Langit Westbridge berwarna abu-abu sejak pagi.
Awan menggantung rendah di atas gedung-gedung pencakar langit, menutupi sebagian besar cahaya matahari dan membuat kota itu tampak lebih suram dari biasanya. Namun tidak ada seorang pun yang benar-benar memperhatikan. Di Republic of Easton, orang-orang terlalu sibuk mengejar waktu untuk peduli pada cuaca.
July Hartwell termasuk salah satunya.
Ia duduk di depan dua monitor komputer dengan secangkir kopi yang sudah dingin sejak satu jam lalu. Di layar sebelah kiri terpampang laporan kepolisian. Di layar sebelah kanan terdapat draft artikel yang belum selesai.
Kursi-kursi di sekitar mejanya mulai kosong. Jam kerja resmi sudah berakhir hampir empat puluh menit yang lalu. Namun newsroom The Easton Herald masih menyisakan beberapa wartawan yang belum pulang, masing-masing bertahan di depan layar mereka dengan ekspresi lelah.
Di dunia jurnalistik, tenggat waktu tidak pernah peduli apakah seseorang ingin beristirahat atau tidak.
July menggeser kursinya mendekati meja. Tatapannya kembali tertuju pada foto seorang pria yang memenuhi bagian atas artikel.
Nathan Reeves. Aktivis lingkungan. Tiga puluh enam tahun. Meninggal dua minggu lalu setelah mobilnya jatuh dari jembatan di Northreach. Kasus ditutup sebagai kecelakaan.
Cepat.
Terlalu cepat.
July tidak menyukai hal-hal yang terlalu cepat. Terutama ketika menyangkut kematian seseorang.
Ia membuka kembali laporan autopsi yang sudah dibacanya berkali-kali. Tidak ada luka mencurigakan. Tidak ada jejak perkelahian. Tidak ada bukti yang menunjukkan tindak kriminal.
Semuanya tampak sempurna. Justru itu masalahnya. Kehidupan nyata jarang sekali sempurna.
"Kalau kau terus menatap dokumen itu, jawabannya tidak akan muncul dengan sendirinya."
July mendongak.
Maya Chen berdiri di samping mejanya sambil membawa tablet dan secangkir kopi baru. Editor politik itu memiliki kebiasaan muncul tanpa suara seperti hantu.
"Kalau kau terus muncul seperti itu, suatu hari aku akan terkena serangan jantung."
"Kau terlalu keras kepala untuk mati karena serangan jantung."
Maya melirik layar komputernya.
"Masih Nathan Reeves?"
July mengangguk.
"Kasusnya sudah ditutup."
"Itulah yang membuatku tidak nyaman."
"Karena?"
"Karena semuanya terlalu rapi."
Maya mendesah pelan.
"Terkadang kecelakaan memang hanya kecelakaan."
"Terkadang."
"Tapi?"
"Terkadang tidak."
Wanita itu menyilangkan tangan.
"Kau tahu kenapa aku kesulitan mengaturmu?"
July menatapnya.
"Karena aku tampan?"
"Bukan."
"Karena aku berbakat?"
"Sama sekali bukan."
July tersenyum tipis. Maya menunjuk layar komputernya.
"Karena setiap kali semua orang berhenti bertanya, kau justru mulai bertanya lebih banyak."
YOU ARE READING
Crown of Ashes -Keonhoon-
FanfictionSepuluh tahun lalu, Kilian Ashford meninggalkan July Hartwell. Sepuluh tahun kemudian, ia kembali untuk mengambilnya. Di tengah permainan politik, proyek pembangunan kontroversial, dan rahasia yang menghubungkan keluarga mereka dengan para elite Eas...
