Prolog

1 0 0
                                        


"Anak perempuan adalah cinta pertama seorang ayah." Kalimat tersebut tidak asing di telingaku, dan aku meragukan kebenarannya. Problematika dalam keluarga kerap muncul, entah dari hubungan orang tua yang selalu renggang, anak yang nakal, atau ketidaksukaan ibu tiri atau ayah tiri terhadap anak sambung mereka. Namun, yang paling tidak biasa adalah seorang ayah yang membenci anak kandungnya sendiri, bahkan menganggapnya sebagai pembunuh.
Namaku Akisa Syaila Zahwana, yang dianggap sebagai pembunuh oleh ibuku, karena beliau meninggal saat melahirkanku. Ayahku enggan menganggapku sebagai anaknya karena baginya, aku adalah "anak perempuan musuh pertama seorang ayah."
Yang merawatku sejak kecil adalah nenek, yang rela banting tulang setiap hari dan malam, berperan sebagai sosok ayah dan ibu dalam hidupku. Aku sangat menyayanginya.
Pernikahan dini tidak pernah terbersit dalam pikiranku, tetapi pada usia 19 tahun, aku harus melepaskan masa lajangku demi permintaan nenek. Aku akan menikah dengan seorang Gus yang memiliki pondok pesantren yang cukup besar, tetapi ia berbeda, tidak seperti Gus pada umumnya.
Pernikahanku berlangsung tanpa ada rasa saling mencintai, namun seiring berjalannya waktu, aku terperangkap dalam rasa cinta, entah dengan Gus itu. Namanya adalah Gus Uwais Zayyan Al-Farisi, seorang Gus tampan berbadan kekar dengan bola mata hitam legam, namun memiliki sisi lain yang sangat kelam, dan pernikahan yang kuharapkan bahagia tidak sesuai dengan realitas.

SyailaKde žijí příběhy. Začni objevovat