Bab 1. Pedagang manusia

7 2 0
                                        

Elaine menatap dengan tenang pada anak laki-laki berusia sepuluh tahun dihadapan nya.

Meskipun wajahnya penuh kepolosan, namun dia tidak mungkin salah lihat jika tangan kecilnya dengan sengaja membuat pisau si pedagang manusia untuk berbelok dan menusuk jantungnya.

Saat dia memutuskan untuk belajar tentang psikologi kriminal dan memasuki jalan karirnya, Elaine tahu jika dia bisa mati kapan saja dan dimana saja.

Namun siapa sangka jika yang membunuhnya adalah seorang anak kecil yang seharusnya masih memiliki dunia yang polos dan penuh warna?

Dia menutup matanya ditengah hiruk pikuk masyarakat yang sibuk menelpon ambulan dan polisi.

Entah berapa lama, Elaine tiba-tiba merasakan rasa sakit yang menusuk di kepalanya, potongan ingatan seperti film bertukar terus menerus membuat otaknya hampir terbakar karena kelebihan beban.

Setelah dia dengan paksa erangan yang akan keluar dari mulutnya, Elaine akhirnya memilki kesempatan untuk mengetahui kondisi sekitarnya.

Tubuh ini juga bernama Elaine, berasal dari keluarga bisnis di Hongkong. Namun ayahnya, putra bungsu Chow, tidak tertarik dengan perebutan kekuasaan yang brutal dan akhirnya memutuskan untuk pergi.

Namun karena pemilik aslinya masih harus menempuh pendidikan, akhirnya dia tinggal dengan bibinya yang memiliki hubungan yang cukup baik dengan orang tuanya.

Setelah akhirnya menyelesaikan studinya hingga lulus dari universitas, pemilik tubuh ini akan pulang dan berkumpul kembali dengan orang tuanya.

Tidak ada yang salah dengan apa yang dikenakan oleh pemilik tubuh ini, namun orang tuanya berpindah ke negara I dimana ada kekurangan makanan.

Jadi setelah melihat seorang wanita muda yang berpakaian begitu cantik dan rapi, seorang bibi paruh baya mendekatinya dan berbincang dengannya.

Pemilik tubuh ini yang dilindungi dengan baik oleh bibinya tidak tahu jika dia menjadi sasaran pedagang manusia.

Dia memakan gorengan yang diberi obat bius karena merasa tidak enak menolak terus-menerus dan akhirnya pingsan.

Namun bibinya hanya mengatakan jika pemilik tubuh ini hanyalah tertidur karena kelelahan setelah perjalanan yang sangat panjang.

Elaine berduka atas kepergian pemilik tubuh ini sebentar.

Memang benar, seorang anak tidak boleh terlalu dilindungi sebagai burung kenari agar tidak tumbuh menjadi domba gemuk yang bisa diculik dan dijual kapan saja.

Hanya saja agar tidak menimbulkan kecurigaan bibi disampingnya, Elaine mengamati lingkungan sekitarnya dengan sembunyi-sembunyi.

Suara kereta yang keras, pedagang asongan yang diperbolehkan masuk kereta, kursi keras dan pakaian ala 90an. Dari ingatannya yang berantakan, dia mengetahui secara kasar jika terlempar ke masa lalu.

Dan sekarang, apa yang harus dia pikirkan adalah bagaimana caranya untuk menangkap pedagang manusia ini.

Saat Elaine berpikir, tatapannya bertemu dengan tatapan yang dalam dan agresif.

Seorang pria dewasa yang memiliki potongan cepak khas tentara, namun karena kemejanya yang sedikit berantakan dan bekas sayatan di wajahnya yang memanjang dari bawah mata kiri ke mulut kanan, membuatnya lebih terlihat seperti preman.

Rokok yang dia gigit dan asap yang mengepul juga seolah memberitahu semua orang jika dia bukanlah orang yang mudah diprovokasi.

Namun karena pekerjaannya, dia telah bertemu dengan banyak prajurit khusus.

Distrik Barat Daya - 1990Tahanan ng mga kuwento. Tumuklas ngayon