Prolog

157 22 6
                                        

**Detik Sebelum Panggung**
Panggung selalu punya cara untuk menipu mata. Di bawah sorotan lampu spotlight, segalanya tampak sempurna—debu yang beterbangan terlihat seperti berlian, dan senyum yang dipaksakan dianggap sebagai karisma.

Carmen tahu betul ilusi itu. Sebagai penyanyi solo yang sedang berada di puncak popularitas, hidupnya adalah jadwal yang tak berujung dan tepuk tangan yang selalu terasa berjarak. Malam itu, setelah konsernya berakhir, ia memilih untuk menghindar dari kebisingan after-party. Ia melangkah masuk ke lorong gelap di balik panggung, mencari sedikit udara tenang di antara tumpukan kabel dan kotak-kotak peralatan besar.

Namun, lorong itu tidak sesepi yang ia kira.

Di sana, di antara bayang-bayang yang tercipta dari lampu sorot yang bocor dari arah panggung, seorang perempuan duduk sendirian di atas peti flight case. Ia memegang sebuah handphone di tangan, tampak tidak terganggu oleh keberadaan orang lain.

Itu adalah Juun. Aktris yang wajahnya menghiasi setiap papan iklan di Seoul, yang dikenal karena aktingnya yang dingin dan sulit tersentuh.

Carmen hampir berbalik pergi, namun langkahnya terhenti saat Juun menoleh. Tidak ada senyum ramah, tidak ada keramahan standar sesama selebriti. Hanya tatapan tajam dan datar yang seolah sedang membedah sosok Carmen, dari ujung rambut hingga sepatu panggungnya.

"Kau salah belok," suara Juun datar, memecah keheningan. "Pintu keluar  ada di ujung kiri."

Carmen terpaku. Ia tidak pernah bertemu Juun secara langsung, namun aura dingin itu terasa begitu nyata dan mengintimidasi. Saat itu juga, di balik hiruk-pikuk konser yang masih menyisakan dengung di telinga mereka, sebuah garis takdir mulai tertarik. Dua orang asing—yang satu terbiasa dengan sorakan, yang satu terbiasa dengan kesunyian—kini terjebak dalam ruang sempit yang sama.

Malam itu, mereka tidak tahu bahwa pertemuan singkat yang canggung ini hanyalah awal dari sebuah encore yang akan mengubah hidup mereka selamanya.
......

Hi guys, just wanna let you know that I’m actually the author from my old account @rrythieN_, the one who wrote “Privat Secretary”

Sadly, that story won’t be continued there anymore because I can’t log in to that account. Jadi aku buat akun baru ini buat kembali menulis.

Terima kasih buat yang dulu sudah baca dan support ceritaku 🤍

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Mar 12 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

The Encore Of Us ツStories to obsess over. Discover now