tangannya.

"Kenapa kamu marah lalu pergi begitu saja?bukankah kamu yang menawarkan sesuatu padaku tadi?"ucap Chanyeol sambil mengukung tubuh lelaki itu di dinding.

Chanyeol mengusap wajahnya memperhatikan setiap inci wajah pramugara itu.

"Siapa namamu, manis?"bisik Chanyeol.

"Kyungsoo."

"Sepertinya kamu masih sangat muda dan sudah berani menggoda seseorang yang bahkan tampak jauh lebih dewasa darimu."ucap Chanyeol.

Kyungsoo terdiam menatap lelaki tampan di hadapannya, sejujurnya ia jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Chanyeol.

"Sayang sekali, aku tidak tertarik dengan lelaki muda sepertimu."ucap Chanyeol sembari tersenyum manis dan ia langsung beranjak pergi meninggalkan kyungsoo yang terdiam.

🛫🛫🛫🛫🛫🛬🛬🛬🛬🛬🛫🛫🛫🛫

Beberapa jam berlalu, pesawat mulai landing, para cabin crew mulai memberi instruksi pada penumpang termasuk Kyungsoo.

"Tuan dan Nyonya, sembari kita mulai mendarat, tolong pastikan punggung kursi dan meja anda berada dalam posisi tegak dan juga tolong pastikan sabuk pengaman anda terkait dengan baik dan seluruh bawaan yang tersimpan dibawah kursi atau penyimpanan diatas sudah sepenuhnya anda bawa. Terimakasih."ucap kyungsoo dengan senyum ramahnya.

Sangat jauh berbeda dari perilaku nakalnya terhadap Chanyeol.

Kyungsoo melayani satu persatu penumpang dengan baik dan semua itu tak luput dari pandangan Chanyeol.

Satu persatu penumpang mulai turun dari pesawat. Setelah penumpang turun para cabin crew mulai mengerjakan tugas mereka kembali dan keluar dari pesawat

Kyungsoo berlari mencari seseorang di sekitar bandara berharap bisa menemukan Chanyeol.

"Kita belum berkenalan, tuan."ucap kyungsoo setelah menemukan keberadaan Chanyeol.

"Tidak perlu, karena kita tidak akan bertemu lagi."ucap Chanyeol.

"Setidaknya beri tahu aku siapa namamu!"ucap kyungsoo yang mulai kesal.

"Pertanyaanmu benar-benar tidak sopan. Apa kau tidak melihat jika aku lebih dewasa darimu?"

"Itu sebabnya beritahu aku siapa namamu dan berapa umurmu?"

"Chanyeol, 40 tahun."

"Wow! Benar - benar sudah tua."ejek kyungsoo mengingat kalau dirinya baru berusia 25 tahun.

"Tapi tidak masalah, biasanya lelaki seusia kamu begitu kuat untuk melakukan itu beberapa ronde."bisik kyungsoo di dekat telinga Chanyeol.

Chanyeol hanya tersenyum menanggapi perkataan kyungsoo lalu pergi dari sana.

Lanjut kagak ya????please masukannya teman-teman.

Dokter dan Pramugara Nakal Stories to obsess over. Discover now