Saat seluruh Vzenith mendengar nyanyian Echo, Kael justru mendengar bisikan di baliknya.
(Jangan lupa follow & vote yaa sebelum membaca💜💜💜)
/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\
"Setiap dunia memiliki suara.
Sebagian orang menyebutnya...
اوووه! هذه الصورة لا تتبع إرشادات المحتوى الخاصة بنا. لمتابعة النشر، يرجى إزالتها أو تحميل صورة أخرى.
Semoga kalian suka dengan ceritaku ini, jangan lupa vote & follow ya! HAPPY READING!
.
.
.
.
.
.
.
.
Langit Vzenith tidak pernah benar-benar diam.
Di utara Benua Astraeon, awan bergerak perlahan di antara pulau-pulau langit wilayah Aeris. Kilatan petir sesekali menyala jauh di barat, di tanah badai Voltaris. Di selatan, gunung-gunung berapi Pyros memuntahkan cahaya merah yang membuat malam terlihat seperti senja yang tak pernah berakhir. Sementara itu, lautan Aqualis berkilau tenang, dan hutan Verdant berbisik pelan bersama angin.
Selama ribuan tahun, manusia di planet ini hidup dengan satu aturan yang tidak pernah berubah. Setiap orang memiliki klan. Dan setiap klan memiliki elemen.
Api untuk para pejuang Pyros. Air untuk para penjaga samudra Aqualis. Angin untuk penjelajah langit Aeris. Alam untuk pelindung hutan Verdant. Petir untuk para prajurit Voltaris.
Kekuatan mereka berasal dari sesuatu yang lebih tua dari semua kota dan kerajaan-energi misterius yang mengalir di seluruh planet. Orang-orang menyebutnya Echo.
Tidak ada yang benar-benar tahu dari mana Echo berasal. Sebagian percaya itu adalah suara dari inti planet Vzenith. Sebagian lagi menganggapnya sebagai sisa kekuatan para penjaga kuno yang dulu melindungi dunia ini. Namun satu hal selalu dipercaya oleh semua klan.
Selama Echo tetap seimbang, Vzenith akan tetap berdiri.
Tapi malam ini... sesuatu berubah. Jauh di tengah benua, di kota netral Zenithara, tanah tiba-tiba bergetar pelan. Cahaya aneh berdenyut dari kedalaman bumi, seperti jantung yang baru saja terbangun setelah tidur sangat lama.
Di seluruh penjuru Vzenith, para pengguna elemen merasakan hal yang sama.
Api yang berkedip tanpa alasan. Air yang bergerak sendiri. Angin yang berputar tanpa arah. Tanaman yang tumbuh terlalu cepat. Dan petir yang muncul di langit yang seharusnya cerah.
Sebuah Echo baru telah lahir. Dan bersama dengannya... sesuatu yang jauh lebih berbahaya juga ikut terbangun. Sesuatu yang telah menunggu lama di balik bayangan dunia ini.
Sesuatu yang akan mengubah nasib Vzenith selamanya.
.
.
.
.
.
.
.
.
Seseorang yang mendengar Echo itu, namanya Kael Vireth.
Seorang remaja berusia lima belas tahun dari kota hutan Sylvara, wilayah Verdant.
Jika melihatnya sekilas, tidak ada yang terlihat istimewa. Rambutnya hitam agak berantakan, matanya hijau gelap seperti dedaunan setelah hujan, dan pakaiannya sering penuh noda tanah karena terlalu sering berada di luar.
Penduduk Sylvara mengenalnya sebagai anak yang terlalu sering menjelajah hutan. Bagi sebagian orang, itu berarti dia pemberani. Bagi sebagian lain, itu berarti dia ceroboh. Tapi ada satu hal yang tidak diketahui siapa pun tentang Kael.
Sejak kecil, ia bisa merasakan sesuatu yang tidak bisa dijelaskan.
Saat orang lain hanya melihat pohon dan tanah, Kael merasakan bisikan halus dari dunia di sekitarnya. Kadang seperti angin yang berbicara. Kadang seperti getaran di dalam tanah.
Ayahnya pernah berkata itu hanya imajinasi anak-anak.
Namun Kael tahu itu bukan sekadar imajinasi. Karena setiap kali bisikan itu muncul, tanaman di sekitarnya bergerak sedikit... seolah-olah menjawabnya.
Pagi itu, Kael sedang duduk di cabang pohon raksasa yang menjulang di tengah Sylvara. Dari sana, ia bisa melihat rumah-rumah kayu yang dibangun di antara batang-batang pohon besar, jembatan tali yang menghubungkan satu rumah ke rumah lain, dan kabut tipis yang menggantung di hutan.
Sylvara selalu terlihat damai dari atas.
Namun hari ini terasa berbeda.
Kael mengerutkan kening.
Tanah di bawahnya bergetar sangat halus.
Tidak cukup kuat untuk membuat orang lain sadar... tapi cukup jelas untuk membuat jantungnya berdetak lebih cepat.
Lalu bisikan itu datang lagi.
Lebih kuat dari biasanya.
Bukan seperti angin.
Bukan seperti daun yang bergesekan.
Melainkan seperti... panggilan.
Kael menutup matanya sejenak.
Dan untuk pertama kalinya dalam hidupnya, dia mendengar satu kata yang sangat jelas di dalam kepalanya.
"...Echo."
Matanya langsung terbuka.
Di kejauhan, langit Vzenith tiba-tiba berkedip oleh kilatan cahaya aneh.
Kael belum tahu apa arti semua ini.
Dia juga belum tahu bahwa peristiwa kecil pagi itu akan menyeretnya keluar dari hutan Sylvara... menuju kota pusat dunia, Zenithara, dan sebuah tempat yang hanya pernah dia dengar dalam cerita.
Astryx Academy.
Tempat para pengguna elemen dari seluruh Vzenith berkumpul.
Dan tempat di mana takdirnya sebenarnya baru saja dimulai.
BERSAMBUNG.
اوووه! هذه الصورة لا تتبع إرشادات المحتوى الخاصة بنا. لمتابعة النشر، يرجى إزالتها أو تحميل صورة أخرى.