Garis Start
Deru mesin memecah malam.
Lampu-lampu kota berpendar samar di kejauhan, sementara jalanan kosong berubah jadi lintasan tak resmi—tempat di mana hanya yang tercepat yang bertahan.
Rakael menyeringai tipis di balik helmnya.di sampingnya, Nakael sudah siap, jemarinya mengetuk setir dengan ritme pelan.
“Masih mau main aman?” suara Nakael terdengar lewat headset.
Rakael terkekeh.
“Aman itu buat orang yang takut kalah.”
Di depan mereka, tiga mobil sudah berjajar.
Heesung. Jake. Riki.
Musuh.
Sekaligus ancaman yang tak pernah bisa mereka remehkan.
Lampu hitung mundur menyala.
3…
2…
1…
Gas diinjak habis.
Mobil-mobil melesat seperti peluru, membelah malam tanpa ampun. Tikungan tajam, suara ban berdecit, dan adrenalin yang mengalir liar—ini dunia mereka.
Rakael memimpin.
Nakael menutup celah.
Sempurna. Selalu seperti itu.
Namun malam ini… ada yang berbeda.
“Heh,” suara Jake masuk ke frekuensi mereka, santai tapi menusuk.
“Lo ngerasa nggak…?”
Rakael mengernyit.
“Apa?”
Jake terdiam sejenak, lalu tertawa pelan.
“Bau yang aneh.”
Jantung Nakael berdegup lebih cepat.
Tidak.
Tidak mungkin.
Mereka sudah menyembunyikannya dengan sempurna.
Sudah bertahun-tahun.
“Heesung juga ngerasain,” sambung suara lain, lebih dalam, lebih tenang.
“Dan gue nggak suka kebetulan.”
Rakael menggertakkan gigi.
Fokusnya goyah sepersekian detik—cukup bagi Riki untuk menyusul di tikungan sempit.
Sial.
Angin malam terasa lebih dingin dari biasanya.
Atau mungkin… itu cuma firasat buruk.
Karena kalau mereka mulai curiga—
maka semua yang selama ini disembunyikan…
akan hancur dalam satu malam.
KAMU SEDANG MEMBACA
RACING HEARTS,HIDDEN MARKS.
Fiksi RemajaRakael dan Nakael-si kembar pembalap-menyembunyikan identitas mereka sebagai omega. Semua aman... sampai tiga rival mereka mulai mencium rahasia itu. Di sisi lain, pertemuan Jay dengan Adrian Noir justru membuka masa lalu yang seharusnya tetap terku...
