⚠️ Mengandung kata-kata kasar harap bijak dalam membaca (:
Malam itu suasana apartemen kecil mereka tenang.
Lampu kamar sudah dimatikan dari tadi. Hanya cahaya samar dari luar jendela yang masuk tipis-tipis menerangi ruangan.
Jihoon tidur telentang dengan satu tangan nutup mata.
Sedangkan di sebelahnya Junkyu belum tidur.
Dia menatap langit-langit kamar sambil manyun sendiri. Selimut menutupi tubuhnya sampai dada sementara satu tangannya sibuk mengusap perutnya.
Bayangan satu cup Ice cream cokelat dingin langsung muncul di kepalanya.
Lengkap dengan saus cokelat yang lumer dan potongan biskuit di atasnya.
Makin dibayangin malah makin pengen.
"Sial..." gumam Junkyu pelan sambil menelan ludah sendiri.
Dia butuh ice cream.
Sekarang juga.
Dia menoleh pelan ke samping.
Jihoon masih tidur pulas dengan posisi telentang. Selimut cuma nutup setengah badan, sementara dada bidangnya kelihatan jelas karena cowok itu tidur tanpa baju. Mukanya tenang banget seolah hidupnya gak punya masalah.
Junkyu langsung mendecak kesal. "Enak banget hidup lo,"
Sedangkan dia hampir gila gara-gara kebayang ice cream.
Junkyu menyipitkan mata lalu mulai nyolek lengan Jihoon pelan.
"Heh."
Tidak ada jawaban.
"Woy Jamet"
Masih tidak ada.
Junkyu langsung mencubit lengannya.
"Aw-" Jihoon reflek mengusap bagian lengannya yang sakit sambil masih memejamkan mata.
"Jihoon gue mau ice cream."
Hening.
Jihoon membuka mata pelan lalu melihat jam di meja.
Jam dua pagi.
Cowok itu langsung menutup mata lagi sambil menarik selimut sampai dada.
"Besok aja ya"
Junkyu melotot gak percaya.
"Gue lagi ngidam goblok."
"Ngidamnya besok aja."
"Gak bisa."
"Bisa."
"Gak bisa."
"Bisa."
"JIHOON."
"Apa?!"
"Gue mau ice cream sekarang!."
"Terus kenapa harus gue yang ribet anjir."
Junkyu langsung duduk sambil menunjuk perutnya sendiri.
"Anak lo yang mau!."
Jihoon membuka mata penuh.
"Setiap kali lo mau sesuatu pasti bawa-bawa anak gue."
"Ya emang ini anak lo bangsat."
"Gue curiga sebenernya lo aja yang ngidam."
"Ya iyalah gue yang hamil goblok."
Jihoon mengerang pelan sambil menutup muka pakai tangan.
"Sumpah gue nyesel, harusnya gue gak ikut pesta itu."
Junkyu langsung nengok gak terima.
"OH jadi sekarang nyalahin pesta?"
"Ya terus nyalahin siapa?"
