Air mata masih menggenang di pelupuk mata Matsuri. Seakan waktu berhenti berputar. Pandangannya masih dan hanya tertuju pada satu objek di depan sana. Semua puja doa dan mantra ia panjatkan pada Kami sama agar ia yang terbaring diatas rumput itu segera sadar.
Ia tak pedulikan banyaknya orang disekitarnya. Bahkan banyak tokoh penting dari segala aliansi dan juga para prajurit yang telah berkorban untuk perang ini berdiri terpaku pada pandangan yang sama dengan Matsuri. Semua kompak memandang pada objek di depan sana.
Pria merah muda yang sedang dikerumuni oleh para Shinobi hebat.
Nampak ada Naruto , Kakashi, Kankuro, Temari, Shikamaru dan Shinobi hebat lainnya. Tampak nenek Chiyo yang sedang bertimpuh disamping tubuh pria itu. Di sana juga ada Sakura yang nampak mengulirkan cahaya berwarna hijau di tubuh sang pria.
Semua mata dan pengharapan semua orang benar benar tertuju di sana. Berharap pria itu membuka matanya.
Angin bertiup sepoi sepoi. Hari yang cukup cerah sebenarnya. Namun hari yang cerah ini tak mampu menutupi wajah wajah panik orang orang di sana. Tak ada kasak kusuk yang ada hanyalah lantunan doa doa lirih.
Dan diantara keheningan ini terdengar teriakan Naruto yang lantang memecah keheningan ini.
" Garaa bangunlah. Bangunlah baka."
Wajah panik dan tangisan pria itu pecah seiring tubuh sang pria yang sedikit bertambah dingin.
Dan nampak Shikamaru menenangkannya. Namun itu tak cukup bagi Naruto. Semua orang disana tahu bagaimana Naruto dan Garaa mempunyai nasib yang sama. Kesamaan itulah yang membuat ikatan keduanya kuat. Garaa yang tidak pernah merasakan cinta dihidupnya dulu bertemu dengan Naruto yang memberinya secercah harapan. Hingga ia mampu bangkit dan menjadi pribadi yang sekarang.
Dan tanpa orang disekitarnya sadari tiba tiba nenek Chiyo menghembuskan nafas lelahnya.
" Kurasa inilah saatnya'. Bisiknya lirih yang mendapat lirikan dari Sakura yang tak mengerti apa maksud dari nenek Chiyo.
" Naruto aku titipkan masa depan dunia ini pada kalian . Pada jiwa jiwa muda yang kuat. Pada kemurnian perjuangan sejati untuk sesama. Dan aku melihat itu di mata kalian." Lirih pelan nenek Chiyo.
" Ap...apa yang kau bicarakan hei nenek tua...". Ucap Naruto disela tangisannya.
Tak lama terlihat tangan nenek Chiyo membentuk segel dengan cahaya berwarna hijau kecoklatan. Mulutnya tak henti komat kamit membaca mantra pelan.
Semua mata masih bertuju pada mereka. Mata tuanya terlihat bertambah sayu.
Sakura terperanjat. " Nenek..." Lirihnya diiringi air mata. Dirinya paham betul situasi sekarang. Ia yang merupakan ninja medis tahu betul jutsu apa yang sedang nenek Chiyo lakukan. Namun ia tak bisa bersikap apa apa. Semua sudah kehendak nenek Chiyo dan Sakura pun paham memang ini jalan satu satunya agar Garaa segera bangun.
Diantara dilema air mata Sakura menetes semakin deras. Jutsu nenek Chiyo mendekati puncaknya ditandai dengan melemahnya kondisi Cakra nya. Dan tak lama tubuh nenek Chiyo lunglai yang dengan segera ditangkap oleh Sakura.
Dan mata yang diharapkan terbuka itu perlahan lahan terbuka. Suhu tubuhnya beranjak bertambah naik. Tidak lagi dingin. Kesadarannya berlahan datang. Garaa mengerjakan diiringi oleh teriakan Naruto.
" Garaa .... akhirnya kau bangun ". Dengan mata yang berkaca kaca Naruto menerjang tubuh lemah Garaa.
" Nenek kau hebat sekali" ucap Naruto berbinar.
Sorak sorai orang orang yang ada disana menggema. Akhirnya doa doa yang mereka panjatkan terkabul. Keajaiban telah datang.
Garaa tersenyum pelan.
YOU ARE READING
Akhir dari ketulusan
FanfictionMencintai seorang kazekage Garaa sendirian dengan cinta yang bertepuk sebelah tangan. Hingga sebuah kesalahan satu malam membuat mereka terikat dalam pernikahan yang sialnya hanya Matsuri yang bertahan mati-matian di dalamnya. Hingga sebuah kejadia...
