Anna's POV
Meeting pertama itu berlangsung empat puluh tujuh menit.
Anna tahu karena ia menghitungnya - bukan karena bosan, tapi karena itulah caranya memproses sesuatu yang baru.
Mengukur. Memetakan. Mencari pola.
Dan Noah... memiliki pola yang sangat menarik.
Ia tidak pernah duduk.
Selama empat puluh tujuh menit itu, ia bergerak pelan, stabil, menguasai ruang dengan langkah yang jarang salah.
Tablet di tangan, suara rendah, terkendali.
Tidak ada dramatisasi, tidak ada motivasi kosong, tidak ada "team-building" murahan.
Hanya fakta, ekspektasi, dan arahan yang dikirimkan dengan presisi bedah.
"Kampanye Maison Verlaine harus selesai konsep awalnya dalam dua minggu. Bukan draft - konsep. Ada bedanya."
Tidak ada pertanyaan, tidak ada kebingungan.
Semua yang hadir sudah mengerti - atau berpura-pura mengerti.
Anna mencatat setiap kata. Setiap jeda.
Setiap tatapan Noah yang jatuh ke orang yang tepat, di momen yang tepat.
Seolah ia tahu setiap gerakan, setiap reaksi, sebelum orang lain menyadarinya.
Dan sekali, hanya sekali, pandangan itu melintas ke Anna.
Sedetik saja.
Tapi cukup untuk membuat ujung penanya berhenti di layar tabletnya.
°°°
Meeting bubar dengan cepat.
Orang-orang berpencar, percakapan kecil meledak di pojok ruangan, ruang yang tadinya padat kini terasa longgar.
Anna masih duduk, membaca ulang catatannya, ketika Maya menjatuhkan diri ke kursi sebelahnya dengan dramatis, seolah menandai wilayahnya sendiri.
"So?" Maya menatapnya, mata bersinar siap untuk reaksi apa pun.
"So apa?" Anna menutup cover tabletnya, nada datar.
"First impression about Noah." Maya menaikkan alis, menantang. "Be honest."
Anna menatapnya sebentar, lalu menutup sedikit senyum di bibirnya.
"Dia tahu cara menguasai ruangan."
Maya tertawa kecil, penuh konspirasi.
"That's the diplomatic version. Try again."
Anna meliriknya, tajam, langsung.
"Intimidatif. Tapi bukan intimidasi demi terlihat kuat. Dia intimidatif karena dia memang that good."
Maya diam. Mengangguk perlahan, ekspresinya berganti serius, satu kata, berat: "Yeah."
Anna menaruh perhatian ekstra. "Kamu sudah berapa lama di sini?"
"Dua tahun," Maya memutar bolpoinnya di jari, santai tapi waspada.
"Dan aku masih freeze kalau dia tiba-tiba nanya hal yang aku belum siap."
Anna menyimpan informasi itu di tempat yang tepat dalam pikirannya.
Jangan sampai freeze. Selalu siap.
Ia kembali ke laptopnya, membuka brief Maison Verlaine, tapi belum sempat mulai membaca, notifikasi muncul di pojok layar.
From: N. Whitmane
Subject: Anderson - Onboarding Brief
Anna menatap pengirimnya satu detik, lalu membuka email:
Anderson,
Review dokumen terlampir sebelum EOD. Besok pagi, 08.30, ruangan saya. Kita diskusi positioning awal untuk Verlaine.
- NJW
YOU ARE READING
No More Mr Whitmane
RomanceAnna Anderson selalu menjaga jarak. Dari orang. Dari perasaan. Dari kesalahan yang bisa membuatnya terlihat rapuh. Noah Whitmane tidak pernah terbuka - sampai seseorang berhasil masuk ke dunianya yang tertata rapi. Di antara rapat kantor, jalanan Pa...
