1

4 0 0
                                        


Selasa pagi tanggal 5 Mei 2026, kami ramai-ramai berkumpul di kampus A. Udara masih sejuk, matahari baru muncul di ufuk timur. Saya dan teman-teman mahasiswa jurusan Pendidikan Sejarah datang lebih awal, mengantre untuk registrasi di aula kampus. Selesai registrasi para mahasiswa kemudian diberi masing-masing satu buah kotak thinwall berisi beberapa camilan untuk dimakan saat perjalanan nanti. Setelah semuanya selesai, kami berpindah ke depan aula untuk acara pembukaan singkat. Dosen pembimbing memberikan sambutan dan motivasi agar kami serius mengamati setiap situs. Lalu, seperti biasa di acara-acara kampus, kami berdoa bersama sesuai keyakinan masing-masing sebelum naik bis pukul 07.00 tepat. Suasana penuh semangat, ada yang sudah sibuk foto-foto, ada juga yang ngobrol tentang apa yang akan dilakukan hari itu.

Perjalanan ke Karawang agak macet dan terjadi beberapa kendala sehingga kami tiba di lokasi tidak sesuai dengan ekspektasi, yaitu pukul 11.30. Sebelum menyusuri situs-situs sejarah, kami para mahasiswa dan dosen istirahat terlebih dahulu. Ada yang makan siang dan ada juga yang sholat Dzuhur karena sudah masuk waktunya.

Karena jumlah mahasiswanya sangat banyak, jadi dibagi beberapa kelompok, dan kelompok saya kebagian untuk ke Museum Situs Budaya Batujaya terlebih dahulu, sekitar jam 1 siang. Museum ini jadi pintu masuk utama kompleks percandian Batujaya, yang luasnya mencakup beberapa desa di Kecamatan Batujaya dan Pakisjaya. Di museum, ada pameran artefak, foto ekskavasi, dan penjelasan singkat tentang sejarah situs ini. Kompleks Percandian Batujaya sendiri adalah salah satu situs Buddha tertua di Jawa yang diperkirakan berasal dari abad ke-5 hingga ke-7 Masehi, masa Kerajaan Tarumanegara. Ditemukan kembali tahun 1984 oleh tim arkeologi UI setelah penduduk lokal melaporkan adanya gundukan tanah (disebut unur atau onur) di tengah sawah yang mereka keramatkan. Ada puluhan situs (sekitar 62 titik), tapi yang sudah dipugar sebagian adalah Candi Jiwa dan Candi Blandongan.

 Ada puluhan situs (sekitar 62 titik), tapi yang sudah dipugar sebagian adalah Candi Jiwa dan Candi Blandongan

¡Ay! Esta imagen no sigue nuestras pautas de contenido. Para continuar la publicación, intente quitarla o subir otra.

¡Ay! Esta imagen no sigue nuestras pautas de contenido. Para continuar la publicación, intente quitarla o subir otra.

¡Ay! Esta imagen no sigue nuestras pautas de contenido. Para continuar la publicación, intente quitarla o subir otra.
Has llegado al final de las partes publicadas.

⏰ Última actualización: Jun 05 ⏰

¡Añade esta historia a tu biblioteca para recibir notificaciones sobre nuevas partes!

FIELD TRIP KARAWANGHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora