Untuk siapapun yang membaca ini, terutama untuk setiap keluargaku, dan untukmu Liam.
Bila kau membaca surat ini, maka bisa dikatakan bahwa aku sudah tidak ada lagi di dunia ini. Maaf kalau aku tidak bisa mengatakan ini secara langsung.
Pertama-tama, Liam, selamat ya atas kelulusanmu dalam menyelesaikan jurusan S2 Kedokteran. Sayang aku tidak bisa merasakan dioperasi olehmu.
Untuk intinya, aku, Soru Lightwood, ingin mewariskan keseluruhan dari Peternakan Lightwood kepada anakku satu-satunya, Liam Lightwood. Dimulai dari tanah, bangunan, peralatan, ijin, dan semua kuda dan ternak disana.
Lalu untuk Liam, aku tidak masalah mau kau apakan peternakan itu kedepannya. Menjualnya, melanjutkannya, menyewakannya, menjadikannya bangunan lain, tidak masalah. Itu adalah pilihanmu sendiri sekarang, aku maupun ibumu tidak masalah soal itu.
Tapi kalau kau mau melanjutkan peternakan itu, aku hanya ingin mengatakan bahwa ini adalah peternakan yang dibangun dari nol dan sering mengalami jatuh bangun. Kau mungkin pernah mendengar Lightwood Farm sebagai salah satu tempat jual-beli kuda paling terkenal pada zamannya, tapi hal itu adalah hasil dari kerjasama banyak pihak.
Oleh karena itu, Liam, jangan takut untuk melakukan kesalahan. Jangan takut untuk meminta bantuan. Jangan takut untuk mengambil resiko. Jangan takut dimarahi tukang jahit terdekat karena selalu datang dengan baju robek. Percayalah ayahmu ini lebih banyak dibantu orang dibanding membantu mereka.
Dan kalau dipikir sepertinya ibumu lebih banyak berjasa dalam keuangan keluarga daripada aku. Aku jadi merasa menyesal sudah membuatnya repot.
Ingatlah, langit itu indah bukan hanya karena ada satu dua bintang, tapi karena ada banyak sekali bintang yang memiliki sinarnya masing-masing.
Kuda dan manusia seperti itu juga. Sebagus atau seaneh apapun mereka, semuanya memiliki perannya masing-masing. Jadi, perlakukan mereka dengan baik, ya? Ibumu Lisa, Pak Bright, kuda-kuda dan ternak disana, penduduk Desa Karangapi, dan yang lainnya.
Sekali lagi, maaf untuk semuanya. Maaf juga kalau pesan ini mungkin sulit dipahami, aku jarang menulis pesan panjang soalnya. Jadi, rawat dirimu dengan baik ya, Lilac.
Ayahmu tersayang,
Soru Lightwood
Catatan: Kalau kau menemukan sekop baru di gudang. Tolong kembalikan kepada Pak Tosho. Dia dan krunya saat ini sedang bekerja di kota, entah kapan mereka kembali. Ingat ya nak.
- - - - -
"Halo, Lilac?"
"Halo, ibu?"
"Apa kabar? Selamat ya atas kelulusan mu. Ibu bangga padamu nak."
"Ah ibu bisa saja. Makasih ya." Jawab Liam dengan basa-basi. "Aku baik-baik saja disini. Ibu sendiri?"
"Puji Tuhan, ibu juga baik disini. Hanya sedikit sibuk saja."
"Syukurlah. Oh ya, aku sudah mau sampai Desa Karangapi nih. Tadi turun di Stasiun Jeda dan langsung naik taksi."
"Baguslah. Semoga kau selamat sampai peternakan ya nak," balas ibunya dibalik telepon.
"Jadi, Bu, kira-kira kapan nih bisa kembali kesini? Sudah hampir setahun ibu tidak kembali," tanya Liam dengan penuh harap.
"Setahun? Kan akhir tahun kemarin ibu datang."
"Iya itu kan namanya sudah setahun, Bu, hihihihi," balas Liam sambil tertawa geli.
Ibunya pun ikut tertawa. "Hihi bisa saja kau nak."
YOU ARE READING
The Greatest Gallop
Action"Dalam hidup jangan melihat seberapa banyak kau jatuh, tapi lihat seberapa banyak kau berusaha untuk bangkit dan kembali berlari" Sirius Gallop adalah kuda yang sekilas memiliki fisik rentan dan sulit diatur, tetapi dia diberi dua anugerah. Yang per...
