PKP - 0. Prolog (Introduction)

275 3 0
                                        

Cerita pada Chapter 0. Prolog ini Full dan Lengkap!

Cerita lengkap dapat kalian lihat dan baca di https://lynk.id/rakarsagdeansius

-----

Penempatan Kerja Panas

0. Prolog (Introduction)

- Kei Juan Mandalie -

Perkenalkan, namaku Kei Juan Mandalie, atau akrab dipanggil Kei. Tak mau terlalu berlama-lama, aku ingin menjelaskan singkat tentang tentang diriku ini.

Lahir dari keluarga keturunan Tionghoa/Chinese, anak kedua dari tiga bersaudara, dan sebagai anak tengah, bisa dibilang aku mendapatkan perlakuan yang berbeda dari kedua orang tua. Koko dan adikku teramat di sayang, maklum, cucu pertama laki-laki dari 2 belah pihak juga cucu perempuan pertama pula dari 2 sisi. Sementara aku? Ya cuma sebagai jembatan saja mungkin.

Jadi bisa dibilang aku yang di anak tirikan ini harus terpaksa belajar mandi. Jelas, semua-semua sudah aku yang harus bertindak, mengalah, dan bekerja.

Contohnya saja, sedari kecil aku sudah harus menyiapkan seragam dan buku pelajaranku sendiri. Sementara 2 saudaraku di siapkan mama atau mbak. Masalah menjaga toko juga seringnya aku yang dimintai tolong. Atau hadiah saja, kedua orang tua akan lebih memprioritaskan koko dan adikku, baru setelahnya aku. Pokoknya aku yang selalu jadi nomor sekian.

Kasih sayang kedua orang tua juga sebenarnya agak bertepuk sebelah tangan. Tapi aku bisa apa? Aku cuma bisa mengalah saja, menerima semua yang terjadi. Aku tahu itu bukan salah mereka. Pahamlah karena sekelibat aku mendengar perbincangan keluarga tentang kondisiku. Sangat bisa dimaklumi.

Tumbuh dewasa aku menjadi anak yang berbeda, setidaknya itu yang aku alami dan sadari. Berawal dari pegawai di toko papa yang cenderung lebih menyukaiku. Maklum, aku yang paling sering diminta membantu di toko. Ada 1 orang yang begitu sayang kepadaku, namanya mas Alif.

Pria keturunan Jawa, seorang Pribumi. Kulitnya sawo matang agak gelap, badannya sangat proporsional, wajahnya terkesan galak tapi murah senyum. Mas Alif yang bisa di bilang paling sayang padaku di toko. Ia sering mengajakku ngobrol atau bermain. Menemaniku sampai tanpa aku sadari, aku menaruh pandanganku padanya.

Dalam maksud disini, aku mengagumi sosok mas Alif. Kokoku juga sayang padaku, tapi perlakuannya beda dengan mas Alif. Ia terkesan lebih menyayangiku saja. Setiap hari aku bertemu dengan mas Alif, berbincang dengannya, bercanda, dan sampai curhat. Aku sangat terbiasa dengan kehadiran mas Alif sampai aku remaja ini.

Titik baliknya adalah pernah saat itu aku melihat mas Alif yang bekerja mengangkat barang yang baru datang untuk diletakan di gudang. Ia yang bertelanjang dada, keringat mengucur deras, otot-otot yang dipaksa bekerja keras sampai menonjol kencang dengan urat-urat menyembul. Pemandangan itu membuat jantungku berdebar. Apalagi saat ia selesai dengan kerjaannya dan kami berdua diam-diam sembunyi di belakang warung tetangga untuk mencuri merokok. Aku yang mencium bau aroma tubuhnya yang berkeringat sungguh membuat adik kecilku di bawah itu mengeras tanpa sebab.

Semenjak kejadian itu aku jadi sering mengamati sosok pria. Tapi pria yang aku amati adalah pria yang memiliki tipe fisik seperti mas Alif. Tak jarang aku amati teman-temanku di sekolah yang keturunan Pribumi ini. Baru aku sadari mereka ternyata semenarik itu di mataku, berbeda ketika aku melihat pria yang sama-sama keturunan Chinese.

Puncaknya, aku pernah sengaja berbohong kepada mas Alif, bilang ingin menyentuh ototnya saat setelah ia bekerja keras masih dalam keadaan berkeringat. Mas Alif hanya tertawa, ia pamerkan otot lengannya. Aku yang berusaha menahan perasaanku ini, mengusap dan merasakan betapa kencang nan keras otot tangan mas Alif.

PKP - Penempatan Kerja PanasStories to obsess over. Discover now