01

51 15 2
                                        

❗WARNING ⚠️
- Contains frontal words, explicit scenes, blood, and other things that aren't suitable for minors to see.
- FICTION ONLY.

***

Bus melaju dengan kecepatan rata-rata di jalan raya. Di dalamnya, semua orang tampak larut dengan dunia mereka.

Ada yang tertidur, mengobrol, bermain game, atau bahkan hanya diam memainkan ponselnya dan menatap ke luar jendela.

Beberapa murid terlihat mengobrol sambil tertawa-tawa. Satu dari mereka-seorang gadis berambut panjang yang memakai bando-terlihat mencondongkan tubuhnya untuk mencapai kursi di depannya.

"Hei, Kim Sunwoo," lelaki yang tengah bersandar ke kursi dengan raut mengantuk itu menghela napas gusar.

Ia melepas Airpods di telinganya sebelum menoleh ke belakang dengan jengkel.

"Wae?"

"Somi bilang dia mau bertukar tempat duduk denganmu," satu lelaki dari kelompok itu tiba-tiba menyahut, membuat gadis itu panik seketika.

"Aku tidak bilang begitu!" bantah Somi tidak terima, telinganya sedikit memerah.

Sunwoo kembali bersandar ke kursi, namun kali ini posisinya menyamping. Ia memejamkan matanya yang masih terasa berat, "Cepat katakan."

Somi menghindari tatapan menggoda dari teman-temannya dan hanya tersenyum sambil menyodorkan ponselnya.

Sunwoo yang melihat itu mengerutkan keningnya bingung tapi kemudian menerimanya, "Untuk apa ini?"

"Ambil beberapa foto Junhee untukku. Kau, kan, duduk di sampingnya!" bisik Somi dengan senyuman malu.

Dengusan kecil keluar dari mulut Sunwoo, "Menyeramkan sekali," ejeknya sebelum menoleh kepada Junhee yang tertidur di sampingnya.

Sunwoo mengambil beberapa foto Junhee yang sedang tertidur dengan kamera ponsel Somi. Walau malas dan mengantuk, ia akan memastikan hasilnya tidak asal-asalan.

Junhee membuka matanya, langsung menangkap siluet ponsel yang mengarah padanya dan seketika menoleh-Sunwoo dengan cepat menarik ponsel itu, diam-diam mengopernya pada Somi di belakang.

Junhee mengerjap pelan, "Apa yang kau lakukan?" tanyanya setengah linglung sambil mengusap matanya.

"Memang apa yang kulakukan?" Sunwoo mengedikkan bahunya sebelum kembali bersandar ke kursinya.

Junhee mendengus, "Dasar pembohong," ia menggelengkan kepalanya dengan senyuman tipis.

Sunwoo kembali memejamkan matanya-mencoba tenggelam ke dalam bunga tidur sekali lagi.

"Sungguh bukan aku!"
"Berhentilah berbohong, itu kau."
"Pikirkan saja-jika aku mafia, kenapa aku membantumu saat kau dicurigai?"
"Sungguh, Heo Yool adalah Mafia!"
"Oke, oke, sudah! Warga tidak bersalah telah kalah, dan Mafia menang!"
"HORE!!"
"Apa?!"

Kelopak mata Sunwoo kembali terbuka, kini ia menatap datar dan kosong pada langit-langit bus. "Sialan, berisik sekali..." gumamnya sambil mengusap wajahnya frustasi.

"Ayo bermain lagi!"
"Ya, ayo bermain lagi!"
"Cepat."
"Heo Yool akan menjadi orang pertama yang kubunuh di babak-"

"HEI!"

Sunwoo tersentak kecil, terkejut mendengar sentakan itu. Ia kemudian menoleh ke belakang begitu semua kebisingan itu senyap.

Deadline: 00.00Bağımlısı olacağınız hikayeler. Şimdi keşfedin