Cerita ini menceritakan kisah seorang mafia yang memiliki rasa cinta terlarang di hidupnya. Namanya revandra, pemimpin mafia terkuat 3 besar di dunia. Ia memiliki seorang istri bernama valencia, seorang model besar. Tapi ravendra tidak benar benar m...
Hujan turun tipis di suatu kota besar. Lampu lampu gedung tinggi menyala di balik kaca jendela besar sebuah penthouse, tempat seorang pria berdiri dengan tenang sambil memegang gelas kristal di tangannya.
Namanya Ravendra.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Ravendra, pria berusia 27 tahun yang dikenal sebagai sosok paling ditakuti di dunia bawah tanah. Dingin, tenang, dan sulit ditebak. Sebagai pemimpin organisasi mafia yang berpengaruh, setiap keputusannya selalu membawa konsekuensi besar. Pernikahannya dengan valencia terjadi karena perjodohan, bukan cinta. Namun tanpa banyak orang tau, hatinya justru tertuju pada seseorang yang seharusnya tidak pernah dia inginkan.
Nama yang cukup untuk membuat banyak orang menunduk tanpa berani menatap matanya.
Di dunia bawah tanah kota itu, ravendra bukan sekedar nama. Dia adalah kekuasaan, keputusan, bahkan kematian.
Langkah sepatu terdengar di lantai marmer, ada seseorang yang sedang berjalan ke arah ruangannya.
Clack pintu terbuka perlahan. seorang wanita elegan melangkah masuk ke ruangan ravendra dengan langkah yang pelan.
Valencia.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Valencia (valen), model terkenal berusia 25 tahun dengan pesona elegan dan citra sempurna di mata publik. Ambisius dan penuh perhitungan, valen menikah dengan ravendra untuk mempertahankan status serta perlindungan di dunia yang kejam. Meskipun pernikahan mereka dingin, ada perasaan yang diam diam tumbuh dalam dirinya.
Gaun hitam panjang menutupi tubuhnya dengan sempurna, rambut panjangnya jatuh rapi di bahu. Wajahnya cantik, terlalu sempurna bahkan untuk seorang model terkenal seperti dirinya. Dia berjalan mendekat, lalu berhenti di samping ravendra yang masih menatap hujan di luar jendela.
"kamu masih kerja?" tanya valen
Ravendra tidak langsung menjawab, dia meneguk minumannya sebentar sebelum akhirnya menoleh ke valencia.
"Kerja ga akan pernah berhenti, len"
Valen tersenyum tipis, senyum yang selalu terlihat elegan di depan kamera majalah. Tapi di ruangan ini? senyum itu terasa sedikit berbeda.