Di salah satu ruangan paling atas gedung agensi hiburan papan atas, suasananya terasa mencekam banget. Beberapa staf berkali-kali ngebolak-balik berkas dokumen di atas meja panjang dengan ekspresi frustrasi. Di kursi pimpinan, Choi Seungcheol, CEO muda yang baru aja naik jabatan ngegantiin bokapnya, kelihatan nahan amarah yang udah di ubun-ubun.
Brak!
Seungcheol ngelempar dokumen tebal itu ke tengah meja, bikin beberapa staf otomatis jantungan. Dia mijat keningnya yang mendadak pening luar biasa.
"Syuting iklan baru jalan dua scene, dan skandal dia udah trending nomor satu di Twitter? Manajernya ke mana aja, sih?! Bisa kerja gak, sih, jagain artisnya? Kalian tahu gak ini nilai penalti kontraknya berapa miliar? Siapa yang mau tanggung jawab?!" cecar Seungcheol, suaranya menggema dingin di dalam ruang rapat.
Manajer artis yang bersangkutan cuma bisa berdiri sambil berkali-kali membungkukkan badan, mukanya pucat pasi sambil terus-terusan minta maaf.
Seungcheol ngehela napas berat, berusaha menenangkan detak jantungnya.
"Proyek yang lagi dia pegang atau dalam proses negosiasi ada berapa lagi sekarang?" tanya Seungcheol.
Perwakilan dari tim manajemen buru-buru ngecek tabletnya.
"Sisa dua proyek yang udah tanda tangan kontrak, Pak. Kebetulan beberapa bulan terakhir pamornya emang lagi agak turun karena rumor-rumor kecil," jelasnya.
"Kontak pihak brand dan tim produksi sekarang juga. Bilang kalau agensi kita bakal tanggung jawab penuh. Tanyain apa memungkinkan kalau kita ganti cast-nya pake model atau aktor kita yang lain yang tier-nya lebih tinggi, tanpa ada tambahan biaya kontrak dari mereka. Semua kerugian biar agensi yang tanggung," perintah Seungcheol tegas.
"Baik, Pak. Segera kami urus."
"Rapat selesai. Bubar."
Begitu semua karyawan keluar dengan wajah lega karena bisa lolos dari ruang interogasi, Seungcheol langsung nyandarin punggungnya ke kursi kebesarannya, merem sambil mijat pangkal hidungnya.
Pintu ruangan terbuka lagi tanpa ketukan. Seorang pria paruh baya dengan setelan jas mahal melangkah masuk. Mantan CEO sekaligus bokap kandung Seungcheol sendiri.
"Cheol, kamu terlalu keras sama staf," ucap bokapnya santai sambil jalan ke arah sofa.
Seungcheol ngebuka matanya, lalu senyum sinis.
"Pah... eh, maksud saya, Bapak Choi yang terhormat, ini urusan skandal moral yang bisa bikin saham kita anjlok dan denda miliaran rupiah, lho. Apa yang Bapak harapin dari Cheol? Masuk ke ruang rapat terus bilang, 'Wah, skandalnya keren banget, besok-besok bikin lagi, ya'? Gitu?" sarkas Seungcheol.
Bokapnya malah ketawa lepas dengar sarkasme anaknya itu.
"Papa emang gak salah milih buat nurunin takhta perusahaan ini ke kamu. Di tangan kamu, agensi ini pasti bakal makin menggila," sahutnya.
"Oh, jelas dong, Pah. Papa belum tahu aja kalau Cheol lagi tahap akhir buat tanda tangan kontrak eksklusif sama salah satu grup global," ucap Seungcheol sombong.
----
Sementara itu, di belahan kota yang lain, suasana di depan stasiun TV swasta udah kayak lautan manusia. Seorang public figure yang lagi naik daun, lagi berpose elegan di depan puluhan kamera wartawan dan ratusan fans yang histeris.
Cowok itu punya rambut hitam sebahu yang halus, dengan fitur wajah yang luar biasa indah sampai sering dijuluki flower boy atau angel oleh publik. Yoon Jeonghan. Di usianya yang masih muda, tawaran kerjaan, endorse, sampai kontrak film udah ngantre panjang di mejanya.
YOU ARE READING
Jodoh Gak Kemana [Jeongcheolhoon]
FanfictionKomedi penderitaan tiga cowok lurus yang terjebak di situasi paling absurd sepanjang sejarah perjodohan duniawi. Warn! BxB, Polyamore, mpreg, Woozi x Scoups Jeonghan
![Jodoh Gak Kemana [Jeongcheolhoon]](https://img.wattpad.com/cover/412445399-64-k270275.jpg)