Di SMA Nusa Cakrawala, ada satu hal yang semua orang tahu—tapi tak pernah ada yang benar-benar mengatakannya.
Bahwa selalu ada seseorang yang menjadi pusat dari segalanya.
Arka Mahendra
Dia adalah poros dari setiap keramaian, suara tawa yang paling keras di kantin, dan punggung nomor tujuh yang selalu diteriakkan namanya di lapangan basket. Baginya, tiga tahun sekolah adalah panggung sandiwara di mana dia adalah pemeran utamanya.
Namun, di balik semua sorot lampu itu, Arka menyimpan sebuah rahasia.
Sebuah rahasia tentang seseorang yang selalu ia cari di antara ribuan kepala—namun selalu ia abaikan saat mata mereka tak sengaja bertemu.
Sebaliknya, ada Niskala Senja
Dia adalah definisi dari “tidak terlihat”.
Niskala adalah bayangan yang bergerak di koridor sepi, siswi di barisan paling belakang, dan nama yang sering kali salah disebutkan saat absen.
Selama tiga tahun, Niskala belajar satu keahlian khusus:
mencintai Arka tanpa suara.
Baginya, Arka adalah bintang—
terlalu indah untuk tidak dikagumi,
namun terlalu panas untuk didekati.
YOU ARE READING
Garis yang Tak Pernah Bersinggungan
Teen FictionTiga tahun. Ribuan tatapan. Segala kemungkinan. Arka dan Niskala tidak pernah gagal dengan perasaannya, mereka hanya tidak pernah sempat memulainya.
