1
Lucien yang hari ini tepat berusia sembilan tahun, memandang ibunya yang tergeletak penuh darah di lantai dingin keluarga Valerius.
Kael mengalihkan perhatian dari sebilah pedang panjang, penuh darah milik perempuan yang tengah mengandung sembilan bulan.
Tanpa ekspresi, tanpa emosi, tanpa penyesalan.
Semua itu tak tergambar di wajah Kael sedikitpun.
Hanya ada rasa penasaran akan alasan dari sang sulung.
"Lucien, kau membunuh mereka?"
"Aku hanya ingin menyingkirkan pengganggu."
Sudut bibir Kael sedikit terangkat. "Kau sadar kan telah membunuh salah satu calon penerus keluarga secara tidak langsung?"
Lucien memandang Kael tanpa rasa bersalah seolah dia begitu yakin apa yang dia lakukan adalah hal benar.
"Ya, justru itu. Aku menyingkirkan dua masalah sekaligus." Ucapan Lucien memelan. "Ibu yang hanya membuat masalah setiap hari. Dan calon anak keempat yang kemungkinan besar terlahir tanpa kekuatan."
"Jawaban yang menarik." Kael berbalik. "Kau telah menjadi calon penerus Grand Duke Valerius terkuat, tetapi jangan lupakan bahwa Elric dan Ciel juga adalah saingan terberatmu."
"Aku sangat tahu itu, Ayah."
Setelah beberapa langkah, Kael berhenti.
Dia berbalik dan tatapannya tertuju pada sang istri yang sudah tak bernyawa.
"Ternyata usahamu untuk tetap hidup hanya sampai di sini, ya, Eris."
[]
Eris terduduk di atas tempat tidur yang masih terasa asing.
Terbangun dari mimpi buruk yang semakin mengganggu ketenangan hatinya.
"Gila. Keluarga ini ... tidak manusiawi!"
Mimpi buruk barusan adalah salah satu adegan yang ada dalam novel berjudul The Crown's Saintess di mana ketiga anak Eris menjadi villain dalam cerita.
Mereka menjadi para villain yang terobsesi pada tokoh utama perempuan, terutama Lucien yang sekaligus merangkap sebagai second male lead.
The Crown's Saintess adalah sekuel dari cerita sebelumnya, yaitu The Crown of Light di mana di cerita The Crown of Light, Eris adalah villainess yang jatuh cinta pada tokoh utama laki-laki dan selalu mencelakai tokoh utama perempuan.
Sedangkan Grand Duke Kael Valerius adalah tokoh villain yang benar-benar jahat, tetapi karena banyaknya penggemarnya, dia merangkap sebagai second male lead.
Lalu, bagaimana dua penjahat ini bisa berakhir menikah?
Tentunya karena politik.
Eris berasal dari keluarga Marquis Edevane yang merupakan pemberontak.
Kael Valerius juga dulunya adalah bagian dari pemberontak tersebut, tetapi karena tokoh utama perempuan yang membuat Kael jatuh cinta, Kael berbalik menyerang Marquis Edevane.
Para pemberontak sudah dihukum mati.
Akan tetapi, Eris tidak dibunuh.
Karena Kael dan Eris membuat kesepakatan.
Eris ingin tetap hidup.
Kael membutuhkan wadah yang kuat untuk melahirkan para penerus yang kuat.
YOU ARE READING
A Family of Villains
FantasyEris terbangun di tubuh wanita hamil, seorang villainess yang akan mati di tangan anaknya sendiri tujuh bulan dari sekarang. Tanpa kekuatan, tanpa sekutu, Eris terjebak dalam keluarga yang tak pernah dia bayangkan, tiga anak laki-laki yang tumbuh me...
