Suara kursi yang bergeser mulai memenuhi ruangan begitu dosen mereka keluar dari kelas. Beberapa mahasiswa langsung sibuk membereskan laptop dan buku, sementara sebagian lain mulai mengobrol sebelum pulang.
"Eh, ini bukannya Kieran?" Seseorang tiba-tiba berseru sambil mengangkat layar ponselnya.
Beberapa kepala langsung menoleh, begitu juga Kieran yang sedang memasukkan buku ke dalam tas ikut melirik sekilas sebelum akhirnya menyadari foto yang dimaksud.
Foto gala anniversary Alistair St. Aurelia Medical Center semalam. Tidak perlu heran, sejak pagi berita itu memang ada di mana-mana.
Di foto tersebut, keluarga Alistair berdiri bersama beberapa anak pasien kanker dari yayasan rumah sakit. Dr. Adrian Alistair dan Dr. Evelyne Maris Alistair berdiri di tengah dengan senyum formal sempurna. Darian berada di samping salah satu dokter senior rumah sakit dengan jas hitam rapi yang membuatnya terlihat terlalu cocok berada di sana.
Sementara Kieran....
Kieran berdiri sedikit membungkuk di depan seorang anak kecil yang memeluk lengannya sambil tertawa lebar ke arah kamera.
"Anjir, keluarga lo aesthetic banget."
"Iya serius, kayak keluarga di drama medis." Sahut yang lain cepat, sementara itu Kieran hanya mampu tertawa kecil sambil menutup resleting tasnya.
"Lebay."
"Bukan lebay Ki, ini beneran viral." Salah satu temannya memutar layar ponsel ke arah Kieran, memperlihatkan kolom komentar yang terus bertambah.
Goals family banget.
Keluarga dokter paling harmonis.
Anak-anaknya keren semua.
Vibes keluarganya hangat banget.
"Gue iri sumpah." Ujar seseorang sambil menjatuhkan badan ke meja.
"Keluarga lo tuh keliatan deket banget." Lanjut nya.
"Iya lagi, dan yang paling gue iri tuh keluarga lo nggak ngekang anak-anaknya." Timpal mahasiswa lain.
"Bener, bayangin aja keluarga dokter segede itu tapi ngebebasin lo masuk Sastra. Kalau keluarga gue sih udah diseret gue masuk FK mau nggak mau."
Tawa kecil langsung terdengar di satu kelas saat kalimat itu keluar dengan lantangnya.
Kieran pun ikut tersenyum sambil menyampirkan tas ke bahu.
"Percaya deh, masuk Sastra nggak seindah itu juga. Apalagi kita punya 3 tugas penting yg harus dikumpulin Minggu depan, itu bikin capek." Kata Keiran sambil nepuk punggung teman nya.
"Iya sih bener, kayaknya nanti gue harus healing dulu deh mabok tugas gue." Balas nya sambil menoleh ke arah Keiran.
"Tapi tetep aja keluarga lo keren banget sih Kei." Lanjutnya lagi.
Mendengar itu Kieran hanya mampu mengangkat bahu kecil. Sudah terlalu sering mendengar kalimat seperti itu sampai rasanya dia tidak tau harus bereaksi seperti apa.
Lagian memang benar kan? Keluarga Alistair memang sangat terkenal.
Papanya, Adrian Alistair, adalah anak pertama dari tiga bersaudara. Hampir seluruh anggota keluarga mereka ada di dunia medis, ada yang jadi dokter, peneliti, sampai calon mahasiswa kedokteran. Bagitu juga dengan mamanya yang juga seorang dokter.
Darian sendiri sudah jelas akan menjadi penerus utama Alistair St. Aurelia Medical Center.
Sementara itu dua sepupunya pun sekarang sedang menjalani pendidikan kedokteran. Bahkan anak dari adik terakhir papanya yang akan lulus sekolah tahun depan berencana mengambil jurusan yang sama, yaitu kedokteran.
KAMU SEDANG MEMBACA
03:17
General FictionKieran tidak pernah membayangkan dirinya punya masa depan. Hidupnya selalu dipenuhi dengan tuntutan, lahir di keluarga dokter terkenal, dibandingkan dengan semua orang, dan dipaksa menjadi seseorang yang bukan dirinya. Sampai suatu malam , setelah i...
