Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Bima Ardhiansyah Perkasa🔥
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
°°°
"Ahhh ahh ahh ouhhh yesss aaahhh," desah Zeva di dalam kamarnya. Ia berbaring setengah duduk di atas ranjang dengan posisi mengangkang. Tidak ada sehelai pun yang menutupi area bawahnya. Jari kanannya sedang memainkan klit*risnya, dan tangan kirinya meremas pay*daranya dari balik kain satin piyamanya.
"Ouuuhhh enakk bangett aaahhh ahh ahhh ahh ahh yeaahh," jarinya bergerak cepat, menggesek, menekan, dan mencubit klit*risnya dengan sensasi nikmat. Udara dingin dari AC ruangan seperti menusuk masuk ke dalam lubang v4ginanya yang masih begitu sempit. Zeva mulai menggoyangkan pinggulnya, mengikuti gerakan jari yang semakin cepat.
"Ouuuhhh aaaahhhh,,, oh my god hhh, aku hampirr aaahhh, ouuuuhhhh aaahh" Zeva semakin meracau, ia hampir menuju pelepasan pertamanya. Gerakan jari semakin cepat, menggesek lebih keras hingga menimbulkan suara yang terdengar indah saat ini. Cyek cyek cyek cyek cyek cyek cyek...
Namun sialan, belum sempat Zeva melepas org4sme nya, tiba-tiba suara ketukan terdengar dari luar.
Tok tok tok "Zev? Lo kenapa?" Krek krek krek
Zeva reflek menghentikan kegiatannya itu, ia hampir melompat dari ranjang karena takut kalau pintu kamarnya tidak dikunci.
"Zeva? Kok dikunci? Lo kenapa Zev? Lo sakit?" Itu suara Bima, sahabat Zeva dari kecil sekaligus tetangga 10 langkah dari rumahnya.
Zeva bergegas memakai celananya, ia sampai lupa memakai celana dalam lebih dulu saking panik.
"I-iya Bim? Bentar-bentar nggak lama" teriak Zeva buru-buru merapikan seprai dan juga rambutnya yang terlihat acak.