𝐏𝐫𝐨𝐥𝐨𝐠: 𝐊𝐢𝐧𝐭𝐚𝐫𝐨 𝐌𝐞𝐧𝐠𝐡𝐢𝐥𝐚𝐧𝐠!?

38 3 0
                                        


~=𝐑𝐮𝐚𝐧𝐠 𝐭𝐮𝐧𝐠𝐠𝐮 𝐒𝐚𝐤𝐚𝐭𝐚 𝐊𝐢𝐧𝐭𝐨𝐤𝐢, 𝐕𝐚𝐥𝐡𝐚𝐥𝐥𝐚=~

Hari ini, adalah hari yang sangat menegangkan di Valhala. Dimana Ronde ke 12 Ragnarok sebentar lagi akan dimulai, antara pertarungan Dewa Tertinggi Nordik, Odin melawan Si Anak Emas, Sakata Kintoki. Seluruh penonton baik dari kubu Dewa-Dewa maupun Umat Manusia, berdebar-debar dengan pertemuan kedua petarung legendaris itu.

Di ruang tunggu Sakata Kintoki, Buddha menghampiri temannya itu dengan permen buddha chups yang masih berada di mulutnya. Karena ia tahu pertarungan kali ini tidak akan mudah bagi Kintoki, ia ingin mengecek kondisi dan menghiburnya agar tidak terlalu tegang.

"Sudah diputuskan, Dindin akan bertarung untuk Dewa di Ronde 12" Ujar Buddha dengan santai sembari menghampiri Kintoki.

"Begitu, ya..." Sahut Kintoki datar, yang membuat Buddha segera mencari topik lain.

"Ah~~Omong-omong..., Aku baru saja dari toko, dan membeli semua Budhha Chups... Shivvy dan kawanya, juga ada disana." Ujar Buddha kepada Kintoki dengan santai.

"'Bukankah kau berkhotbah tentang keinginan dan ketertarikan duniawi?' mereka semua marah, dan kujawb dengan 'mengikat dirimu pada meninggalkan keterikatan', dan kau tahu, Kin-Chan? mereka sangat tercengang untuk menjawabnya! kuharap kau bisa melihat wajahnya!" lanjut Buddha sembari tertawa terbahak-bahak.

"Buddha, terimakasih..." Lanjut Kintoki datar. "Tapi kau bukan tipe orang yang mencairkan suasana seperti itu." Kintoki menatap kearah Buddha dengan percaya diri. "Aku sama sekali tidak khawatir!"

"Sungguh?" Kali ini, Buddha tampak lega."Baiklah kalau begitu, pastikan kau kembali. Karena kita masih belum memiliki pemenang untuk pertarungan ke-100 kita" Lanjut Buddha santai, melihat Kintoki menghampiri kapak besarnya.

"Iya, aku tau, untuk selanjutnya bagaimana kalau... eh??" Kintoki seketika terdiam saat sebuah cahaya muncul dihadapan mereka berdua. Membutakan siapapun yang melihat kearahnya.

"Hey, Buddha! ini bukan kejahilanmu, kan!?" Tanya Kintoki tampak jengkel, sementara Buddha terlihat lebih bingung.

𝙋𝙨𝙮𝙪𝙪𝙪!!!

Dan begitu cahaya itu menghilang, Sakata Kintoki sudah tidak ada di depan Sang Buddha. Menyisakan kapak raksasanya yang masih menancap di sebuah batang pohon. Menyadari keanehan tersebut, Buddha dibuat kalangkabut oleh menghilangnya Rivalnya sekaligus Penantang Odin di Ronde ke 12 Ragnarok.  

"Kin-Chan!? Kin-Chan!? Kin-Chan!!!" Buddha mulai panik, saat ia sadar tidak bisa merasakan kehadiran Si Anak Emas, Kintaro. Ia terduduk lemas di sebelah kapak raksasa Rivalnya itu.

"Waladalah...!! Gimana ini!? disaat seperti ini, Kin-Chan malah menghilang...!!" Buddha memegangi kapak temannya itu dengan putus asa, tamat sudah nasib umat manusia. "Walah..., Kin-Chan... ngilang kemana sih, kamu!?" Tidak ada manusia yang diyakini bisa menandingi Odin selain Sakata Kintoki, membuat peluang kemenangan Umat Manusia lenyap seketika.

~=𝗧𝗼𝗸𝘆𝗼, 𝗧𝗿𝗮𝗰𝗲𝗻 𝗔𝗰𝗮𝗱𝗲𝗺𝗶𝗮, 𝗥𝘂𝗮𝗻𝗴 𝗣𝗲𝗹𝗮𝘁𝗶𝗵=~

𝙋𝙨𝙮𝙪𝙪𝙪!!!

Sebuah cahaya misterius mendadak muncul bersinar terang di sebuah kursi kerja di sebuah kantor. Dan dari cahaya itu, muncul-lah sesosok pria bertubuh kekar dengan rambut emasnya yang terlihat kebingungan. Itu tidak lain dan tidak bukan adalah Sakata Kintoki, Petarung Ragnarok ke 12 di Valhalla.

"Lho?? tempat apa ini? dimana aku?" Kintoki terlihat celingak-celinguk memperhatikan ruangan yang aneh itu. Meja yang dipenuhi data-data Siswi Akademi, sebuah laptop dan sebuah rak buku penuh buku panduan yang tidak ia pahami.

"Eh!? Aghhh......!!! Kepalaku...!!" Kintoki mengerang kesakitan saat sebuah rasa sakit disertai ingatan-ingatan aneh muncul membanjiri memori di otaknya. Begitu sakit, sampai ia menghantam meja dengan tangan nya dan membuat meja itu terbelah menjadi dua.

𝘽𝙧𝙖𝙠!!

"Uh...!! Eh? waduh... rusak, coeg..." Kintoki terlihat sedikit panik. Dan ia beruntung karena waktu sudah malam, sehingga tidak akan ada yang datang ke ruangan itu. Tapi, ia masih bingung. Ingatan- ingatan aneh itu terasa sangat nyata. Dirinya yang melatih para Gadis Kuda, perlombaan balap pada gadis kuda, sampai kesehariannya dengan mereka.

"Ingatan...ingatan ini, terasa begitu nyata... sebenarnya, ada apa ini?" Kintoki melihat kearah foto di dinding ruangan, dan mendapati foto besar dirinya bersama para Gadis kuda- gadis kuda itu. Aneh, semua terasa nyata. Sementara Kintoki hanya mematung.

"Apa yang sebenarnya terjadi?"


𝗡𝗘𝗫𝗧 𝗖𝗛𝗔𝗣𝗧𝗘𝗥: Chapter 1: ~Kintaro Menjadi Pelatih?~




Uma Musume: Axe and Glory.Stories to obsess over. Discover now