malam di kota Seoul selalu dingin.
lampu jalan memantulkan cahaya redup di genangan hujan, sementara orang-orang sibuk pulang tanpa sadar bahwa sesuatu berjalan di antara mereka.
sesuatu yang bukan manusia.
Kim Junkyu berdiri di atas gedung apartemen tinggi sambil menatap jalanan di bawah dengan mata merah gelap.
angin malam menerbangkan rambut hitamnya perlahan.
sudah tiga hari,tiga hari ia menahan haus.
dan itu membuat sisi monster nya mulai kehilangan kendali.
"lo keliatan menyedihkan." suara itu datang dari belakang.
Haruto berjalan santai sambil memasukkan tangan ke saku mantel hitamnya. "belum makan lagi?"
Junkyu mendecak pelan. "berisik."
"kalau terus nolak darah manusia asli, lama-lama lo mati."
"aku gak bakal mati cuma karena lapar."
haruto tertawa hambar. "vampir paling keras kepala sedunia."
Junkyu diam,tatapannya kosong ke bawah sana,masalahnya bukan ia tidak mau minum darah.
tapi setiap kali mencoba-semuanya terasa menjijikkan.
tidak ada rasa,tdak ada aroma yang membuat nalurinya bangkit,sampai malam itu..
tubuh Junkyu tiba-tiba menegang,matanya menyipit tajam ke arah halte bus seberang jalan.
seorang pemuda berdiri sendirian di sana sambil memeluk tasnya,rambut hitam lembut,kulit pucat.
dan aroma darahnya-manis,sangat manis sampai tenggorokan Junkyu terasa terbakar.
"..sial."
haruto langsung sadar perubahan ekspresi Junkyu.
"ada apa?"
namun Junkyu sudah menghilang.
BRAK.
Ia mendarat tepat di gang sempit belakang halte dengan napas berat,matanya berubah merah terang,taringnya mulai terlihat.
haus,ia haus setengah mati.
sedangkan Jihoon sama sekali tidak sadar bahwa dirinya sedang diperhatikan.
pemuda manis itu hanya berdiri sambil menggerutu kecil. "kenapa busnya lama banget sih..."
angin dingin berembus,jhoon mengusap lengannya pelan sebelum tiba-tiba merasa seseorang berdiri di belakangnya.
deg.
Jihoon menoleh cepat,dan langsung membeku.
seorang laki-laki tinggi berdiri beberapa langkah darinya dengan hoodie hitam dan tatapan tajam yang entah kenapa terasa-tidak manusiawi.
ganteng,tapi menyeramkan.
"a-ada apa ya?"
junkyu tidak menjawab,matanya hanya tertuju pada leher Jihoon,detak nadinya terdengar jelas.
dug
dug
dug
aroma darah hangat itu memenuhi kepalanya sampai ia nyaris,kehilangan kendali.
"wah..." Jihoon mulai gugup. "k-kalau mau minta nomor baik-baik aja gak sih..aku kasih kok"
Junkyu mengernyit,di situasi begini anak ini masih bisa ngomong aneh?
Jihoon mundur satu langkah kecil.
"aku gak bawa uang ya..."
"diam."
suaranya rendah,serak.
dan itu membuat Jihoon langsung diam refleks.
Junkyu mendekat perlahan,satu langkah,dua langkah.,sampai Jihoon bisa melihat jelas mata merah gelap milik laki-laki itu.
deg.
"a-anu..."
Jihoon mulai panik,ini orang cosplay atau gimana sih?!
namun sebelum sempat kabur-junkyu tiba-tiba mencengkeram pergelangan tangannya lalu menarik tubuh Jihoon ke gang gelap.
"EHH?!"
brak!
tubuh Jihoon tertahan di dinding,napasnya memburu panik saat Junkyu menunduk ke lehernya.
hangat,wangi.
Junkyu memejamkan mata kuat-kuat sambil menahan haus yang hampir membuatnya gila.
"jangan bergerak..."
Jihoon benar-benar membeku sekarang,karena ia bisa merasakan sesuatu yang tajam menyentuh kulit lehernya,taring.
"ASTAGA?!"
Junkyu langsung menahan mulut Jihoon cepat.
"pelan, bodoh."
Jihoon membelalak ketakutan. "k-kamu vampir?!"
hening.
lalu Junkyu berbisik pelan di dekat telinganya- "iya."
dan detik itu juga-dunia Park Jihoon berubah total.
.
.
.
.
YOU ARE READING
He only drinks from one person
Mystery / Thrillertentang junkyu yang menemukan cinta nya setelah berabad-abad,dan sial nya kekasih cinta nya bukan seperti diri nya namun manusia yang mempunyai darah manis yang di idamkan vampir, apakah junkyu bisa melindungi jihoon? "gua bakal lindungin lo" #kyuho...
