" jangan pernah takut dengan apa yang kamu lalui" ~ Angkara Elvander
Hari senin, sebuah motor sport's berjalan di jalan raya dengan laju yang cepat, ya, ia Angkara Elvander, sedang melaju cepat ke sekolahnya bahkan tak melihat sekitar, ia menghela nafas kasar dan terus melaju tanpa jeda layaknya di kejar preman, ia sangat pnik karena ia mengingat pesan bundanya kemarin malam.
~ Kara, kalo besok kamu telat bunda bakal kunci kamu di kamar, kamu itu keterlaluan hampir 2 hari telat, maen game terus sih...besok liat aja ya habis subuh tuh dzikir bukan tidur"
"halah, asu... udah jam 07.26 , cikh" ujarnya yang masih sempat mengecek Ponselnya ia berlari menuju ke dalam kelas menaruh tas dan terbirit birit pergi ke lapangan, ia tau jika Bunda Lastri marah pasti akan sangat petaka bukan hanya marah perempuan itu akan menamparnya dengan panci panas sekalipun.
"oiii, Kara... sini sini" panggil seorang lelaki yang berdiri di saf paling belakang, ia Readen temen ekaligus sahabat Angkaara dari masa SMP hingga kelas XII sekarang, Angkara berjalan pelan dengan gaya yang biasa ia pakai, mode dingin guyss.
"Untung lo, kaga telat ini baru aja mau di mulai" Ujar Raeden menepuk nepuk punggung Angkara, "dah lah pasrah gue, sama emak kek setan gitu" Angkara menghela nafas menceritakan betapa menyeramkannya Bunda Lastri di rumah, "serem serem gitu baik coyy" sambung Zakky yang tiba tiba mendengar percakapan keduanya, "woii goblok hadep depan, kena lo nanti" Ujar Angkara yang mencentil dahi Zakky yang hanya sebatas dengan lehernya.
"Mentang mentang tinggi lo cok, seenaknya nyentil orang lagian cuman beda 9 cm doang" Ucapnya sambil memenye menye. " Oh ya tadi bos bilang kumpul di markas jam 8 malem" Ujar Raeden melihat kedua temennya saling kesal.
" its okey"
"SIAPA ITU DI BELAKANG AYO HADEP DEPAN"
Angkara dan Readen kembali fokus sementara Zakky di jewer telinganya karena terus menoleh ke belakang, Upacara telah selesai di lakukan Angkara terdiam di dalam kelas ia memainkan Ponselnya sambil mendengar lagu Vavoritnya entah kenapa ia sangat Introvert namun lagu kesukaannya " before you go".
Selang beberapa detik seorang guru laki laki sekaligus wali kelas memasuki Kelas dengan stelan yang membosankan, baju kotak kotak berwarna Merah kecoklatan, dengan rambut rapi kacama mata tebel orang tua dan celana cut bray yang sangat tak ngotak, para sisw siswi memaklumi karena usianya yang menginjak 44 tahun.
"Selamat pagi anak anak, kali idi di kelas XII Ipa A4 akan kedatangan murid baru, baik ayo masuk...perkenalkan dirimu" ucap pak Muhkam pada murid baru di ambang pintu, Ia berjalan pelan menuju pak Muhkam dan berdiri tepat di sampingnya.
"OMG, COY BIDADARI GUYSS" Teriak Zakky yng di saut saut dengan berbagai kata dari teman teman kelasnya, Angkara hanya terdiam ia hanya memainkan ponsel menggunakan earphone dan menunduk kebawah "halo perkenalkan nama saya Kiona Liserra Grahmala, umur saya 17 saya berasal dari Bandung dan saya pindah ke Jogjakarta untuk kepentingan orang tua saya".
"Nomor Hpnya berapa dek, nanti tak Call siapa tau mau di ajak kencan" Ujar Seorang siswa yang kemudian disaut saut para Siswa lainnya, "UDAH CUKUP KALIAN, Kiona silahkan duduk di kursi kosong belakang itu ya".
Kiona mengangguk dan terus berjalan mendekati kursi itu ia tersenyum ramah, selain ramah kulitnya bening hidungnya mancung alisnya rapi dan rada tebal rambutnya bergelombang dan terkuncir kuda beserta badannya yang ramping, terus terang tersenyum hingga duduk di kursi kosong paling kanan dekat jendela.
Ia meghela nafas dan menoleh ke smpingnya yang dimana Angkara hanya terdiam sedari tadi, " Permisi haloo" ujar Kiona pada Angkara yang tak kunjung menjawab namun ketiga tiga kali memanggilnya Angkara menoleh, Pupil matanya membesar seakan takjub, melihat Wajah Angkara, bagaimana tidak takjub dengan laki laki Berkulit putih bermata coklat tajam alis tebal dan bibir pink tipis serta dagu tirus yang menampakkan jagun jantannya.
Angkara megernyitkan dahi dan mendekati wajah Kiona yang masih menatapnya kosong, "Hm" ujarnya sambil menatap Kiona sementara kelas sangat riuh karena Zakky berulah saat pak muhkam pergi sebentar.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.