I apologize if my writing has mistakes, because Indonesian is not my first language.I hope you all enjoy reading it.
𝗠𝗮𝘁𝘇 (Hongjoong x Seonghwa)
Hongjoong dan Seonghwa, mereka berteman sejak bangku smp hingga mereka bekerja.
Hongjoong sebagai penulis lirik sementara Seonghwa membuka bisnisnya sendiri iaitu toko roti.
Awalnya hubungan mereka baik - baik sahaja hingga perasaan iri muncul...
"Seonghwa, aku mau ngajak kamu ke tebing di pinggir jalan rumah kita. Kamu gk sibuk kan sekarang ini?" Ucap Hongjoong kepada Seonghwa yang sedang menyiapkan pesanan pelanggan.
"Enggak kok, aku udah mau nutup toko ini. Kamu tunggu di luar dulu nanti aku samperin kamu." Sembari seonghwa mengemas, Hongjoong berlalu keluar dari toko roti itu dan menunggu Seonghwa di depan tokonya.
"Hongjoong, yuk aku udah siap ini." Ucap Seonghwa sambil membawa tas di samping kirinya
"Yaudah yuk, ada sesuatu yang harus aku kasi tau kamu dan ini penting banget." sambil memegang tangan Seonghwa di sampingnya.
Sembari mereka berjalan untuk ke tebing, terdapat angin yang kencang disertakan petir menandakan hari akan hujan sebentar lagi. Seonghwa memegang erat tangan hongjoong kerana dia sedikit takut akan petir . Honjoong yang telah hapal akan kelakuan sahabatnya yang takut pada petir itu membiarkan tangannya di pegang erat.
"Hongjoong, enggak bisa besokkah kita bicara? ini udah mau hujan loh." Ucap Seonghwa sambil menatap hongjoong.
"Enggak bisa, ini penting banget harus hari ini juga. Aku jamin ini bentar doang." Sembari mempercepatkan langkah nya agar sempat sampai ke destinasi sebelum hujan turun.
Setibanya mereka di tepi tebing, Hongjoong membawa Seonghwa ke bagian yang sedikit curam di mana jika salah langkah nyawa bisa melayang.
"Kenapa kamu membawa aku kesini? sini bahaya banget Hongjoong, kita bisa mati kalo tersilap langkah." Seonghwa menatap Hongjoong dengan tatapan cemas manakala Hongjoong tidak menunjukkan sebarang reaksi. Dia hanya menatap Seonghwa dengan tatapan kosong.
"Aku iri sama hidup kamu Seonghwa, Kamu ada segalanya teman, keluarga dan orang - orang yang baik pada kamu sementara aku yang udah enggak ada teman , keluarga dan orang - orang pada jahat sama aku. Mereka pikir aku lah penyebab seluruh keluarga aku mati, aku dijauhi oleh semua orang tapi kamu seorang aja yang sanggup menjadi teman aku pada masa itu. Kamu seperti pelangi yang muncul selepas badai, Aku berterima kasih banyak kerana telah menjadi teman aku. Semoga kita tidak bertemu di kehidupan selanjut nya."
Selepas mengatakannya perlahan - lahan air mata Hongjoong keluar, Seonghwa yang melihat Hongjoong menangis berasa cemas kerana ini pertama kalinya temannya menangis dihadapannya.
"Hey, kenapa kamu menangis secara tiba -tiba? dan apa maksud kamu semoga kita tidak bertemu di kehidupan selanjutnya?" Sembari menghapuskan air mata Hongjoong dengan hujung lengan bajunya.
"Aku harus melakukannya kalo tidak nyawa aku dalam bahaya Seonghwa, kamu tidak perlu maafin aku kerana apa yang akan aku lakukan selepas ini adalah perkara yang sangat kejam."
Sebelum Seonghwa membuka mulutnya untuk membalas ucapan Hongjoong, seccara tiba - tiba tubuhnya di dorong ke depan oleh Hongjoong mengakibatkan dia terjatuh dari tebing.
"M-maaf untuk segalanya." Ucap Hongjoong sambil menangis menatap ke bawah dimana dia mendorong Seonghwa, tanpa Hongjoong sedari ada seorang pria yang perlahan - lahan mendekatinya secara senyap.
Pria itu berdiri dibelakang Hongjoong sembari mengeluarkan pisau di sebalik kantongnya, pria itu menusuk Hongjoong di bahagian belakang kiri Hongjoong yang membuat Hongjoong berteriak secara kuat.
"ARG!!! S-SIAPA l-" Belum sempat Hongjoong untuk mengabisi ucapannya tubuhnya didorong oleh pria itu ke arah tebing dan membuat Hongjong jatuh.
Selepas pria itu mendorong Hongjoong, dia beranjak pergi dari sana ke arah mobilnya yang tidak terletak jauh dari lokasinya.
𝐓𝐚𝐦𝐚𝐭
𝑴𝒂𝒌𝒂𝒔𝒊𝒉 𝒖𝒅𝒂𝒉 𝒃𝒂𝒄𝒂, 𝒂𝒌𝒖 𝒉𝒂𝒓𝒂𝒑 𝒌𝒂𝒍𝒊𝒂𝒏 𝒔𝒖𝒌𝒂. 𝑴𝒂𝒂𝒇 𝒌𝒂𝒍𝒐 𝒕𝒖𝒍𝒊𝒔𝒂𝒏𝒏𝒚𝒂 𝒌𝒖𝒓𝒂𝒏𝒈 𝒃𝒂𝒈𝒖𝒔 𝒚𝒂𝒂. ✌𝓢𝓮𝓮 𝔂𝓸𝓾𝓻 𝓼𝓸𝓸𝓷✌.
YOU ARE READING
Ateez Oneshoot
FanfictionKoleksi oneshoot Ateez setiap cerita pasti ada perjalanan yang sulit untuk ditempuh dan setiap perjalanan pasti ada cerita di baliknya
