prolog

2 0 0
                                        

"Dewa!!!!"
Ale menarik baju belakang Dewa sebelum ia sempat melarikan diri pasca menyentil dahi Ale barusan.

"Maksud Lo apaan hah!" ucapnya sedikit jinjit hingga wajahnya berada tepat Pat di depan wajah Dewa yang kini membelalakkan matanya tak sangka akan tertangkap lebih cepat dari yang ia kira.

"ehh anu Le-"

"anu- anu. panuan?" Ale balik mencubit pinggang Dewa hingga tangannya berputar.

"aduh Le, udah" Dewa berusaha menahan tangan kecil di pinggangnya, "aduhh perih anjir"

Dinda dan Alva di samping mereka hanya bisa menggelengkan kepala dan menutup wajah mereka dengan buku. "hadeuhh adegan ini lagi" bisik Dinda yang diangguki oleh Alva dengan suka rela.

"End nya selalu nggak indah buat Dewa" ucap Alva.

"lagian sih, ngeselin" setelah berkata demikian, Ale berbalik badan dan mengibas rambut di hadapan Dewa.

"ayo nda pergi," ucapnya sambil menarik tangan Dinda segera menjauh dari hadapan Alva dan Dewa yang meringis sambil memegangi pinggangnya.

" ngilu," gumam Dewa pelan.

" rasain, udah tau Mak Lampir ga mood malah diganggu"

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: May 28 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

28°CCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang