Malam itu, meja makan keluarga Limario terasa berbeda.
Biasanya penuh tawa-Ana yang berisik, Stella yang selalu menggoda, dan Ahyeon yang mencoba menenangkan semuanya namun kali ini... sunyi.
Limario duduk di ujung meja, wajahnya serius. Di sampingnya, Jennie menggenggam tangannya erat, seolah butuh kekuatan.
Ruka, si sulung yang tegas, langsung menyadari ada yang tidak beres.
"Ayah... Mama... ada apa?" suaranya tenang, tapi tajam.
Semua mata tertuju pada mereka.
Jennie menarik napas panjang.
"Ada sesuatu yang sudah lama kami sembunyikan dari kalian..."
Pharita mengernyit, tetap anggun meski suasana menegang.
"Sembunyikan...? Tentang apa?"
Asa hanya menyilangkan tangan, tatapannya dingin. Jiwoo bahkan tidak menoleh, tapi jelas mendengarkan.
Limario akhirnya bicara, suaranya berat.
"Kalian... punya dua saudara lagi."
Sunyi.
Sendok di tangan Ana jatuh ke piring.
"Hah?!"
"Dua...?" Rami berbisik, tidak percaya.
Carmen langsung menatap penuh khawatir.
"Di mana mereka sekarang?"
Jennie menunduk.
"Mereka... selama ini tidak tinggal bersama kita."
Ahyeon menggigit bibirnya, sedih mulai terasa.
"Kenapa...?"
Tak ada yang langsung menjawab.
Yuha menatap tajam ke arah orang tuanya, nada suara nya pelan tapi dalam.
"Siapa mereka?"
Limario menutup mata sejenak, lalu membuka kembali dengan keputusan bulat.
"Yang pertama... Chiquita. Umurnya 16 tahun. Dia... pendiam, lebih sering hidup dalam dunianya sendiri."
Rora yang tenang terlihat sedikit terkejut, sementara Yeon hanya menunduk diam, mencoba memahami.
"Yang kedua... lan. Umurnya 15 tahun. Dia juga pendiam... sulit membuka diri."
Kali ini benar-benar hening.
Stella berdiri tiba-tiba.
"Jadi selama ini kita punya dua saudara... dan kita gak tahu sama sekali?!"
Juun hanya melirik sekilas, tapi matanya menyimpan banyak pertanyaan.
Ruka akhirnya berdiri, suaranya tegas.
"Alasan."
Semua langsung terdiam. Bahkan Ana pun tidak berani bicara.
Limario menatap satu per satu anaknya.
"Ayah... membuat kesalahan di masa lalu."
Jennie menggenggam tangannya lebih erat."Tapi kami tidak pernah berniat menyakiti kalian... atau mereka."Carmen meneteskan air mata."Lalu mereka selama ini hidup bagaimana... tanpa kita?"Tak ada jawaban cepat.
Asa akhirnya berbicara, suaranya dingin seperti biasa. "Jadi sekarang? Kenapa tiba-tiba bilang?"Limario menarik napas."Karena... mereka akan datang ke sini."Semua terkejut."Malam ini." Ana langsung panik."SEKARANG?!"
Rami menggenggam tangan Stella, mencoba menenangkan dirinya sendiri.Ahyeon terlihat gugup, sementara Yuha tetap diam tapi jelas berpikir keras.Ruka menatap pintu rumah besar itu.
Klik.
Suara pintu terbuka terdengar.Semua mata langsung mengarah ke sana.Dua sosok berdiri di ambang pintu.Seorang gadis dengan tatapan kosong, memeluk buku kecil di dadanya Chiquita.Di sampingnya, seorang gadis lain berdiri sedikit di belakang, wajahnya datar, dingin-lan.Tidak ada yang bergerak.Tidak ada yang bicara.
Sampai akhirnya...Chiquita sedikit menunduk, suaranya hampir tak terdengar."...halo..."Dan di detik itu, keluarga besar yang selama ini sempurna... mulai retak, sekaligus berubah selamanya.'
YOU ARE READING
mansion limario
Fanfictionlimario dan jennie adalah orang terkaya didunia mereka memiliki 13 putri yang bernama ruka si sulung berumur 23 tahun tegas, pharita anggun dan royal berumur 22 tahun, asa dingin dan cuek berumur 21 tahun, carmen sabar dan penyayang berumur 20 tahun...
