Dia adalah sosok prajurit yang kekar, berkarisma serta berwibawa. Senyumnya manis tapi sangat jarang terlihat karena keseriusan selalu terpancar diwajahnya ketika dia berhadapan dengan anak buahnya.
Saat itu aku masih kelas 2 SMP ya anak bau kencur katanya. Aku sekolah sekaligus bekerja dikantin samping mess perwira diasrama, bukan tanpa alasan aku bekerja setelah pulang sekolah tapi karena orang tuaku saat itu sedang dalam keterpurukan ekonomi jadi untuk mengurangi beban mereka aku memilih bekerja dan tinggal ditempat yang punya kantin tersebut.
Aku anak perempuan yang biasa dibilang genit dan supel karena mungkin memang pembawaanku yang terlalu ramah jadi mereka berpikir aku anak genit hehehe..ya sudahlah tidak aku pikirkan karena aku merasa senang dengan keramahanku sehingga aku bisa berteman dengan om-om tentara yang makan dikantin, mereka menganggap aku anak kecil yang cerewet dan ceria.
Singkat cerita hari itu pak wir memesan minuman, tentu saja aku yang mengantarkan minuman itu sambil menggodanya" bapak kok hari ini gak keluar jalan-jalan cari udara segar digor" dia jawab "ah ngapain keluar jauh-jauh, mending disini aja jelas udara segarnya manis lagi" sambil tersenyum amat sangat manis dia berkata begitu..tentunya aku tidak paham apa maksudnya jadi aku cuma jawab" ooow begitu". Sejak hari itu sering sekali dia menyapa ketika aku berjalan didepan messnya mau membuka kantin setelah subuh, tentunya aku juga begitu membalas sapaannya. Beberapa bulan kemudian dia cuti tapi sebelum cuti dia kekantin dulu dan bertanya "mau dibawa apa saat saya pulang cuti?" Aku jawab "terserah aja pak, yang penting bapak selamat sampai tujuan dan pulang kembali kesini" " Aamiin" jawabnya.
Sore itu seperti biasa aku sedang sibuk dikantin tiba-tiba dia sudah ada didepan kasir dan melongo mengintipkan wajahnya dan berkata"dirumah ada mangga Petruk, ambil sana gih dibawa spesial buat kamu" katanya dan akupun kegirangan langsung kabur berlari menuju messnya dan melihat mangga dikotak satu buah tapi besar dan panjang sekali hahahaha. Sayangnya pas kubawa kekantin ibu yang punya kantin malah bilang " mangga dari siapa non? " Aku jawab dari pak wir eh malah dia bilang "aduh baik banget ya pak wir repot-repot bawa oleh-oleh buat kasi ibu, bilang terimakasih ya non sama pak wir" belum sempat aku jawab mangga itu diambilnya dari tanganku seolah memang barang miliknya. Tapi aku biarkan karena kasian kalau dia tau itu untukku nanti dia malu sama orang-orang yang mendengar omongannya dikantin.
Tidak pernah terpikir maksud apapun dibalik oleh-oleh mangga itu, apalagi aku hanya seorang anak kecil dan anak orang tidak mampu sementara pak wir adalah orang yang amat disegani diasrama, meskipun dia masih muda tapi memang kariernya cemerlang empat tahun kemudian dia dipindahkan. Dan akupun sudah lulus SMA. Ups setelah insiden mangga itu aku bertahan kerja sekitar dua bulanan kemudian pindah kerumah kakak sepupuku didekat sekolah SMA ku tapi bukan karena mangga ya aku pindah, ada hal lain yang lebih pahit dari itu jadi aku dan pak wir tidak pernah ketemu sekalipun setelah itu.
Hari ini usiaku sudah 30 tahun anak satu dan sudah berpisah dengan suamiku. Tidak sengaja aku melihat akunnya pak Wir difacebook kemudian aku add, dan aku inbox bukan berarti aku mau genit ya tapi aku hanya ingin menanyakan kabar pak Wir karena aku merasa dia seperti abangku sendiri dulu dia sering memanjakan dengan memberikan jajanan untukku tidak ada salahnya aku bernostalgia masa kecilku. Tak terasa begitu cepat responnya dalam hitungan menit dia menjawab inboxku dan dia bertanya ini siapa, setelah aku jawab dia tanpa ragu menelponku dan kami berbincang panjang lebar sambil tertawa dan sedikit menangis karena ternyata dia masih membujang sampai saat ini tentunya dengan jabatan dan pangkat yang sudah mentereng hehehe, dan dia pernah mencari info tentang diriku setelah dia pindah tapi tidak ketemu. Kenapa dia tidak mencari ku waktu dia masih diasrama karena memang dia tidak punya pilihan kala itu. Dia tidak bisa berkata kalau dia menyukaiku saat itu, selain aku masih kecil menurut orang dia juga terikat pekerjaan yang mengharuskan dia menjaga nama baiknya sebaik baiknya. Dan jalan satu-satunya agar bisa berhubungan denganku adalah pindah wilayah. Tapi tetap saja dia tidak bisa menghubungiku. Aku terharu dengan kegigihannya mencariku meskipun tidak ketemu hahaha. Dia bilang "aku gak pernah menyukai orang seperti aku menyukaimu, bahkan detail bentuk wajahmu sampai saat ini masih terbayang di benakku baju dan selendang yang sering kamu gunakan ketika lewat depan messku, dan ya memang sedetail itu dia menyebutkan semuanya sehingga aku melongo dibuatnya, (kok bisa dia ingat lesung pipitku, selendang warna merah jambu miliku baju kodok kesukaanku dan baju lainnya yang dia sebutkan semuanya masih diingatnya). pernah aku mencoba membuka hati tapi gagal, aku mengingat kamu dan yakin suatu saat aku akan dipertemukan kembali denganmu apapun keadaannya. Yang jelas aku hanya ingin kamu tau aku pernah sangat menyayangi dan mencintaimu serta aku tulus hanya menunggumu, walaupun aku akan menemukan kekecewaan setelah itu, tapi aku puas bisa mengungkapkan perasaanku selama 18 tahun ini padamu" ahc aku terharu dan menangis dengan ucapannya dan yang aku jawab adalah "ya dulu aku suka padanya tapi sebatas suka tidak lebih karena aku tidak pernah membayangkan seorang perwira menyukaiku dan bahkan mampu menungguku. Itu semua diluar nalarku.
Sama seperti dulu kondisiku saat ini tidak bisa lagi bersamanya, carilah wanita yang lebih pantas mendampingimu dan lebih berkelas dari seorang janda beranak satu ini".
Dia diam sejenak dan berkata "aku tidak tau harus bagaimana, semua rasa sudah habis untukmu dan hidupku separuhnya sudah habis menunggumu, aku tidak berjanji mendapatkan penggantimu dan aku juga tidak bisa memaksa perasaanmu padaku, tapi yakinlah aku selalu ada untukmu apapun itu, dan jika kamu berhasil membuka celah cinta dihatimu untukku izinkanlah aku bertanggung jawab untuk hidupmu kedepannya"
By "R"
ESTÁS LEYENDO
memory
Historia Cortamenceritakan tentang kenangan masalalu yang mengubah masa depan tokoh cerita
