PLAN 1 : JADI PACAR KAKAK NTIK 001

93 13 7
                                        

[ PLAN 1 : JADI PACAR KAKAK NTIK ]

Langit pagi menggantung malas di atas gedung sekolah, sementara matahari pelan-pelan memanjat awan seperti anak kecil yang baru belajar naik sepeda. Halaman SMP Nusantara sudah dipenuhi murid baru yang mondar-mandir sambil membawa tas dan map berisi berkas MPLS.

Suara obrolan bercampur jadi satu, menciptakan keramaian yang terasa asing sekaligus menegangkan. Di tengah semua itu, Kefas berdiri sambil memainkan ujung tali tasnya. Perutnya terasa nggak nyaman sejak tadi, entah karena gugup atau karena semalam terlalu banyak makan mi instan.

"Anjir..." gumamnya pelan sambil menatap lautan manusia di depannya. Baru lima menit berada di sekolah ini, tapi rasanya seperti dilempar ke planet lain.

Seorang cowok berkacamata tinggi yang berdiri di sebelahnya melirik sekilas. "Baru pertama masuk sini juga?" tanyanya sambil merapikan topi MPLS yang sedikit miring.

Kefas mengangguk pelan. "Kelihatan ya?"

"Iya lah. Muka lu kayak orang diculik terus diturunin di tempat asing."

"Tai." Cowok itu langsung tertawa sampai bahunya naik turun. Anehnya, candaan receh itu cukup membuat suasana jadi nggak terlalu canggung.

"Salam kenal, Edward. gua kelompok merah"
Ucap cowo kacamata itu mengulurkan tangannya sambil memperkenalkan diri sambil tersenyum

"Kefas, nama lu bagus. Any gua kelas B, samping kelas lu" Balas Kefas membalas jabatan tangan pria dengan nama Edward itu

Tak lama kemudian, suara peluit memecah keramaian. Para kakak panitia mulai berjalan menuju lapangan dengan langkah santai, seolah tempat itu memang milik mereka. Angin pagi ikut berlarian di antara barisan siswa, memainkan ujung seragam dan rambut yang belum sempat dirapikan.

Mata Kefas awalnya hanya mengikuti pergerakan para panitia tanpa minat khusus, sampai pandangannya berhenti pada satu orang yang berjalan dari arah gedung utama.

Cowok itu lebih tinggi dibanding kakak panitia lainnya. Rambut hitamnya sedikit berantakan tertiup angin, tapi justru membuatnya terlihat santai. Wajahnya nggak terlalu ekspresif, namun ada sesuatu yang bikin orang gampang memperhatikannya kelihatannya, Manis.

Dia berjalan sambil membawa clipboard di tangan, sesekali berbicara dengan panitia lain. Entah kenapa, dari ratusan orang yang ada di lapangan itu, mata Kefas malah terus mengikuti sosok tersebut.

"Eh," panggil cowok berkacamata tiang itu si Edward sambil menyenggol lengannya. "Lu ngeliatin siapa sih?" memperhatikan sekeliling mencari dengan mata kalang kabut

Kefas masih menatap ke arah yang sama. "Yang manis itu, cowok yang berdiri disebelah sana." tanpa sedikit pun berpalinh dari pria yang dia bicarakan

"Ohh." Cowok itu langsung paham. "Kak Noah? Tadi pagi dia yang nganterin gua ke barisan, humble banget orangnya."

Nama itu terdengar sederhana. Tapi anehnya langsung nempel di kepala Kefas, Noah? Kefas mengulang nama itu dalam hati beberapa kali. Padahal baru dengar beberapa detik yang lalu, tapi rasanya sulit dilupakan begitu saja.

Sesi MPLS berjalan seperti biasa. Kakak-kakak panitia menjelaskan aturan sekolah, tata tertib, dan berbagai kegiatan yang bakal berlangsung selama beberapa hari ke depan. Sayangnya, otak Kefas hanya menangkap setengah dari penjelasan tersebut.

Plan 1 : Jadi Pacar Kakak Ntik | KeonHyeonStories to obsess over. Discover now