Ini hanya cerita fiktif, mohon maaf jika ada kesamaan dari sisi apapun itu hanya kebetulan semata
+Saran dan kritik bisa di tulis di komen
+Vota guys Jan lupa!!
***
Pukul menunjukan 15:00 yang tidak secara langsung berita akan segera di mulai dalam waktu 30 menit lagi, semua berkumpul untuk memusyawarahkan berita yang akan di bahas dalam liputian televisi.
Dari wartawan, editor, menejer, reporter dan pemimpin berkumpul.
Boys sang wartawan yang sudah siap untuk mengumumkan peristiwa apa yang akan di bahas di rapat kali ini.
Sidan sang editor mempersiapkan segalanya untuk di pakai luputan.
David manager yang mengatur segala peruangan termasuk sponsor yang bisa mendukung ke berlangsung berita.
Hasan si bapak reporter, ia selalu siap untuk mendatangi tempat kejadian yang akan di bahas.
Yaser pemimpin kita semua yang siap memimpin pembahasan musyawarah kali ini
"Liputan apa yang akan kita bahas di musyawarah kali ini?" Ucap Yaser dengan nada tegas nya.
"Ehmmm ( batuk perlahan), sesuai data yang telah di temukan semuanya kita ungkapkan, pola ini sering kita bahasa dan sering kita temukan, semua berasal dari desa Valvala, dari tahun ke tahun desa ini di tentukan untuk mendapatkan bahan-bahan yang mereka butuhkan, anak-anak yang kelaparan dan baju yang kurang layak, namun saat tim investigasi menelusuri ke tempat tersebut tak ada informasi atas bantuan itu, entah siapa? Entah kemana? Namun selama 6 tahun berturut-turut mereka kehilangan bantuan tersebut kita harus mengungkapkan ini agar para pengadil bisa mempertanggung jawabkan atas semua kejadian ini" Ucap Boys dengan nada yang sinis.
Semua terdiam seakan lirik angin menyanyikan kata-kata.
Semua orang sepakat untuk membahas dan menelusuri semua itu kecuali 2 orang dia menolak.
Peraturan berlaku selama musyawarah di jalankan berita tak akan di siarkan jika semua tidak sepakat.
Berita nya berat, faktanya terlalu terang untuk di bahas, hal-hal besar mungkin sudah terjadi di luar sana, 6 tahun bukanlah angka yang singkat, derita telah melanda desa Valvala selama itu. Jelas itu sangat tidak manusiawi, orang-orang hampir mati disana.
Namun apa daya semua harus terungkap di sini, semua harus sepakat agar kemanusiaan bisa di hormati layak seperti manusia lainnya.
Musyawarah ini menentukan hidup dan mati.
Dan Semua masih berlanjut, musyawarah tak akan usai sebelum semua sepakat.
Tekanan berdatangan dari berbagai situasi semuanya bersiap mempertahankan reputasi mereka, posisi nya makin tidak jelas, pembelaan mulai di lontarkan demi mempertahankan posisi masing- masing.
BINABASA MO ANG
30 MENIT
General Fictionbila kebeneran belum bisa di temukan oleh fakta maka manusia yang ada di sana hanyalah sampah, patut di buang dan tidak berguna, jika semua hal yang bersangkutan dengan kebenaran hanyalah di anggap omong kosong lantas apa harga sebuah nyawa dari seo...
